Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir teh tawar panas dan hari Sabtu yang cerah …

“Belum …” ketika DosenGila bertanya pada sang belahan jiwa apakah anak semata wayangnya sudah tidur. Sekarang anak itu masih menggelendot manja di buah dada ibunya, di Yogyakarta. Lokasi yang berjarak sekitar 20an jam perjalanan naik pesawat (kalau dikurs ke euro dengan asumsi naik KLM saat ini sekitar 800 euro). Jauh.

Amsterdam cerah hari ini. Setelah berminggu-minggu tidak pernah membuka gordyn di siang hari, hari ini kubuka. Seperti melihat hari baru, harapan baru. Atap-atap rumah berwarna merah dengan burung-burung camar beterbangan di sela-sela cerobongnya merupakan pemandangan yang memikat hati.

Musim dingin telah berlalu sepertinya. Saat menyongsong musim semi dengan segala semangat dan asa.

Selamat merayakan Valentine. Selamat menikmati salah satu hari yang special dan semoga bisa menjadi momentum untuk semakin menikmati setiap detik, setiap hembusan nafas, dan menyimpan semua kenangan indah dalam folder “hadiah Allah”.

~DosenGila akhirnya meng-update blog ini. Setelah hampir sebulan tidak di-update. Terima kasih pada teman-teman di CahAndong yang sudah menghangatkan hari-hari di perantauan ini.

14 Februari 2009 Posted by | Secangkir ... | , , , , | 18 Komentar

Secangkir teh tawar panas dan mabuk lagi …

Oke.. oke.. memang DosenGila sedikit mabuk lagi. Tadi ada pesta kecil memperingati ulang tahunnya grup tetangga, ACAS. Namun tidak seperti pesta kecil yang dilanjutkan makan malam sentimentil hari Rabu minggu lalu, kali ini DosenGila hanya minum tiga gelas white wine.~tapi dengan tambahan satu botol kecil bir he.. he.. he..

Minggu ini (sampai saat ini) cukup santai, ~terjemahan bebasnya adalah = pekerjaan sehari-hari hanya nongkrongin milis CahAndong, forum ikastara.org, dan chatting~ meski masih ada pekerjaan rumah dari Hugo yang membutuhkan kerja keras ~dan keberuntungan~ untuk menyelesaikannya. Sampai saat ini keberuntungan masih menaungi … ~semoga untuk selanjutnya juga. Ah sudahlah curhat colongan tentang pekerjaan, lebih baik beranjak ke cerita tentang seorang sahabat DosenGila yang dijalin sejak masih bercelana pendek biru ke sekolah. Sahabat yang oleh sebagian orang bahkan dinobatkan sebagai “soulmate” DosenGila.

Blog Baru Yudo - mulutmanisyangberbisa

Jadi begini, pagi ini (di Indonesia sepertinya sudah siang) DosenGila berhasil meracuni Yudo untuk ngeblog pakai wordpress setelah sekian lama pakai blog di friendster (yang jarang diapdet). In fact, tulisan di blog baru ini masih repost dari blognya di friendster. Tulisan-tulisan menusuk karena benar-benar ditulis dari hati yang jarang dikeluarkan lewat percakapan, menghiasi blog baru ini. Ya, Yudo memang dikenal kalem (nakal kalau malem) dan cukup pelit dalam bertukar cakap di dunia nyata, namun ternyata tajam di dunia maya. Hanya saja rayuan dan metode pria dengan status in a relationSHOP ini untuk didekati wanita ~bukan mendekati melainkan DIDEKATI ck..ck..ck..~ cukup maut. Kemampuan ini mungkin diperoleh karena bergaul dengan DosenGila lebih dari 15 tahun. ~dan mengamati serta belajar dari kegagalan DosenGila dalam mendekati wanita yang terbukti dari ditolak cinta lebih dari 25 kali hua.. ha..ha.. ha… tertawa ala Dasamuka. Oh ya, hampir kelupaan, Yudo yang memilih tajuk mulutmanisyangberbisa untuk blog baru ini merupakan arsitek dengan keahlian sampingan ndesain grapis dan poto-poto. Salah satu karya Yudo berupa logo molmod.org nangkring di bawah banner CahAndong di kolom bagian kanan blog ini.

@Yudo, mulutmanisyangberbisa: Selamat atas blog barunya! Baru hari pertama sudah tembus 30 kali dikunjungi. Ditunggu tulisan, karya ndesain dan poto-poto di blog barunya.

27 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , | 8 Komentar

Secangkir sokelat beku dan kisah tentang air mata …

Sokelat sisa yang kupakai mencampur dengan amareto kemarin membeku di koelkast. Enak juga ternyata … sayang air mata yang sempat menetes dan merembes lewat ujung bibir membuatnya terasa lebih asin.

Air mata? Ya, setelah lama tidak meneteskan air mata, malam ini kembali menetes tanpa terasa saat harus “menghapus” jejak cinta yang masih tersisa. Maaf, kalau pada bingung bacanya. Ini bukan cinta erotik koq melainkan cinta pada sesuatu yang lain. Sayang, cinta itu bertepuk sebelah tangan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Cinta yang membara bahkan siap untuk terluka, mendapat jawaban singkat, padat jelas, “Kamu apaan sih? Aku tahu kamu mencintai aku, tapi bukan begini caranya. Enyahlah kau dari sini. Aku muak melihat wajahmu.” Sejenak bingung, kaget, bengong, marah mendapat jawaban seperti itu, secara reaktif dan berusaha tenang dosengila membalas, “Baiklah, aku pergi!”

https://i1.wp.com/i17.photobucket.com/albums/b64/lope-mizz-ya/tear.jpg

Buat yang pada bingung membaca postingan ini dan sebelumnya, mohon maaf, soalnya dosengila lagi sentimentil jadi tulisannya yang biasanya kacau semakin kacau. Konsekuensi dari dialog diatas adalah dihapusnya sisa cinta yang ada supaya tidak membikin semakin perih. Hanya saja setiap usaha penghapusan itu meninggalkan luka dan perih meskupin yakin nanti akan cepat kering dan pulih. Tapi tak terasa, air mata itu menetes. Pelan melewati pipi yang tembem ini dan sempat bermuara diujung bibir. Sedikit lega setelah air mata ini menetes, namun saat melihat dimana sisa cinta tadi berada dan sudah tidak ditemui lagi. Air mata ini semakin deras mengalir. Ternyata postingan kemarin tentang “aku bahagia melihat engkau bahagia” susah diwujudkan, yang mungkin lebih mudah adalah “aku bahagia melihat engkau bahagia, namun jujur, aku lebih berbahagia kalau engkau berbahagia karena dan bersama aku”.

Lagu pengiring penulisan ini berjudul malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya tidak hanya membuat Luna Maya menangis membuat air mata ini semakin deras. Good job Dee… ! . halah .. gini aja nangis bombay .. sudahlah .. masak aja.. lapar kali kau? Dan dosengila beranjak dari depan komputer menuju dapur untuk masak mie goreng jawa istimewa. Tangisannya tambah deras karena mengiris bawang bombay untuk ditumis.

Liriknya (yang diambil dari sini):
Lirik Lagu Dewi Lestari – Malaikat Juga Tahu
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku lah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya

4 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , | 8 Komentar

“Metode Penelitian” dalam Cinta

Sedikit renungan dari hasil penelitian mendalam dangkal tentang aplikasi “metode penelitian” dalam meraih cita cinta.

https://i1.wp.com/www.autograph-math.com/images/Valentine.png

Seringkali ketika orang jatuh cinta maka yang digunakan adalah “rasa” dan kadang “menjadi bodoh”. Hal ini, dibahas cukup tuntas oleh National Geography edisi Indonesia bulan Februari 2006. Pertanyaan yang timbul berikutnya adalah: ketika kita jatuh cinta, mampukah menggunakan sedikit rasio dan “pengamatan empirik” dalam mendapatkan cinta seseorang yang kepadanya, kita “jatuhi cinta”?

Jika jawabannya: mampu, maka langkah yang disarankan berikutnya adalah seperti tahapan-tahapan metode penelitian: dedukto-hipotetiko-verifikatif.

I. Perumusan masalah dalam hal ini adalah sebagai berikut: Apakah dia mau jadi kekasihmu? Lanjutkan dengan sedikit percobaan pendahuluan dan studi literatur. Yang harus bisa dijawab adalah: kesukaan dia, referensi mantan pacar dan mengapa putus, dan sedikit percobaan seperti jalan sebentar, ngajak ngobrol sebentar dll. Tahap ini paling penting dan disarankan cukup lama dan mendalam. Hanya saja, berkenalan saja “sulit” dan sudah menjadi masalah, bagaimana mau “percobaan pendahuluan dan studi literatur”.

II. Berdasarkan langkah pertama tarik hipotesis dari perumusan masalah: “Apakah dia mau jadi kekasihmu?” Menurut petunjuk dari seseorang yang aku lupa namanya jika hipotesisnya adalah “tidak” maka dia “mungkin” jadi kekasihmu, jika “mungkin” maka dia “akan” jadi kekasihmu, jika “ya” maka dia “pasti” jadi kekasihmu. Positive thinking will help!

III. Verifikasi! Ini adalah langkah penting dan butuh keberanian. Apa artinya tahap 1 dan 2 kalau tidak punya nyali disini? Seperti halnya penelitian, verifikasi butuh keberanian untuk menerima hasil verifikasi dan kejujuran untuk mengungkapkannya baik bagi diri sendiri maupun publik. Caranya: Tanyakan aja dan mintalah dia untuk menjadi kekasih dengan tahapan “bertanya dan meminta” sesuai strategi yang disusun berdasarkan analisis pada tahap pertama!

Namun jika ini dianggap tidak masuk akal, berarti betul pernyataan bahwa orang jatuh cinta akan “menjadi bodoh”.

Kopi paste dengan sangat sedikit sekali polesan dari sini atas seijin yang punya blog.

25 Oktober 2008 Posted by | New idea ... | , , , | 11 Komentar