Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir teh tawar panas dan hari Sabtu yang cerah …

“Belum …” ketika DosenGila bertanya pada sang belahan jiwa apakah anak semata wayangnya sudah tidur. Sekarang anak itu masih menggelendot manja di buah dada ibunya, di Yogyakarta. Lokasi yang berjarak sekitar 20an jam perjalanan naik pesawat (kalau dikurs ke euro dengan asumsi naik KLM saat ini sekitar 800 euro). Jauh.

Amsterdam cerah hari ini. Setelah berminggu-minggu tidak pernah membuka gordyn di siang hari, hari ini kubuka. Seperti melihat hari baru, harapan baru. Atap-atap rumah berwarna merah dengan burung-burung camar beterbangan di sela-sela cerobongnya merupakan pemandangan yang memikat hati.

Musim dingin telah berlalu sepertinya. Saat menyongsong musim semi dengan segala semangat dan asa.

Selamat merayakan Valentine. Selamat menikmati salah satu hari yang special dan semoga bisa menjadi momentum untuk semakin menikmati setiap detik, setiap hembusan nafas, dan menyimpan semua kenangan indah dalam folder “hadiah Allah”.

~DosenGila akhirnya meng-update blog ini. Setelah hampir sebulan tidak di-update. Terima kasih pada teman-teman di CahAndong yang sudah menghangatkan hari-hari di perantauan ini.

Iklan

14 Februari 2009 Posted by | Secangkir ... | , , , , | 18 Komentar

Secangkir teh tawar panas dan nongton pelem Indonesia …

Pelem “Under the tree” a.k.a “Di bawah pohon“-nya Garin dah diputar ya di tanah air? Ah jadi pengen segera pulang dan nonton. ~juga Laskar Pelangi dan pelem-pelem Indo lainnya.

Oh ya, sudah nonton “Medali buat Hamdani“? Ah tadi DosenGila iseng nonton pelem Indonesia ini dengan ditemani secangkir teh tawar panas. Dan hasilnya lumayan, efek samping jurus “dendeng Balado”-nya Chauft agak sedikit berkurang. ~dengar-dengar sih korban jurus maut ini pada bertumbangan menuh-menuhi septic tank Amsterdam he..he..he..

Ho..ho..ho…

Yah, “Medali buat Hamdani” cukup lumayan untuk membunuh waktu di cuaca yang kurang bersahabat ini. Dialog-dialognya klise dan kisahnya pun klise namun kadang menampar-nampar. DosenGila cukup merinding mendengar dialog di babak akhir pelem ini. Mau tahu? Nonton ajah sendiri yah … Cukup asyik untuk bermain-main olah rasa tentang keseimbangan antara mimpi, ego dan kebersamaan.

Sekarang nonton yang ringan-ringan dulu … “Gengsi Dong” dari Warkop DKI.

Bagi yang (akan atau) sudah nonton “Under the Tree”, silakan dibagi-bagi resensinya … DosenGila disini hanya bisa berdoa semoga lancar … ~sambil melirik duo eblis CA yang mau nongton …

11 Januari 2009 Posted by | Secangkir ... | , , , , | 2 Komentar

Secangkir cappuccino dan tiga hal terpenting di tahun lalu …

Secangkir cappuccino di Kafe Replay, Kalvertoren menjadi perhentian terakhir segala party, kegilaan, renungan, hura-hura, kesunyian, dan shopping di gemerlap diskon liburan musim dingin kali ini. Esok, DosenGila sudah dihadapkan kembali pada kegembiraan rutinitas yang jadi mata pencaharian saat ini: bermain-main dengan molekul di depan komputer ~ sambil berharap selalu ada pencerahan dan keberuntungan di setiap sudut, tikungan dan persimpangan jalan dalam riset ini.

Setelah habis secangkir cappuccino, DosenGila bergegas menembus gerimis di Amsterdam yang suhunya cukup hangat (sekitar tiga derajat celcius he..he..he..) menuju De Krijtberg untuk menghadiri misa mingguan pertama di Tahun 2009 ini ~dan seperti biasa DosenGila terlambat dan tidak dapat tempat duduk sehingga berdiri di belakang sampai misa berakhir. Sepanjang misa yang dilaksanakan dalam Bahasa Belanda ini ~DosenGila hanya pura-pura berdoa tapi sebenarnya tertidur bengong sebenarnya kalau lagi homili~ berbagai kejadian di tahun 2008 yang cukup tertambat di hati dan sanubari berkelebatan di benak DosenGila. Hanya ucap syukur kepada Allah yang selalu ada dalam setiap langkah DosenGila atas setiap hembusan nafas yang dihadiahkan dan setiap anugrah yang dicurahan, terucap dalam bisik doa yang segera lalu dibawa angin dingin Amsterdam di akhir misa itu. Ich habe Gott, Ich habe genuch!

Dalam perjalanan pulang sambil menenteng mainan untuk kado ulang tahun pertama Awan tanggal 3 April 2009 nanti, dalam benak DosenGila seperti diulang-ulang berputar-putar tiga hal yang (mungkin) terpenting terjadi di tahun 2008 lalu:
1. Diberi kesempatan menyelesaikan Master dan mendapat kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang PhD. Suatu keputusan yang sulit untuk mengambil atau tidak mengambil kesempatan itu, saat itu. Yahhh … diputuskan memang untuk diambil dan sudah setahun dijalani meskipun kadang sering menyesali keputusan ini karena konsekuensinya sering dirasakan sangat berat bahkan hampir tidak kuat ditanggung, DosenGila sudah mengambil keputusan dan berusaha tegar (dengan topangan pertolongan-Nya) untuk menghadapi konsekuensinya.
2. Diberi kesempatan untuk menjadi seorang Bapak dan menemani belahan jiwa saat melahirkan anak pertama, Kurniawan Respati Istyastono dengan panggilan Awan. Suatu anugrah yang luar biasa. Betapa DosenGila merasa mukjizat itu ada! Meskipun kemudian karena keputusan No. 1 tidak bisa menemani hari demi hari perkembangan Awan saat ini. Berserah dan pasrah pada-Nya. Hanya itu yang bisa dilakukan, sama seperti saat menunggu kelahiran Awan.
3. Mengundurkan (atau menarik) diri dari sebuah komunitas yang selama ini sudah dianggap keluarga sendiri karena konflik yang mungkin tidak perlu. Suatu keputusan yang mungkin belum berdampak nyata sekarang. Entah nanti. Meski terasa pahit, namun banyak pelajaran yang dipetik oleh DosenGila dari hal ini. At least, DosenGila bisa lebih fokus pada “being“-nya di sini dan kini. So … be it!

“Yo…yo…yo… semangat… semangat… semangat… “

Perdjoengan belum usai, masih panjang! Sekali lagi … ambil “tongkat sihir”, rentangkan tangan, kumpulkan semua ingatan tentang kebahagiaan dan harapan, lalu teriakkan rapalan mantra “Expecto Patronum“.

Tetap semangat dan tertawa gembira, seperti saat bersepeda memboncengkan Foe yang beratnya sebanding dengan DosenGila di kota tepian pantai Vlissingen yang anginnya membuat suhu minus lima derajat terasa minus sembilan derajat.

~gambar diambil dengan semena-mena dari facebook-nya Ikhlas.

4 Januari 2009 Posted by | Secangkir ... | , , , | 7 Komentar

Secangkir ungkapan cinta untuk seorang sahabat …

Ternyata air mata di postingan yang lalu mengalir deras lagi di belahan bumi yang lain. Air mata yang meratapi hal yang sama. Air mata yang seharusnya tidak perlu tercurah andai janji ditepati dan mulut manis yang berbisa itu diberangus (bukan mulutmanisyangberbisa ini lho). However, siapa tah DosenGila ini, hanya manusia biasa yang tidak luput dari dosa bahkan sering berkubang di dalamnya. Apalagi dibanding para raja dan orang suci itu … DosenGila mungkin hanya menjadi duri dalam daging yang layak dan halal untuk dilempar ke perapian yang menyala-nyala. Huahahahahaha, ~ketawa ala Rahwana.

Secangkir ungkapan cinta ini kupersembahkan untukmu sahabatku di sana yang terpaksa mencurahkan air mata karena mencoba menyuarakan suara hati. Silakan dinikmati sambil mendengarkan lagu pembukaan serial komik jepang One Piece ini. Semoga menenangkan hati dan kembali menjaga keseimbangan. Malaikat juga pasti sudah tahu kok.

Come aboard and bring along
all your hopes and dreams,
Together we will find the great things
that we’re looking for …

ONE PIECE!

Compass left behind
It’ll only slow us down
Your heart will be your guide
Raise the sails and take the helm

That legendary place
that the end of the map reveals
Is only legendary
Till someone proves it real!

Through it all
Through all the troubled times
Through the heartache and through the pain

Know that I will be there to stand by you
just like I know you’ll stand by me

So come aboard and bring along
all your hopes and dreams,
Together we will find the great things
that we’re looking for …

There’s always room for you ..
if you wanna be my friend?

We are, We are on the cruise!
We are!

~DosenGila, merenung

30 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , | 7 Komentar

Secangkir teh tawar panas dan kisah tentang PKBI award …

PKBI Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki visi

“Terwujudnya masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Seksual serta hak-hak Kespro dan Seksual yang berkesetaraan dan berkeadilan gender”

menganugerahkan PKBI Award 2008 berupa Blog Award kepada blogger yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kesehatan reproduksi, HIV-AIDS, gender, dan HAM. Pengumuman keberadaan award ini juga disampaikan DosenGila di sini.

Selamat kepada Bli Oka, mBak Ikha Widari dan mBak Titiana Adinda atas award yang diterima. Semoga memicu semangat para awardee dan blogger-blogger lain untuk menularkan informasi dan tetap konsisten dalam “perdjoeangannya.” Apapun itu bentuk “perdjoeangannya”.

Iya … iya … Memang DosenGila telat sangat menyampaikan informasi ini. Momon, sang ketua kelas CahAndong, sudah tiga hari yang lalu mengulas berita ini. Bahkan pengumuman dari blog resmi tentang award ini sudah disampaikan lima hari yang lalu. Jujur saja, tulisan ini ditulis karena komentar Memed di sini yang mengingatkan DosenGila untuk jeng-jeng. Dan akibat jeng-jeng itu, DosenGila ketemu beberapa kebetulan yang mengingatkan pada PKBI award.

Jadi begini, siang tadi setelah mengomentari komentar Memed di sini, DosenGila diajak oleh seorang teman untuk menemani beli celana di Kalverstraat. Suatu ajakan yang tidak masuk akal sebenarnya secara DosenGila hampir tidak pernah membeli produk-produk tekstil sendiri. Biasanya sih dibelikan, dikado, dihadiahi maupun ditemani saat membeli. Pengetahuan maupun selera DosenGila tentang fashion bisa dikatakan nol putul. DosenGila hanya memakai baju yang tersedia dan nyaman. Jadi andai ada aturan atau saran untuk memakai baju seragam, DosenGila akan sangat bersemangat.

Kembali ke Kalverstraat yang dapat dikatakan sebagai Malioboronya Amsterdam. Sama seperti Malioboro yang terletak di sebelah selatan stasiun Tugu, Kalverstraat juga berada di selatan Station Amsterdam Centraal. Setelah berjalan kaki melintasi beberapa rel tram, maka akan ketemu persimpangan jalan. Di sini lah segala sesuatu dimulai. Salah satu saran dari beberapa teman adalah: “Jangan pilih belokan ke kiri. Apapun alasannya jangan pilih belokan ke kiri.” Sebenarnya memang tidak penting untuk ke Kalverstraat, karena memang Kalverstraat dicapai lebih dekat dengan menempuh jalan lurus ke selatan menuju de Dam. Sepanjang jalan ini akan ditemui toko-toko souvenir, kafe dan juga KFC di sebelah kanan jalan. Di sebelah kiri akan ditemui mulai dari kanal, kemudian Beurs van Berlage dan de Bijenkorf (yang ~katanya sih~ jadi tempat tujuan utama kalau ada pejabat studi banding ke Amsterdam). Setelah melewati de Bijenkorf, sampailah pada alun-alun Dam (terjemahan bebas dari Dam Square). Kalverstraat ada di ujung alun-alun yang dapat dicapai setelah hadap serong kanan dan langkah tegap maju jalan dan berjalan melintasi alun-alun.

Kami ketemu di ujung jalan itu kemudian keluar masuk toko mencari celana. Dan sampai toko tutup pada pukul 18.00 (Catatan: Kalverstraat dan sebagian besar toko di Amsterdam hanya buka sampai jam 21.00 di hari Kamis! Jadi kalau ke Amsterdam dan menjadwalkan belanja, lebih baik disusun siang atau sore hari di hari kerja.), tidak ketemu celana yang diinginkan ~lebih tepatnya: tidak ketemu celana yang sesuai budget he..he..he..~.

Salah satu etalase di daerah lampu merah

Hasil dari perburuan ini adalah lapar. Tujuan berikutnya adalah China Town bernama Nieuwmarkt untuk makan Chinese Food. Mau tidak mau ~eh salah ding lebih tepatnya: di dorong hasrat untuk makan~ , DosenGila beserta rekan melintasi daerah lampu merah yang terkenal itu. Saat menuju rumah makan, DosenGila melintas di daerah yang sedang direnovasi dan tidak ada cukup penerangan. Saat melintas daerah tersebut terdengar celutukan yang ironical, “Yes, we were walking through the famous red light district, and now we are walking through the no light district ….”

Saat mendengar celutukan itu spontan DosenGila tertawa terbahak-bahak, namun ketika beberapa lama berselang bertanya dalam hati: Lebih “gelap” mana? Red Light District atau No Light District? Ah embuh .. tidak ketemu jawabnya .. mungkin lebih baik ignorant saja, seperti diungkap di paragraf ketiga postingan DosenGila di sini. Nah, saat berpikir untuk ignorant ini, DosenGila mendapat inspirasi untuk menginformasikan tentang PKBI Blog Awardee 2008. Semoga dengan saling berbagi informasi, mengikis keputusan dan sikap-sikap ignorant serta mewujudkan cinta sejati. Dunia akan penuh dengan cahaya cinta.

Tentang saran dari beberapa teman mengenai: “Jangan pilih belokan ke kiri. Apapun alasannya jangan pilih belokan ke kiri” ternyata adalah karena ke kiri merupakan langkah awal menuju daerah lampu merah. Padahal kalau ada niat, daerah lampu merah dapat diakses dari berbagai tempat. Ho..ho..ho..

~Stasiun kereta ke selatan, ada persimpangan. Kalau lurus ke daerah perbelanjaan. Kalau belok ke salah satu simpangan ketemu ‘daerah lampu merah” yang dekat dengan china town. Koq serasa mirip-mirip stasiun tugu ya? Apakah tata kota Amsterdam ikut-ikutan Djogdja?

~gambar diambil semena-mena dari http://easyexpat.blogexpat.com/gallery/1/red-light-district.gif

30 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , , , | 7 Komentar

Secangkir sisa cola kemarin dan kisah tentang komunitas …

Fiuhhhh…. akhirnya kembali ke kamar setelah menembus dinginnya suhu Amsterdam yang diperparah dengan angin yang mencoba menusuk tulang.

DosenGila menghabiskan akhir pekan kemarin dengan 2 x 24 jam tidak keluar kamar (dimulai dari Jum’at sore sampai Minggu sore). Mengerjakan tugas? Tentu tidak. Tidur, makan dan blogwalking serta chatting ma handai taulan membuat waktu itu terasa sangat singkat. Tidak terasa tiba-tiba sudah hari Minggu sore dan harus beli persediaan makan untuk bertahan hidup seminggu ke depan. Sekitar pukul 4 sore beranjak dari depan layar komputer untuk menyegarkan badan sebelum menghadapi dunia “nyata”.

Komunitas FA-USD 2003 kelas A bersama dosen wali (si DosenGila yang masih relatif kurus), diambil dari friendsternya Mitha

Komunitas FA-USD 2003 di jenjang profesi apoteker (juga diambil dari friendsternya Mitha)

Banyak yang dipelajari di depan komputer. Postingan rekanita Memed ini, menghantarkan DosenGila ke postingan inspiratif dari Gede Prama ini. Saat membaca itu, DosenGila sempat tercenung. Di dalam postingan itu tertera sebuah quoteThe opposite of injustice is not justice, but compassion.” Saat itu angan DosenGila terbang melayang sebuah diskusi singkat di sore hari di Laan van Kronenburg, sekitar dua tahun silam. Diskusi tentang cinta dan benci. Dalam diskusi itu muncul quote dari seorang Guru, “The opposite of love is not hatred, but ignorance. Hmm…hmmm… logika kacau DosenGila yang biasanya kacau menjadi semakin kacau. Jadi, andai love = compassion, maka ignorance = injustice. Dan cinta sejati sangat erat kaitannya dengan compassion. Artinya cinta sejati akan teruji jika bisa mengatasi ignorance dan injustice. Wow … berat sekali beban yang ditanggung oleh cinta sejati. Ya iyalah … tokoh dengan cinta sejati biasanya berakhir dengan penderitaan di dunia fana. Mungkin sebagian tokoh-tokoh manusia biasa yang mendapat gelar pahlawan merupakan contoh dari pengejawantahan cinta sejati. Mereka menghadapi serta mengatasi injustice dan ignorance secara sempurna dengan berbagai pengorbanan, tidak jarang pengorbanannya adalah nyawa. Tidak usah disebutkan satu per satu, DosenGila yakin setiap kita punya tokoh atau sosok pahlawan bagi diri kita maupun tokoh yang menjadi panutan.

Di Hari Pahlawan, 10 November, yang jatuh tepat pada hari ini, komunitas blogger Surabaya yang lebih dikenal dengan komunitas tugu pahlawan berulang tahun untuk pertama kalinya. CahAndong pun menyampaikan ucapan selamat yang ditulis oleh sang Ketua Kelas lengkap dengan ulasan tentang tahapan tumbuh kembangnya komunitas. Berikut kutipannya:

Lalu bagaimana satu komunitas bisa solid dan yang lain tidak? Dalam buku besutan Scott Peck dijelaskan bahwa sebuah komunitas yang ‘matang’ haruslah melalui empat tahap alami yaitu: Pseudo Community, Kekacauan, Kekosongan, dan True Community.

Tahap pertama, Pseudo Community, terjadi ketika tiap orang di komunitas itu berusaha saling ramah dan main aman. Setiap orang berusaha menunjukkan kepribadiannya yang paling menarik.

Tahap Kekacauan terjadi ketika waktu dan proses telah mengijinkan tiap anggota untuk menampilkan sisi mereka yang lain. Perbedaan-perbedaan yang muncul sering menciptakan konflik dan perseteruan.

Tahap kekacauan akan diikuti dengan tahap Kekosongan, di mana tiap orang mulai berusaha memperbaiki kekacauan dan mengobati luka-luka, karena mereka telah mengakui luka dan kekecewaan yang mereka alami.

Tahap terakhir adalah tahap True Community. Kematangan telah mencapai komunitas ini dan ditandai dengan adanya rasa tepa-selira serta kemauan untuk mendengarkan dan mengerti kebutuhan anggota-anggota yang lain. Komunitas matang akan terbiasa membicarakan perbedaan dengan kearifan. Komunitas yang telah matang, tidaklah dipimpin oleh sejumlah individu, melainkan tiap individu menjadi pemimpin komunitas itu

Dari kutipan di atas, DosenGila melihat masa-masa sulit dan kritis adalah tahap kekacauan dan kekosongan. Hal ini juga berarti ketika suatu komunitas mulai rame oleh konflik dan perseteruan berarti komunitas ini sudah melangkah lebih maju. Lebih maju lagi ketika sudah memasuki tahap mengobati luka dan kekecewaan. Sepertinya mengacu pada paragraf tiga di atas, cinta sejati dan compassion harus dipertahankan staminanya untuk mengimbangi ignorance dan injustice yang akan bermunculan di tahap “kekacauan”. Waktu yang akan menjadi saksi bertahannya sebuah komunitas menjadi True Community. Dan sejarah akan mencatat.

Selamat Hari Pahlawan. Selamat ulang tahun Komunitas Tugu Pahlawan.

Ah … masih ada secangkir cola sisa nonton film W., kemarin. Rencananya sih nonton Quantum of Solace, tapi kehabisan tiket.

10 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , | 5 Komentar

Secangkir sokelat amareto lagi dan kisah air mata lagi …

Bukan koq. Ini bukan kisah mellow lagi. Lama-lama jadi http://www.dosenmellow.wordpress.com bukan http://www.dosengila.wordpress.com. Atau kalau di non aktifkan dari dosen seperti teman ini, jadi tinggal gilanya dong alias http://www.gila.wordpress.com. He..he..he..

Postingan kali ini menyangkut airmata Jesse Jackson. Pendeta yang juga pejuang hak-hak sipil ini pernah mencoba menapaki jalan yang ditempuh Obama. Mencoba menembus gedung putih. Air mata Jesse Jackson merepresentasikan buah dari integritas, konsistensi dan perjuangan yang panjang dalam mencoba mengubah lingkaran setan diskrimasi menjadi terang dalam lingkaran rahmat persamaan hak. Pagi ini, dia berdiri mencoba tegar meskipun berlinang air mata bahagia melihat Barrack Obama menjadi orang nomor satu di Amerika. Dosengila yakin, saat itu di benaknya melintas bebrapa kenangan, antara lain saat dia menolak kontrak menjadi pemain football profesional, drop out dari program studi teologi, dan menjadi saksi pembunuhan Dr. Martin Luther King, Jr. Sebuah perjalanan panjang seorang pendeta honoris causa yang pasti penuh dengan cucuran keringat, konflik, dan pengorbanan. Kontroversi memang, apakah itu tangisan dari hati atau hanya “action” secara dia pernah berkomentar negatif kepada Obama. Namun, dosengila yakin bahwa tangisannya keluar dari lubuk hati terkenang akan jalan berliku yang pernah ditempuh bersama rekan-rekan yang lain. Dia berada di barisan para pionir yang berjuang untuk momen bersejarah ini. Berjuang dengan segala resiko dan tentunya saja sebagai manusia pernah melakukan beberapa kesalahan. Air mata itu menetes dari seseorang yang mengerti akan legenda pribadi dan bahasa buana meskipun kadang terhalangi frustasi karena menghadapi ketidakpedulian dan keserakahan. Ungkapan ini sejalan dengan komentar rekan stream line di sini

 

Jesse Jackson

 

Meskipun menurut Om Wiki, Jesse Jackson tidak terlepas dan jatuh pada godaan nafsu duniawi, banyak hal yang bisa dipelajari dari beliau. Seperti banyak hal pula yang diajarkan kepada dosengila oleh seorang Romo yang pernah tinggal seatap dengannya: berpikir jernih, merdeka, mengubah lingkaran setan menjadi lingkaran rahmat dan banyak hal lain. Dua quote beliau yang masih terpatri di ingatan adalah:
1. Ich habe Gott, Ich habe genuch. Kalimat yang membuat dosengila yakin akan masa depan dan membantuku melawan rasa takut dan khawatir, dan
2. “Rasa takut membuat kita menjadi keras.” Dan kelembutan hati yang ditunjukkan air mata yang menetes dari orang se”garang” Jesse Jackson terkait erat dengan keberanian sejati. Ketika hati mulai mengeras yang ditunjukkan oleh pikiran, perkataan dan perbuatan yang “keras” pula, suatu petunjuk bahwa rasa takut mulai menyerang. Bila saat itu tiba, kembali ingat pada quote pertama “I have God, I have enough” cukup membantu

Hm… tidak mudah memang. Apalagi menjaga integritas antara ucapan dan perbuatan, antara janji dan pemenuhan janji, dan antara bertindak bijak atau memihak. Lebih gampang adalah diam dan mengabaikan kesempatan untuk mengubah lingkaran setan menjadi lingkaran rahmat.

Lebih gampang lagi, menikmati sokelat dingin dengan campuran amareto lalu tidur nyenyak.

Dosengila curiga campuran amareto dan sokelat membuat depresi. Koq bawaannya jadi mellow terus?

5 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , | 12 Komentar

Secangkir sokelat beku dan kisah tentang air mata …

Sokelat sisa yang kupakai mencampur dengan amareto kemarin membeku di koelkast. Enak juga ternyata … sayang air mata yang sempat menetes dan merembes lewat ujung bibir membuatnya terasa lebih asin.

Air mata? Ya, setelah lama tidak meneteskan air mata, malam ini kembali menetes tanpa terasa saat harus “menghapus” jejak cinta yang masih tersisa. Maaf, kalau pada bingung bacanya. Ini bukan cinta erotik koq melainkan cinta pada sesuatu yang lain. Sayang, cinta itu bertepuk sebelah tangan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Cinta yang membara bahkan siap untuk terluka, mendapat jawaban singkat, padat jelas, “Kamu apaan sih? Aku tahu kamu mencintai aku, tapi bukan begini caranya. Enyahlah kau dari sini. Aku muak melihat wajahmu.” Sejenak bingung, kaget, bengong, marah mendapat jawaban seperti itu, secara reaktif dan berusaha tenang dosengila membalas, “Baiklah, aku pergi!”

https://i1.wp.com/i17.photobucket.com/albums/b64/lope-mizz-ya/tear.jpg

Buat yang pada bingung membaca postingan ini dan sebelumnya, mohon maaf, soalnya dosengila lagi sentimentil jadi tulisannya yang biasanya kacau semakin kacau. Konsekuensi dari dialog diatas adalah dihapusnya sisa cinta yang ada supaya tidak membikin semakin perih. Hanya saja setiap usaha penghapusan itu meninggalkan luka dan perih meskupin yakin nanti akan cepat kering dan pulih. Tapi tak terasa, air mata itu menetes. Pelan melewati pipi yang tembem ini dan sempat bermuara diujung bibir. Sedikit lega setelah air mata ini menetes, namun saat melihat dimana sisa cinta tadi berada dan sudah tidak ditemui lagi. Air mata ini semakin deras mengalir. Ternyata postingan kemarin tentang “aku bahagia melihat engkau bahagia” susah diwujudkan, yang mungkin lebih mudah adalah “aku bahagia melihat engkau bahagia, namun jujur, aku lebih berbahagia kalau engkau berbahagia karena dan bersama aku”.

Lagu pengiring penulisan ini berjudul malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya tidak hanya membuat Luna Maya menangis membuat air mata ini semakin deras. Good job Dee… ! . halah .. gini aja nangis bombay .. sudahlah .. masak aja.. lapar kali kau? Dan dosengila beranjak dari depan komputer menuju dapur untuk masak mie goreng jawa istimewa. Tangisannya tambah deras karena mengiris bawang bombay untuk ditumis.

Liriknya (yang diambil dari sini):
Lirik Lagu Dewi Lestari – Malaikat Juga Tahu
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku lah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya

4 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , | 8 Komentar

Sesloki amareto dan kisah tentang rentenir dan putri petani …

https://i1.wp.com/www.siliconeer.com/past_issues/2006/september2006_files/NEWS-farmer.jpg 

Pada tanggal 29 Oktober 2008 pukul 15:25 WIB, dosengila menerima sebuah email dari seorang kolega dosen di tempat dimana www.pipo-usd.com berafiliasi. Email tersebut merupakan forward dari email seorang alumni (yang mungkin juga hasil forwardan juga, so sumber asli tidak diketahui, apabila ada yang mengetahui mohon osengila diberitahu) berisi tentang kisah seorang rentenir dan putri petani. Demikian ceritanya:

Dahulu kala di suatu desa kecil di Indian, seorang petani yang sangat
miskin mempunyai hutang yang sangat besar kepada rentenir di desa tersebut.
Rentenir itu, udah tua, bangkotan, eee…. malah tertarik pada putrinya
pak tani yang cakep itu.

Kemudian si rentenir tersebut mengajukan penawaran, dia akan
melupakan hutang2 petani tersebut jika dia dapat menikahi putrinya. Sang
petani dan putrinya pun bingung dengan tawaran tersebut, kayaknya mereka
nggak setuju.

Melihat gelagat seperti itu Si rentenir mengajukan tawaran lagi
untuk membuat keputusan. Dia mengatakan, bahwa dia akan meletakkan
keping hitam dan keping putih di dalam kantong kosong, kemudian sang putri
petani diharuskan untuk mengambil satu keping dari kantong tersebut.

1. Jika sang putri mendapatkan keping hitam, maka dia akan menjadi istri
rentenir tersebut dan hutang2 petani tersebut lunas.
2. Jika sang putri mendapatkan keping putih, maka rentenir tersebut tidak
akan menikahi sang putri dan hutang2 petani tersebut lunas.
3. Jika sang putri menolak mengambil keping, sang petani akan dipenjara.
Berada di halaman petani yang banyak terdapat kepingan2, si rentenir
mengambil 2 keping. Ketika mengambil, mata sang putri yang tajam melihat,
bahwa keping yang dimasukkan ke dalam kantong keduanya berwarna hitam.
Kemudian rentenir itu menyuruh sang putri mengambil keping tersebut di
dalam kantong.

Sekarang bayangkan anda ada di sana, apa yang kamu lakukan jika anda
sebagai putri tersebut? Jika anda harus menolong sang putri, apa yang
harus kaulakukan kepada sang putri?

Melihat hal seperti itu, ada 3 kemungkinan. ..
1. sang putri menolak untuk mengambil kepingan.
2. sang putri menunjukkan, bahwa yang di dalam kantongtersebut keduanya
adalah berwarna hitam serta mengungkap, bahwa rentenir tersebut curang.3.
sang putri mengambil keping hitam dan mengorbankan dirinya untuk
menyelamatkan ayahnya dari hutang2 dan penjara.

Sekarang pertimbangkan cerita di atas. Pengalaman ini digunakan untuk
membedakan pemikiran logika dan lateral thinking. Dilema sang putri tidak
dapat diselesaikan dengan logika awam. Pikirkan cara lain, jika sang putri
tidak memilih pilihan yang diberikan kepadanya. Apa yang akan anda
tawarkan kepadanya ?

Jangan melihat jawaban di bawah ini, sebelum anda memikirkan cara
lainsebagai saran kepada sang putri, pikirkan 5 menit saja….

Baik, begini caranya.

Sang putri memasukkan tangannya ke dalam kantong dan mengambil satu keping
tersebut. Tanpa melihat keping tersebut, secara sengaja menjatuhkan
(setengah melempar) keping tersebut ke halaman dan bercampur dengan
keping2 yang lain di halaman.
‘Oh, betapa bodohnya aku’ kata sang putri, ‘tapi, anda nggak usah
khawatir, jika tuan melihat sisa kepingan di dalam kantong, maka tuan akan
mengetahui keping mana yang saya ambil’. Dengan begitu, sisa yang ada di
dalam kantong adalah keping berwarna hitam, sehingga diasumsikan bahwa
sang putri telah mengambil keping yang berwarna putih.
Sejak rentenir berani menyatakan untuk tidak jujur, sang putri mengubah
dari keadaan yang kelihatannya mustahil menjadikeadaan yang sangat
menguntungkan.

Moral of the story : Semua permasalahan yang kompleks mempunyai jalan
keluar. Yang anda butuhkan hanya melebarkan pemikiran anda. Jika logika
anda tidak bisa bekerja, berusahalah dengan lateral thinking.Lateral
thinking sangat kreatif, mudah dikerjakan tiap hari.

‘Rahasia untuk sukses, adalah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui
orang lain’…… .Lebih Baik Mulai Menyalakan Lilin daripada terus
menerus mengutuki kegelapan yang menyelubungi Kita…

Dan yang pasti teruslah berharap kepadaNya, krn kepadaNyalah jalan kita
dibukakan

Nah sesaat setelah membaca email tersebut, sel-sel kelabu di kepala ini bekerja nakal dan mencoba berperan menjadi rentenir yang cerdik (dan cenderung licik). Berikut lanjutan cerita yang muncul tiba-tiba di benak dosengila:

Saat sang putri menjatuhkan (dengan setengah melempar) kepingan tadi, maka
rentenir menyadari bahwa sang putri ini pintar.
Cantik dan pintar adalah
kombinasi yang berbahaya.
Maka sang rentenir terpaksa mengurungkan niat
untuk menikahi putri petani.

Dan … untuk menyelamatkan muka serta harta.
Rentenir mengambil kepingan yang lain serta menjatuhkan (dengan setengah
melempar) pula dan berkata, “Aduh, ini jatuh pula. Sekarang kita tidak
tahu kepingan warna apa yg yang kau ambil. Kita lupakan saja tawaran tadi.
Dan sebagai ganti telah menghabiskan waktu kalian. Bunga utang aku
hapuskan, jadi tinggal pokoknya saja. Dan jika bersedia, putrimu aku tawari
pekerjaan sebagai asisten yg membantu aku mengurusi utang-piutang
dengan gaji yg pantas.” Tawaran itu bagai setetes air di tengah samudera di gurun sahara. Putri petani bersedia supaya dapat mengangsur hutang ayahnya.

Rentenir yang benar-benar jatuh cinta kepada sang
putri dan menuruti nasehatnya dalam utang piutang. Dengan bantuan seorang wanita yang cantik dan pintar, usaha rentenir berubah menjadi usaha simpan pinjam yang memberdayakan masyarakat. Sang putri pun bahagia melihat perubahan sosok rentenir menjadi orang yang tua dan bijak. Karena sering bersama, benih-benih cinta pun tumbuh. Hingga suatu saat, ketika bekas rentenir melamar untuk kedua kali. Sang putri tidak ragu lagi untuk menjawab “iya”. And they live happily ever after ….

Moral of the story: Lha buaya dikadalin … tapi buaya ya tetap buaya dengan berbagai cara untuk mencapai tujuan …. ho..ho..ho..

Udara Amsterdam semakin dingin, saatnya mina bantuan sesloki Amareto dan sebatang gudang garam untuk menghangatkan badan. Amareto Dissarono dan Gudang Garam, kombinasi yang ….

30 Oktober 2008 Posted by | Secangkir ... | , , | 4 Komentar

“Metode Penelitian” dalam Cinta

Sedikit renungan dari hasil penelitian mendalam dangkal tentang aplikasi “metode penelitian” dalam meraih cita cinta.

https://i1.wp.com/www.autograph-math.com/images/Valentine.png

Seringkali ketika orang jatuh cinta maka yang digunakan adalah “rasa” dan kadang “menjadi bodoh”. Hal ini, dibahas cukup tuntas oleh National Geography edisi Indonesia bulan Februari 2006. Pertanyaan yang timbul berikutnya adalah: ketika kita jatuh cinta, mampukah menggunakan sedikit rasio dan “pengamatan empirik” dalam mendapatkan cinta seseorang yang kepadanya, kita “jatuhi cinta”?

Jika jawabannya: mampu, maka langkah yang disarankan berikutnya adalah seperti tahapan-tahapan metode penelitian: dedukto-hipotetiko-verifikatif.

I. Perumusan masalah dalam hal ini adalah sebagai berikut: Apakah dia mau jadi kekasihmu? Lanjutkan dengan sedikit percobaan pendahuluan dan studi literatur. Yang harus bisa dijawab adalah: kesukaan dia, referensi mantan pacar dan mengapa putus, dan sedikit percobaan seperti jalan sebentar, ngajak ngobrol sebentar dll. Tahap ini paling penting dan disarankan cukup lama dan mendalam. Hanya saja, berkenalan saja “sulit” dan sudah menjadi masalah, bagaimana mau “percobaan pendahuluan dan studi literatur”.

II. Berdasarkan langkah pertama tarik hipotesis dari perumusan masalah: “Apakah dia mau jadi kekasihmu?” Menurut petunjuk dari seseorang yang aku lupa namanya jika hipotesisnya adalah “tidak” maka dia “mungkin” jadi kekasihmu, jika “mungkin” maka dia “akan” jadi kekasihmu, jika “ya” maka dia “pasti” jadi kekasihmu. Positive thinking will help!

III. Verifikasi! Ini adalah langkah penting dan butuh keberanian. Apa artinya tahap 1 dan 2 kalau tidak punya nyali disini? Seperti halnya penelitian, verifikasi butuh keberanian untuk menerima hasil verifikasi dan kejujuran untuk mengungkapkannya baik bagi diri sendiri maupun publik. Caranya: Tanyakan aja dan mintalah dia untuk menjadi kekasih dengan tahapan “bertanya dan meminta” sesuai strategi yang disusun berdasarkan analisis pada tahap pertama!

Namun jika ini dianggap tidak masuk akal, berarti betul pernyataan bahwa orang jatuh cinta akan “menjadi bodoh”.

Kopi paste dengan sangat sedikit sekali polesan dari sini atas seijin yang punya blog.

25 Oktober 2008 Posted by | New idea ... | , , , | 11 Komentar