Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir cappuccino dan tiga hal terpenting di tahun lalu …

Secangkir cappuccino di Kafe Replay, Kalvertoren menjadi perhentian terakhir segala party, kegilaan, renungan, hura-hura, kesunyian, dan shopping di gemerlap diskon liburan musim dingin kali ini. Esok, DosenGila sudah dihadapkan kembali pada kegembiraan rutinitas yang jadi mata pencaharian saat ini: bermain-main dengan molekul di depan komputer ~ sambil berharap selalu ada pencerahan dan keberuntungan di setiap sudut, tikungan dan persimpangan jalan dalam riset ini.

Setelah habis secangkir cappuccino, DosenGila bergegas menembus gerimis di Amsterdam yang suhunya cukup hangat (sekitar tiga derajat celcius he..he..he..) menuju De Krijtberg untuk menghadiri misa mingguan pertama di Tahun 2009 ini ~dan seperti biasa DosenGila terlambat dan tidak dapat tempat duduk sehingga berdiri di belakang sampai misa berakhir. Sepanjang misa yang dilaksanakan dalam Bahasa Belanda ini ~DosenGila hanya pura-pura berdoa tapi sebenarnya tertidur bengong sebenarnya kalau lagi homili~ berbagai kejadian di tahun 2008 yang cukup tertambat di hati dan sanubari berkelebatan di benak DosenGila. Hanya ucap syukur kepada Allah yang selalu ada dalam setiap langkah DosenGila atas setiap hembusan nafas yang dihadiahkan dan setiap anugrah yang dicurahan, terucap dalam bisik doa yang segera lalu dibawa angin dingin Amsterdam di akhir misa itu. Ich habe Gott, Ich habe genuch!

Dalam perjalanan pulang sambil menenteng mainan untuk kado ulang tahun pertama Awan tanggal 3 April 2009 nanti, dalam benak DosenGila seperti diulang-ulang berputar-putar tiga hal yang (mungkin) terpenting terjadi di tahun 2008 lalu:
1. Diberi kesempatan menyelesaikan Master dan mendapat kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang PhD. Suatu keputusan yang sulit untuk mengambil atau tidak mengambil kesempatan itu, saat itu. Yahhh … diputuskan memang untuk diambil dan sudah setahun dijalani meskipun kadang sering menyesali keputusan ini karena konsekuensinya sering dirasakan sangat berat bahkan hampir tidak kuat ditanggung, DosenGila sudah mengambil keputusan dan berusaha tegar (dengan topangan pertolongan-Nya) untuk menghadapi konsekuensinya.
2. Diberi kesempatan untuk menjadi seorang Bapak dan menemani belahan jiwa saat melahirkan anak pertama, Kurniawan Respati Istyastono dengan panggilan Awan. Suatu anugrah yang luar biasa. Betapa DosenGila merasa mukjizat itu ada! Meskipun kemudian karena keputusan No. 1 tidak bisa menemani hari demi hari perkembangan Awan saat ini. Berserah dan pasrah pada-Nya. Hanya itu yang bisa dilakukan, sama seperti saat menunggu kelahiran Awan.
3. Mengundurkan (atau menarik) diri dari sebuah komunitas yang selama ini sudah dianggap keluarga sendiri karena konflik yang mungkin tidak perlu. Suatu keputusan yang mungkin belum berdampak nyata sekarang. Entah nanti. Meski terasa pahit, namun banyak pelajaran yang dipetik oleh DosenGila dari hal ini. At least, DosenGila bisa lebih fokus pada “being“-nya di sini dan kini. So … be it!

“Yo…yo…yo… semangat… semangat… semangat… “

Perdjoengan belum usai, masih panjang! Sekali lagi … ambil “tongkat sihir”, rentangkan tangan, kumpulkan semua ingatan tentang kebahagiaan dan harapan, lalu teriakkan rapalan mantra “Expecto Patronum“.

Tetap semangat dan tertawa gembira, seperti saat bersepeda memboncengkan Foe yang beratnya sebanding dengan DosenGila di kota tepian pantai Vlissingen yang anginnya membuat suhu minus lima derajat terasa minus sembilan derajat.

~gambar diambil dengan semena-mena dari facebook-nya Ikhlas.

Iklan

4 Januari 2009 - Posted by | Secangkir ... | , , ,

7 Komentar »

  1. wogh,selamat2..udah mau master pula….

    itu kalo kuliah naik speda..???

    *lirik ngodod*

    Komentar oleh escoret | 5 Januari 2009 | Balas

  2. Yup! Tetep semangat! Hepi nyu yir!!

    Komentar oleh Zam | 5 Januari 2009 | Balas

  3. Ayo semangat! Ambil dong Phd-nya! Entar aku bisa berkunjung!

    Wakakakak….Met Tahun Baru ya!

    Komentar oleh juliach | 9 Januari 2009 | Balas

  4. @ escoret: Enggak E… Aku malas naik sepeda. Uadeeemmmm poll … suk paling nek wes pindah kost sing rada cedhak kampus.

    @ Zam: Matur tengkyu. Cemangadddhhhh!

    @ juliach: Emang diambil koq. Dah setahun ini dijalani. Doakan yach … Aku nanti kalau ke Prancis mampir achhh….

    Komentar oleh Enade | 11 Januari 2009 | Balas

  5. Wah… bobok pas homili? wkwkwkwk…. rasanya gimana pak? rasanya bengong saat homili gimana juga tuh pak? serasa misa atau … misa hati..

    Wow.. ini dalam rangka Phd to pak.. hebatnya…
    semangat semangat…

    Tertulis : Tetap semangat dan tertawa gembira..
    2 hal yang saya ingat, saya pelajari, dan say terapkan dari DosenGila.. hahahaa

    Komentar oleh clara_cindy | 13 Januari 2009 | Balas

  6. @ clara_cindy: Wuaaaaa …. ~histeris karena salah satu mahasiswi tercantik dari DosenGila mampir dan meninggalkan jejak …. [Sok kalem=On] Ah, thanks sudah mampir dan meninggalkan jejak. Bobok/bengong pas homili? Lha piye, pakai Bahasa Belanda je …. rasanya ya mungkin seperti saat kau bengong/bobok pas pelajaranku he…he..he.. PhD? Ah jadi Bos Antangin JRG juga luar biasa! Cemangaaadddhhhh! Oh ya, kencan kita ke Beukenhof Ullen Sentalu besok April jadi toh?[Sok kalem=Off]

    Komentar oleh Enade | 13 Januari 2009 | Balas

  7. halo En, walau telat, met Natal en Tahun BAru yach. Jangan lupa makan ya (he..bener ga ya nulise). Sepedane ketoke abott tenan ?

    Komentar oleh yosefw | 26 Januari 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: