Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir air putih dan TPS 67

Saat DosenGila menuliskan cerita ini, TPS 67 Pogung Kidul Sinduadi Mlati Sleman masih dalam proses pencontrengan. Warga, yang mendapat undangan memilih, antri tertib sesuai arahan panitia. Warga terlihat antusias menggunakan hak pilihnya yang cukup istimewa ini.
TPS 67

TPS 67

TPS 67

TPS 67

TPS 67

Istimewa? Ya, karena tidak semua warga yang seharusnya mendapat hak pilih, tidak memperoleh undangan berupa formulir C4. Sebagai contoh, kami sekeluarga terdapat 5 orang yang tercatat dalam kartu keluarga yang sehat jasmani (entah rohani he..he..he..) dan berusia diatas 17 tahun. Namun, hanya DosenGila, Nyonya dan Eyang putrinya Awan yang mendapat undangan, Eyang Kakung dan Tante-nya Awan tidak memperoleh undangan. Saat mencoba memperjuangkan hingga ke Kelurahan, menemui jalan buntu. Moreover, di kelurahan bertemu banyak orang dengan kasus yang sama karena namanya tidak tercantum di DPT.

Salam demokrasi!

9 April 2009 Posted by | Secangkir ... | 7 Komentar

Segelas es sokelat dan setahun telah berlalu …

Yup … setahun silam Awan, yang fotonya saat 5 bulan ditampilkan di bawah ini, melihat dunia. Tepatnya 3 April 2008. Setahun sudah juga DosenGila menjadi seorang ayah (yang datang dan pergi hikss.hiks..hikss…).

Awan ~ 5 bulan

Awan yang lahir setahun silam cukup mendebarkan. Sebagai seorang calon Ayah (waktu itu) yang tidak bisa apa-apa selain memberi support sangat berdebar-debar karena proses kelahiran ternyata sangat-sangat unpredictable. Kelahiran Awan mundur 2 minggu dari HPL-nya. Jika tanggal 3 April itu tidak lahir maka keinginan untuk lahir normal akan digantikan dengan operasi Cesar. Dooghhh. Tanggal 2 April 2008 malam sekitar pukul 23.00, DosenGila dibangunkan karena tanda-tanda kelahira sudah nampak. Segera DosenGila dan Nyonya meluncur ke RS Panti Rapih Jogja ditemani calon Eyang dan Tante-nya Awan. Sesampai di RS, masih harus menunggu lama. Malam itu DosenGila hanya bisa mengamati Nyonya yang merintih kesakitan dengan frekuensi yang eratik ~sambil mengisi waktu, DosenGila mencoba membuat catatan frekuensi merintih per menit.

Pagi hari sekitar pukul 7 saat pergantian shift bidan, dicek dan tidak ada tanda-tanda kemajuan. Fiuhh… sudah berpikir ini bakal operasi ~hiks..hiks…hiks… Melihat mukaku yang cemas, Ibu Bidan yang baik itu berkata, “Pak, gak usah khawatir. Berdoa saja, Rencana Tuhan pasti indah pada waktunya. Mukjijat itu tidak matematis koq Pak. Habis bukaan 1 belum tentu bukaan dua, bisa jadi langsung bukaan 10. Berdoa saja ya Pak.”

Berdoa. Kata yang sederhana dan memang mungkin sudah berapa doa hapalan yang dirapal saat itu. Namun jujur, aku kurang percaya dengan kekuatan doa. However, saat itu tidak ada lagi yang bisa DosenGila lakukan, selain berdoa.

Karena tidak ada tanda-tanda perkembangan. Nyonya diminta mandi oleh bidan dan kemudian jalan-jalan. Saat itu sekitar pukul 9 pagi, tiba-tiba Nyonya jongkok seperti menahan sakit amat sangat. Bidan yang melihat langsung tanggap, dan dilakukan pemeriksaan. Puji Tuhan, bukaan 7. Keajaiban itu nyata. Nyonya langsung dipersiapkan ke kamar bersalin.

DosenGila: “Suster, saya boleh menemani di dalam tidak?”
Bidan: “Boleh, asal kuat melihat proses darah-darah ”
DosenGila: “Saya yakin kuat koq suster. Dulu waktu kuliah sering percobaan dengan tikus.”
Bidan: “???!!!”
DosenGila: “Eh salah ya …”

Selama proses persalinan ternyata DosenGIla tidak berani melihat proses persalinannya. Hanya menatap wajah Nyonya, merapal doa, memegang tangannya mencoba memberikan dukungan seoptimal mungkin.

Lagi-lagi Awan kembali membuat Ayahnya uji nyali. Sekitar jam 10 ketuban dipecah karena tidak pecah hingga saat itu. Waktu antara ketuban dipecah hingga dilahirkan maksimal 30 menit, Kalau tidak … operasi. Dan sampai 10.20, Awan (yang belum diberi nama waktu itu) masih kerasan di rahim ibunya. Dan usaha terakhir setelah Ibunya Awan diberi doping segelas teh manis untuk tambahan tenaga, dibantu dorongan bidan dari atas dan tarikan bidan lain dari bawah, lahirlah Awan tepat pukul 10.30. Awan, “the last minute” son.

Banyak kejadian setelah itu. Tiga hari yang lalu, 3 April 2009, Awan ulang tahun. Dengan pesta meriah, dihadiri anggota kabinet Uilenstede, anak-anak CA dan teman-teman dari Farmasi USD, abang dan adek Ikastara, serta handai taulan.

Syukur pada Allah saat ini semua sehat dan lancar. Terima kasih atas doa-doa dan dukungan fisik dari sanak saudara dan rekan-rekan.

Merdeka!

6 April 2009 di kafe AngkringanQ Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

6 April 2009 Posted by | Secangkir ... | 5 Komentar