Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir aloe vera dingin dan “uji klinik” …

Hari ini adalah hari pertama dari simposium tiga hari yang diselenggarakan oleh RSC, di MSD, Oss, Belanda. Hari pertama sudah selesai, dan boleh dikata acara ini menarik dibanding acara-acara serupa yang pernah diikuti oleh DosGil. Semua pembicara berasal dari perusahaan farmasi, baik besar atau kecil, juga perusahaan spin off (perusahaan farmasi yang diinisiasi oleh akademisi dengan mengkomersialkan hasil penelitian). Dari latar belakang komersial tersebut sangat terasa atmosfer “discovery” dan “corporate culture”. Dua hal tersebut yang mungkin menyebabkan simposium kali ini menarik.

Pembicara pertama, Ad Ijzerman, menghentak dengan sejarah kimia medisinal dengan sebuah cerita lucu tentang uji klinis yang pertama kali dilakukan dan mengulas dalam dan tajam structure-based drug discovery (Okelah mari kita coba Indonesiakan: Penemuan Obat berbasis Struktur … hmmm). Kisah tentang the very first uji klinik sepertinya cukup menarik untuk diceritakan di sini. :D, sementara yang lainnya bisa diulas atau dibahas kali lain (kalau ingat).

Uji klinik (clinical trial) yang pertama kali, menurut Ad (menurut link ini beda), dilakukan atas perintah King Gustav III of Sweden. Saat itu (1800an), kopi (mungkin import dari Belanda yang didapat dari Indonesia) dianggap racun dan berasal dari setan. King Gustav III memerintahkan untuk menguji kopi ini pada sepasang kembar identik terpidana mati. Seorang “dipaksa” minum 3 cangkir kopi per hari, sementara yang satu lagi 3 cangkir teh sehari, dengan “end point”: mati. Dua orang dokter kerajaan diperintahkan untuk mengamati perkembangan/penurunan kesehatan 2 orang ini dan harus segera melaporkan ke King Gustav III jika “end point” sudah tercapai. Hasil uji klinik ini adalah: Para terpidana mati tersebut meninggal pada usia 83 tahun, sementara dokter yang mengawasi meninggal jauh-jauh hari sebelum itu secara alami. 😀 Sementara King Gustav III meninggal terlebih dulu karena dibunuh pada sebuah pesta topeng.

Oh ya … hari Jum’at minggu lalu DosGil yang lagi membosan melakukan rutinitas narsis dengan meng-goggle nama sendiri, nama belakang. Setelah kegiatan narsis sebelumnya meng-goggle nama sendiri di “everything” dan sempat jengkel karena menemukan beberapa tulisan dikopi verbatim bahkan tanpa mencantumkan penulisnya, kerjaan narsis kali ini diarahkan ke google scholar. Surprisingly, menemukan publikasi DosGil di Majalah Farmasi Indonesia disitasi di sebuah artikel yang dipublikasikan di Bioorganic Medicinal Chemistry. Jurnal dengan impact factor (2009) 2.882 dan merupakan the 3rd most cited in medicinal chemistry. Yang cukup membuat DosGil besar kepala adalah yang disitasi metode sintesis yang DosGil pernah lakukan. Bagi DosGil ini menarik karena dulu senyawa itu disintesis dengan tujuan narsis dan sudah lebih dari 5 tahun DosGil tidak melakukan “eksperimen basah”, termasuk sintesis. 😀 Nama scaffold senyawa yang disintesis adalah enadion, sebelas duabelas dengan nama pertama DosGil. He..he..he..

~Dosgil mengutip RoTI FreSh, “Berbagi tak pernah rugi”.

20 September 2010 Posted by | New idea ..., Secangkir ... | , | 2 Komentar

Secangkir kopi dan belajar membuat e-book sendiri …

Terinspirasi oleh Paman Tyo, DosGil membuat e-book dengan bahan berupa file-file yang bertebaran di laptop dengan bantuan tools yang tersebar di internet. Hasilnya, silakan meluncur ke situs ini dengan cara meng-cklik gambar di bawah ini.

Creative Commons License
Seri Kimia Medisinal Komputasi: Langkah Praktis Docking Gratis by Enade Perdana Istyastono is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://molmod.org.

Selamat Idul Fitri!

9 September 2010 Posted by | Secangkir ... | 5 Komentar