Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir coklat panas dan “perjalanan pendek dan singkat ke barat …”

Badan ini lelah. Itulah kesimpulan setelah perjalanan ke Barat alias ke Ibu Kota NKRI Jakarta. Namun demikian, semangat ini menjadi semakin menyala-nyala untuk … untuk … hmmm … untuk apa yahh? Pokoknya untuk itu, yang penting jadi “menyala-nyala”!

Rencana perjalanan ke barat ini sudah DosGil putuskan hampir sebulan silam (http://dosengila.posterous.com/ke-jakarta-aku-kan-kembali-120110). Dan saat itu DosGil putuskan untuk naik kereta. Kenapa kereta? 1. Karena DosGil tidak terburu-buru, 2. Momen yang tepat untuk compare and contrast dengan moda transportasi yg biasa DosGil gunakan untuk ke Jakarta. 3. DosGil terpuaskan naik Sancaka ke surabaya pp Oktober tahun lalu. Maka kereta jadi pilihan DosGil. Lagipula DosGil akan pergi untuk have fun, jadi kalau dikecewakan oleh moda transportasi ini diharapkan tidak terlalu membuat DosGil gusar. Dan, ternyata DosGil tidak gusar sama sekali. DosGil puas dengan payanan PT. KAI ini. Luar biasa! Bersih, relatif tepat waktu (pp hanya delay 30 menit), toilet gratis dan bersih, tenpat tunggu yang nyaman dan tidak crowded dll. dll. dll. Jika di Gambir dan di Statiun tugu ada jasa lounge lengkap dengan kamar mandi pasti akan laku keras dan pelayanan ini hampir sempurna. Sempurna kalau di kereta ada internet gratis. 😀

Di Jakarta, DosGil menghadiri reuni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-5. (Gak percaya? Iya betul DosGil alumni SMA itu, tapi kalau gak percaya ya gak papa karena kepercayaan itu didapat karena perbuatan bukan sekadar kata-kata *tsahhh). Kerinduan selama 15 tahun tidak pernah berjumpa pasti tidak cukup ditumpahkan dalam setengah hari dalam acara hahahihihehe di Balai Kartini (yang berbarengan dengan Hellofest) dan main bola di Episentrum lalu makan malam di Bakmi GM. Meski kemudian masih dilanjutkan di Apartemen Casablanca, tapi esok harinya kami sudah harus berpisah. Luar biasa. Melihat prestasi teman-teman, DosGil terpacu untuk berkarya lebih baik lagi. Tidak sabar untuk ketemuan lagi 2014 (20 tahun dari awal perjumpaan) dan 2017 (20 tahun dari awal perjuangan). Mengutip lagu Songsong Masa Depan, ” … nantikan karyaku 20 tahun lagi.” Que sera sera! Terima kasih panitia, terima kasih teman-teman semua.

Dari penginapan DosGil menuju gedung Cawang Kencana, menghadiri pernikahan kolega. Lanjut ke Central Park untuk meet up seorang sahabat. What a productive week end. Yang DosGil tidak habis pikir, Jakarta sudah penuh sesak dengan mall, masih ramai pula mall-mall pusat perbelanjaan ini. Ah tidak usah dipikir seperti tidak usahlah dipikir debat kusir yang membuat DosGil memilih untuk “on leave” dari sebuah grup demi menjaga “pikiran positif”. Iya kan @JerukRumpi?

Selamat hari Senin!

*DosGil akan eksekusi bisnis baru hari ini. Semoga kali ini sukses membawa DosGil menjadi pengusaha yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bangsa, negara dan dunia. May the force be with us, always!

Iklan

6 Februari 2012 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , , , , | 3 Komentar

Secangkir teh pahit kental dan penutup kisah bendera …

Diare kambuh lagi. Hmmmpfff, akhirnya secangkir teh pahit kental jadi harapan untuk melewati masa ini.

Sekedar penutup kisah-kisah tentang bendera selama liburan. Rasa kangen pada bendera merah putih yang berkibar membuatku pulang memilih tidak pas Lebaran melainkan pas sebelum 17 Agustus. Tanggal 17, ikut upacara sekalian nostalgia di SD Sinduadi Timur, tempat aku belajar membaca dan menulis. Pembina upacaranya Bapak Kadus dengan pemimpin upacara teman main benthik waktu kecil dahulu. Pengalaman dengan bendera selama liburan yang lalu kadang membanggakan dan kadang membuat mengurut dada.

Bendera berkibar di Ketep Pass

Mejeng dengan latar belakang bendera berkibar di Plaza Pancasila,

Kebanggaan yang menyelinap saat melihat bendera itu berkibar di angkasa, terusik dan geram ketika melihat bendera menjadi alat (yang bahkan sampai terseret-seret di tanah) untuk melanggar disiplin oleh konvoi segerombolan oknum yang memakai jaket “penegak disiplin”.

Konvoi penegak disiplin yang tidak sebagian besar tidak pakai helm!!

...dan bendera bangsaku terseret-seret di aspal.

28 September 2008 Posted by | Secangkir ... | , , | 1 Komentar