Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir sokelat amareto lagi dan kisah air mata lagi …

Bukan koq. Ini bukan kisah mellow lagi. Lama-lama jadi http://www.dosenmellow.wordpress.com bukan http://www.dosengila.wordpress.com. Atau kalau di non aktifkan dari dosen seperti teman ini, jadi tinggal gilanya dong alias http://www.gila.wordpress.com. He..he..he..

Postingan kali ini menyangkut airmata Jesse Jackson. Pendeta yang juga pejuang hak-hak sipil ini pernah mencoba menapaki jalan yang ditempuh Obama. Mencoba menembus gedung putih. Air mata Jesse Jackson merepresentasikan buah dari integritas, konsistensi dan perjuangan yang panjang dalam mencoba mengubah lingkaran setan diskrimasi menjadi terang dalam lingkaran rahmat persamaan hak. Pagi ini, dia berdiri mencoba tegar meskipun berlinang air mata bahagia melihat Barrack Obama menjadi orang nomor satu di Amerika. Dosengila yakin, saat itu di benaknya melintas bebrapa kenangan, antara lain saat dia menolak kontrak menjadi pemain football profesional, drop out dari program studi teologi, dan menjadi saksi pembunuhan Dr. Martin Luther King, Jr. Sebuah perjalanan panjang seorang pendeta honoris causa yang pasti penuh dengan cucuran keringat, konflik, dan pengorbanan. Kontroversi memang, apakah itu tangisan dari hati atau hanya “action” secara dia pernah berkomentar negatif kepada Obama. Namun, dosengila yakin bahwa tangisannya keluar dari lubuk hati terkenang akan jalan berliku yang pernah ditempuh bersama rekan-rekan yang lain. Dia berada di barisan para pionir yang berjuang untuk momen bersejarah ini. Berjuang dengan segala resiko dan tentunya saja sebagai manusia pernah melakukan beberapa kesalahan. Air mata itu menetes dari seseorang yang mengerti akan legenda pribadi dan bahasa buana meskipun kadang terhalangi frustasi karena menghadapi ketidakpedulian dan keserakahan. Ungkapan ini sejalan dengan komentar rekan stream line di sini

 

Jesse Jackson

 

Meskipun menurut Om Wiki, Jesse Jackson tidak terlepas dan jatuh pada godaan nafsu duniawi, banyak hal yang bisa dipelajari dari beliau. Seperti banyak hal pula yang diajarkan kepada dosengila oleh seorang Romo yang pernah tinggal seatap dengannya: berpikir jernih, merdeka, mengubah lingkaran setan menjadi lingkaran rahmat dan banyak hal lain. Dua quote beliau yang masih terpatri di ingatan adalah:
1. Ich habe Gott, Ich habe genuch. Kalimat yang membuat dosengila yakin akan masa depan dan membantuku melawan rasa takut dan khawatir, dan
2. “Rasa takut membuat kita menjadi keras.” Dan kelembutan hati yang ditunjukkan air mata yang menetes dari orang se”garang” Jesse Jackson terkait erat dengan keberanian sejati. Ketika hati mulai mengeras yang ditunjukkan oleh pikiran, perkataan dan perbuatan yang “keras” pula, suatu petunjuk bahwa rasa takut mulai menyerang. Bila saat itu tiba, kembali ingat pada quote pertama “I have God, I have enough” cukup membantu

Hm… tidak mudah memang. Apalagi menjaga integritas antara ucapan dan perbuatan, antara janji dan pemenuhan janji, dan antara bertindak bijak atau memihak. Lebih gampang adalah diam dan mengabaikan kesempatan untuk mengubah lingkaran setan menjadi lingkaran rahmat.

Lebih gampang lagi, menikmati sokelat dingin dengan campuran amareto lalu tidur nyenyak.

Dosengila curiga campuran amareto dan sokelat membuat depresi. Koq bawaannya jadi mellow terus?

Iklan

5 November 2008 - Posted by | Secangkir ... | , ,

12 Komentar »

  1. nyetel lagu disko wae kang…

    Komentar oleh ngodod | 6 November 2008 | Balas

  2. @ Pakde Ngodod: Gak suka disco je. Tapi usul yang menarik. Entar malam bilyard ah …

    Komentar oleh enade | 6 November 2008 | Balas

  3. wah meloo meloo melooo,,, ampun dhe kalo gn

    Komentar oleh iwan | 6 November 2008 | Balas

  4. @Iwan : Yesssss, akhirnya dari komen ini ketemu jawaban dari pertanyaan di akhir postingan: “Bukan amareto yang bikin melo, melainkan sokelatnya, Secara m*lo lebih mirip sokelat daripada amareto.”

    Komentar oleh Enade | 6 November 2008 | Balas

  5. Ho..ho..membaca 2 postinganmu terakhir, aku suka caramu untuk mengungkapkan rasa yang saat ini kau rasakan. Ada kegelisahan, namun juga ada harapan ! Itu yang aku suka !!! banyak mungkin yang ‘tidak paham’ dengann dirimu. Tapi tenang fren…masih banyak kok yang tetep ‘trust’ dan menghargai kreativitas mu.

    salam hangat
    yosefw

    Komentar oleh yosefw | 6 November 2008 | Balas

  6. wah bang, yg harusnya mellow gara2 amaretto sama coklat itu aku kli. secara it reminds me to ….

    lah ini kok malah abang yg mellow ya

    Komentar oleh myra diati | 8 November 2008 | Balas

  7. @ Pak Yosef: Jujur aja. Aku dah skeptis.

    @ Myra: Emang kau kira aku nyindir sapa dengan menulis amareto dan sokelat dingin? Huahahahaha (tertawa ala Rahwana ….) Kapan mampir nih, masih ada Amareto setengah botol besar ….?

    Komentar oleh Enade | 8 November 2008 | Balas

  8. bosokkkkkk..trnyata….ada prawn behind the stone( baca: udang di balik batu). kykny emg bner ya bang amaretto bikin orang jdi jujur. abang jdi ngga setengah2 buat nyindir aku :((

    Komentar oleh myra diati | 8 November 2008 | Balas

  9. @ myra diati: cup..cup..cup.. sudahlah tidak usah menangis begitu… Lebih baik mengetahui kebenaran daripada menyimpan rapat dan membusuk di dalam. (Omong apa tho iki?)

    Komentar oleh Enade | 8 November 2008 | Balas

  10. Sebuah artikel yang bagus untuk direnungkan.
    Semoga bisa meningkatkan kesadaran akan kebersamaan.

    Salam buat Anda dan semua yang ada di sini.

    Komentar oleh love-ely | 9 November 2008 | Balas

  11. @ love-ely: Salam kenal. Sungguh indah memang kebersamaan yang timbul dari kesadaran, namun sungguh ironi kebersamaan yang dipaksakan dengan penyeragaman.

    Komentar oleh Enade | 9 November 2008 | Balas

  12. […] Setelah habis secangkir cappuccino, DosenGila bergegas menembus gerimis di Amsterdam yang suhunya cukup hangat (sekitar tiga derajat celcius he..he..he..) menuju De Krijtberg untuk menghadiri misa mingguan pertama di Tahun 2009 ini ~dan seperti biasa DosenGila terlamabat dan tidak dapat tempat duduk sehingga berdiri di belakang sampai misa berakhir. Sepanjang misa yang dilaksanakan dalam Bahasa Belanda ini ~DosenGila hanya pura-pura berdoa tapi sebenarnya tertidur bengong sebenarnya kalau lagi homili~ berbagai kejadian di tahun 2008 yang cukup tertambat di hati dan sanubari berkelebatan di benak DosenGila. Hanya ucap syukur kepada Allah yang selalu ada dalam setiap langkah DosenGila atas setiap hembusan nafas yang dihadiahkan dan setiap anugrah yang dicurahan, terucap dalam bisik doa yang segera lalu dibawa angin dingin Amsterdam di akhir misa itu. Ich habe Gott, Ich habe genuch! […]

    Ping balik oleh Secangkir cappuccino dan tiga hal terpenting di tahun lalu … « Laan van Kronenburg | 4 Januari 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: