Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir seduhan jahe segar dan “Jogja Istimewa”

Ini pertama kalinya mecoba menulis menggunakan kombinasi iPad dan keyboard bluetooth-nya Apple. Hm … hari ini ada rapat akbar di Jogja mengingatkan DosGil pada tahun 1998. Saat itu DosGil masih lucu-lucunya mahasiswa tingkat satu yang kabur dari ospek. Waktu itu ikut demo-demo gitu untuk seru-seruan. Asyiknya rame-rame.

Eh iya kembali ke topik Jogja Istimewa. DosGil sendiri koq bingung ya. Kenapa masalah “Istimewa” kemudian disederhanakan menjadi “penetapan” ATAU “pemilihan langsung”. Ah sudahlah. Apapun itu … Jogja tetap selalu istimewa.

Iklan

13 Desember 2010 Posted by | Secangkir ... | , , | Tinggalkan komentar

Secangkir seduhan rosella dan matahari bersinar terang …

Yups … matahari bersinar terang akhir-akhir ini. Tapi … karena tertipu olehnya batuk dan pilek jadi teman saat ini. Hiks.. hiks.. hiks… “Say, sakit nih … minta peluk …”

“Say, koq kamu sakit sih … Kamu gak boleh sakit … Kalau kamu sakit, yang ngurusin aku sapa?” ujar DosenGila dengan sangat egois pada belahan jiwanya suatu saat di waktu yang lalu.

Hari ini, iya hari ini 8 Juni, belahan jiwa DosenGila berulang tahun. Selamat ulang tahun Bunda-nya Awan, seperti yang pasti kaupinta pada-Nya, yang terbaik untukmu menurut-Nya. Maaf, aku tiada lagi hadir di sisimu saat ulang tahunmu sejak 2 tahun yang lalu. Maaf, tidak sempat meng-arrange kejutan seperti tahun lalu, namun setidaknya aku tidak lupa seperti 2 tahun yang lalu. Ah, kapan kita bisa seperti mereka lagi ….

Curhat Pasangan Blogger

Curhat Pasangan Blogger

Oh ya, CahAndong akan meramaikan Festival Komputer Indonesia 2009 di JEC, Yogyakarta tanggal 12 Juni 2009 jam 18.30 WIB. Info lengkapnya bisa di-klik di gambar.

~menyeruput seduhan rosella sambil berharap cawan ini segera berlalu …

8 Juni 2009 Posted by | Secangkir ... | , | 2 Komentar

Secangkir teh tawar panas dan hari Sabtu yang cerah …

“Belum …” ketika DosenGila bertanya pada sang belahan jiwa apakah anak semata wayangnya sudah tidur. Sekarang anak itu masih menggelendot manja di buah dada ibunya, di Yogyakarta. Lokasi yang berjarak sekitar 20an jam perjalanan naik pesawat (kalau dikurs ke euro dengan asumsi naik KLM saat ini sekitar 800 euro). Jauh.

Amsterdam cerah hari ini. Setelah berminggu-minggu tidak pernah membuka gordyn di siang hari, hari ini kubuka. Seperti melihat hari baru, harapan baru. Atap-atap rumah berwarna merah dengan burung-burung camar beterbangan di sela-sela cerobongnya merupakan pemandangan yang memikat hati.

Musim dingin telah berlalu sepertinya. Saat menyongsong musim semi dengan segala semangat dan asa.

Selamat merayakan Valentine. Selamat menikmati salah satu hari yang special dan semoga bisa menjadi momentum untuk semakin menikmati setiap detik, setiap hembusan nafas, dan menyimpan semua kenangan indah dalam folder “hadiah Allah”.

~DosenGila akhirnya meng-update blog ini. Setelah hampir sebulan tidak di-update. Terima kasih pada teman-teman di CahAndong yang sudah menghangatkan hari-hari di perantauan ini.

14 Februari 2009 Posted by | Secangkir ... | , , , , | 18 Komentar

Secangkir teh tawar panas dan nongton pelem Indonesia …

Pelem “Under the tree” a.k.a “Di bawah pohon“-nya Garin dah diputar ya di tanah air? Ah jadi pengen segera pulang dan nonton. ~juga Laskar Pelangi dan pelem-pelem Indo lainnya.

Oh ya, sudah nonton “Medali buat Hamdani“? Ah tadi DosenGila iseng nonton pelem Indonesia ini dengan ditemani secangkir teh tawar panas. Dan hasilnya lumayan, efek samping jurus “dendeng Balado”-nya Chauft agak sedikit berkurang. ~dengar-dengar sih korban jurus maut ini pada bertumbangan menuh-menuhi septic tank Amsterdam he..he..he..

Ho..ho..ho…

Yah, “Medali buat Hamdani” cukup lumayan untuk membunuh waktu di cuaca yang kurang bersahabat ini. Dialog-dialognya klise dan kisahnya pun klise namun kadang menampar-nampar. DosenGila cukup merinding mendengar dialog di babak akhir pelem ini. Mau tahu? Nonton ajah sendiri yah … Cukup asyik untuk bermain-main olah rasa tentang keseimbangan antara mimpi, ego dan kebersamaan.

Sekarang nonton yang ringan-ringan dulu … “Gengsi Dong” dari Warkop DKI.

Bagi yang (akan atau) sudah nonton “Under the Tree”, silakan dibagi-bagi resensinya … DosenGila disini hanya bisa berdoa semoga lancar … ~sambil melirik duo eblis CA yang mau nongton …

11 Januari 2009 Posted by | Secangkir ... | , , , , | 2 Komentar

Secangkir teh tawar panas dan kisah tentang PKBI award …

PKBI Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki visi

“Terwujudnya masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Seksual serta hak-hak Kespro dan Seksual yang berkesetaraan dan berkeadilan gender”

menganugerahkan PKBI Award 2008 berupa Blog Award kepada blogger yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kesehatan reproduksi, HIV-AIDS, gender, dan HAM. Pengumuman keberadaan award ini juga disampaikan DosenGila di sini.

Selamat kepada Bli Oka, mBak Ikha Widari dan mBak Titiana Adinda atas award yang diterima. Semoga memicu semangat para awardee dan blogger-blogger lain untuk menularkan informasi dan tetap konsisten dalam “perdjoeangannya.” Apapun itu bentuk “perdjoeangannya”.

Iya … iya … Memang DosenGila telat sangat menyampaikan informasi ini. Momon, sang ketua kelas CahAndong, sudah tiga hari yang lalu mengulas berita ini. Bahkan pengumuman dari blog resmi tentang award ini sudah disampaikan lima hari yang lalu. Jujur saja, tulisan ini ditulis karena komentar Memed di sini yang mengingatkan DosenGila untuk jeng-jeng. Dan akibat jeng-jeng itu, DosenGila ketemu beberapa kebetulan yang mengingatkan pada PKBI award.

Jadi begini, siang tadi setelah mengomentari komentar Memed di sini, DosenGila diajak oleh seorang teman untuk menemani beli celana di Kalverstraat. Suatu ajakan yang tidak masuk akal sebenarnya secara DosenGila hampir tidak pernah membeli produk-produk tekstil sendiri. Biasanya sih dibelikan, dikado, dihadiahi maupun ditemani saat membeli. Pengetahuan maupun selera DosenGila tentang fashion bisa dikatakan nol putul. DosenGila hanya memakai baju yang tersedia dan nyaman. Jadi andai ada aturan atau saran untuk memakai baju seragam, DosenGila akan sangat bersemangat.

Kembali ke Kalverstraat yang dapat dikatakan sebagai Malioboronya Amsterdam. Sama seperti Malioboro yang terletak di sebelah selatan stasiun Tugu, Kalverstraat juga berada di selatan Station Amsterdam Centraal. Setelah berjalan kaki melintasi beberapa rel tram, maka akan ketemu persimpangan jalan. Di sini lah segala sesuatu dimulai. Salah satu saran dari beberapa teman adalah: “Jangan pilih belokan ke kiri. Apapun alasannya jangan pilih belokan ke kiri.” Sebenarnya memang tidak penting untuk ke Kalverstraat, karena memang Kalverstraat dicapai lebih dekat dengan menempuh jalan lurus ke selatan menuju de Dam. Sepanjang jalan ini akan ditemui toko-toko souvenir, kafe dan juga KFC di sebelah kanan jalan. Di sebelah kiri akan ditemui mulai dari kanal, kemudian Beurs van Berlage dan de Bijenkorf (yang ~katanya sih~ jadi tempat tujuan utama kalau ada pejabat studi banding ke Amsterdam). Setelah melewati de Bijenkorf, sampailah pada alun-alun Dam (terjemahan bebas dari Dam Square). Kalverstraat ada di ujung alun-alun yang dapat dicapai setelah hadap serong kanan dan langkah tegap maju jalan dan berjalan melintasi alun-alun.

Kami ketemu di ujung jalan itu kemudian keluar masuk toko mencari celana. Dan sampai toko tutup pada pukul 18.00 (Catatan: Kalverstraat dan sebagian besar toko di Amsterdam hanya buka sampai jam 21.00 di hari Kamis! Jadi kalau ke Amsterdam dan menjadwalkan belanja, lebih baik disusun siang atau sore hari di hari kerja.), tidak ketemu celana yang diinginkan ~lebih tepatnya: tidak ketemu celana yang sesuai budget he..he..he..~.

Salah satu etalase di daerah lampu merah

Hasil dari perburuan ini adalah lapar. Tujuan berikutnya adalah China Town bernama Nieuwmarkt untuk makan Chinese Food. Mau tidak mau ~eh salah ding lebih tepatnya: di dorong hasrat untuk makan~ , DosenGila beserta rekan melintasi daerah lampu merah yang terkenal itu. Saat menuju rumah makan, DosenGila melintas di daerah yang sedang direnovasi dan tidak ada cukup penerangan. Saat melintas daerah tersebut terdengar celutukan yang ironical, “Yes, we were walking through the famous red light district, and now we are walking through the no light district ….”

Saat mendengar celutukan itu spontan DosenGila tertawa terbahak-bahak, namun ketika beberapa lama berselang bertanya dalam hati: Lebih “gelap” mana? Red Light District atau No Light District? Ah embuh .. tidak ketemu jawabnya .. mungkin lebih baik ignorant saja, seperti diungkap di paragraf ketiga postingan DosenGila di sini. Nah, saat berpikir untuk ignorant ini, DosenGila mendapat inspirasi untuk menginformasikan tentang PKBI Blog Awardee 2008. Semoga dengan saling berbagi informasi, mengikis keputusan dan sikap-sikap ignorant serta mewujudkan cinta sejati. Dunia akan penuh dengan cahaya cinta.

Tentang saran dari beberapa teman mengenai: “Jangan pilih belokan ke kiri. Apapun alasannya jangan pilih belokan ke kiri” ternyata adalah karena ke kiri merupakan langkah awal menuju daerah lampu merah. Padahal kalau ada niat, daerah lampu merah dapat diakses dari berbagai tempat. Ho..ho..ho..

~Stasiun kereta ke selatan, ada persimpangan. Kalau lurus ke daerah perbelanjaan. Kalau belok ke salah satu simpangan ketemu ‘daerah lampu merah” yang dekat dengan china town. Koq serasa mirip-mirip stasiun tugu ya? Apakah tata kota Amsterdam ikut-ikutan Djogdja?

~gambar diambil semena-mena dari http://easyexpat.blogexpat.com/gallery/1/red-light-district.gif

30 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , , , | 7 Komentar

Secangkir teh tawar panas dan mabuk lagi …

Oke.. oke.. memang DosenGila sedikit mabuk lagi. Tadi ada pesta kecil memperingati ulang tahunnya grup tetangga, ACAS. Namun tidak seperti pesta kecil yang dilanjutkan makan malam sentimentil hari Rabu minggu lalu, kali ini DosenGila hanya minum tiga gelas white wine.~tapi dengan tambahan satu botol kecil bir he.. he.. he..

Minggu ini (sampai saat ini) cukup santai, ~terjemahan bebasnya adalah = pekerjaan sehari-hari hanya nongkrongin milis CahAndong, forum ikastara.org, dan chatting~ meski masih ada pekerjaan rumah dari Hugo yang membutuhkan kerja keras ~dan keberuntungan~ untuk menyelesaikannya. Sampai saat ini keberuntungan masih menaungi … ~semoga untuk selanjutnya juga. Ah sudahlah curhat colongan tentang pekerjaan, lebih baik beranjak ke cerita tentang seorang sahabat DosenGila yang dijalin sejak masih bercelana pendek biru ke sekolah. Sahabat yang oleh sebagian orang bahkan dinobatkan sebagai “soulmate” DosenGila.

Blog Baru Yudo - mulutmanisyangberbisa

Jadi begini, pagi ini (di Indonesia sepertinya sudah siang) DosenGila berhasil meracuni Yudo untuk ngeblog pakai wordpress setelah sekian lama pakai blog di friendster (yang jarang diapdet). In fact, tulisan di blog baru ini masih repost dari blognya di friendster. Tulisan-tulisan menusuk karena benar-benar ditulis dari hati yang jarang dikeluarkan lewat percakapan, menghiasi blog baru ini. Ya, Yudo memang dikenal kalem (nakal kalau malem) dan cukup pelit dalam bertukar cakap di dunia nyata, namun ternyata tajam di dunia maya. Hanya saja rayuan dan metode pria dengan status in a relationSHOP ini untuk didekati wanita ~bukan mendekati melainkan DIDEKATI ck..ck..ck..~ cukup maut. Kemampuan ini mungkin diperoleh karena bergaul dengan DosenGila lebih dari 15 tahun. ~dan mengamati serta belajar dari kegagalan DosenGila dalam mendekati wanita yang terbukti dari ditolak cinta lebih dari 25 kali hua.. ha..ha.. ha… tertawa ala Dasamuka. Oh ya, hampir kelupaan, Yudo yang memilih tajuk mulutmanisyangberbisa untuk blog baru ini merupakan arsitek dengan keahlian sampingan ndesain grapis dan poto-poto. Salah satu karya Yudo berupa logo molmod.org nangkring di bawah banner CahAndong di kolom bagian kanan blog ini.

@Yudo, mulutmanisyangberbisa: Selamat atas blog barunya! Baru hari pertama sudah tembus 30 kali dikunjungi. Ditunggu tulisan, karya ndesain dan poto-poto di blog barunya.

27 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , | 8 Komentar

Secangkir air putih dingin dan salju sudah turun di Amsterdam …

Haiya … salju sudah turun di Amsterdam. Haish… ini masih November dan salju sudah turun? Ck…ck..ck.. fiuh … apa yang akan terjadi di musim dingin kali ini?

Salju dua tahun silam ...

Seperti diprediksi di postingan minggu yang lalu, minggu ini menyita banyak energi namun diimbangi oleh adrenalin yang bisa diajak “bertarung”. Seperti Pesta Blogger 2008 dimana CahAndong mendapat kehormatan yang menyiratkan “tantangan” dengan anugerah Blogging for Society Award 2008, Department Pharmaceutical Sciences-Vrije Universiteit Amsterdam tempat DosenGila menimba ilmu juga menggelar perhelatan dua tahunan: Nauta Chair Lecture dan Nauta Master Class Lecture oleh Nauta Awardee, Prof. Hugo Kubinyi. Pada kesempatan ini, DosenGila memperoleh kesempatan untuk berdiskusi tentang riset dengan beliau. Kesempatan yang tidak disia-siakan, secara buku-buku Hugo merupakan “kitab suci” DosenGila sejak menyentuh dan berkenalan lalu jatuh cinta dengan pemodelan molekul. Serasa ketemu artis pujaan … ~berbunga-bunga~ Foto-foto dapat dilihat di sini dan juga di sini.

Duduk dari kiri-kanan. Iwan (copromotor), Hugo Kubinyi, Maikel (Post Doc), dan Rogier (Post Doc).

Kehadiran Hugo mengundang hadirnya tokoh-tokoh dunia persilatan yang lain. Pada kesempatan ini, hadir pula Aldo Jongejan, pembimbing DosenGila mengerjakan riset dalam proses studi di program master yang lalu. Aldo merupakan pakar pemodelan molekul yang sudah pindah dari posisi Post Doc di Vrije Universiteit (2001-2007) menjadi dosen di Applied University of Leiden semenjak Juni 2007 yang lalu. DosenGila merupakan murid terakhirnya di Vrije Universiteit. Pertemuan ini cukup sentimentil, dilanjutkan makan malam bersama pada hari Rabu yang lalu dimana DosenGila menghabiskan empat gelas wine. Cerita-cerita mengalir lancar terutama tentang menghadapi frustasi saat terjebak di sistem yang tidak kondusif dalam menerjemahkan kreatifitas. Menarik, ternyata dimana-mana sama, dan show must go on! Oh ya, Aldo merupakan pemilik situs http://molmod.nl, yang nama situsnya mengispirasi DosenGila untuk mengembangkan http://molmod.org. Mengutip kata Aldo di thesisnya, “In the evolution of computer, man is the weakest link.” ~lho apa hubungannya

Aldo dan DosenGila

Kelelahan di minggu tersebut terbayar sempurna saat diskusi dengan Eric Haaksma Jum’at sore yang lalu. Di akhir presentasi dan diskusi, sebuah pujian mengalir dari beliau ~ ah jadi malu~ dan juga janji untuk membantu mewujudkan hasil-hasil selama ini menjadi beberapa artikel. Semoga semua berjalan lancar.

~gutta cavat lapidem, non vi, sed saepe cadendo~

24 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , , | 8 Komentar

Secangkir teh tawar dingin dan award untuk CahAndong…

Sekilas info dari milis. CahAndong didaulat untuk dianugrahi Blogging For Society Awards di Pesta Blogger 2008.

Viva CahAndong! Klik disini untuk memperbesar gambar.

Selamat buat CahAndong … masih banyak lahan untuk berbagi …

Banner CahAndong

22 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , | 4 Komentar

Secangkir amareto dan akhir pekan yang “sempurna” …

Amareto habis. Tinggal setengah cangkir. Hmmm… dioplos dengan air es seperti di bar-nya Billyard Rokin ternyata enak juga. Ah… akhir pekan ini ditutup dengan sempurna.

Seperti biasa, akhir pekan sangat renyah dinikmati sendirian. Dimulai dari berkumpul di warung celebes (tempat dulu Mas Lukman bekerja) selepas dari lab dengan tidak sengaja ketemu segerombolan rekan-rekan sebangsa yang habis pulang kerja. Kami memenuhi separo warung itu, indah lucu banyak cerita hingga warung tutup. Selepas dari warung, kaki melangkah menuju “kandang beruang”, tempat beruang asal Pogung ini berhibernasi di akhir pekan. Yup, dan akhir pekan diawali dengan mencoba meng-install UBUNTU di laptop Compaq 8510p dengan RAM 4 GB, teman hidup sehari-hari. Sukses, bahkan sudah lengkap dengan PyMol. Sebenarnya malas sih main-main dengan UNIX/LINUX lagi, tapi ternyata pekerjaan lab sepertinya harus membuatku kembali pakai UBUNTU.

Kenapa UBUNTU? Karena di lab pakainya Debian dan UBUNTU merupakan derivat dari Debian. Jadi diharapkan aplikasi yang diperlukan di lab kompatibel dengan UBUNTU. Ya..ya..ya.. Beberapa sudah bertanya: Kenapa gak ini? kenapa gak itu? Yang itu lebih bagus lho … Yang bertanya pun sudah ada yang menjawab: “Ah itu cuma masalah selera”. Kalau jawabanku sih sederhana: Aku memakai “alat” yang aku butuhkan. Begitu “alat” itu berfungsi, untuk apa melirik yang lain, kecuali yang lain menawarkan “kemudahan yang significant”. Sesederhana itu saja alasannya. Btw, ini post pertama di blog ini dengan menggunakan UBUNTU. Biar gak dibilang HOAX … berikut ini skrinsyutnya:

Ubuntu-ku

He..he..he.. ternyata DosenGila pecinta warna biru atau karena lagi mellow efek dari amareto? Ah. akhir pekan sudah berakhir, sudah ditutup dengan nonton Quantum of Solace, belanja logistik untuk seminggu ke depan, dan diakhiri dengan makan nasi goreng lauk bebek peking di samping “daerah lampu merah”. Semakin disempurnakan oleh kesendirian yang tidak sepi dan tidak sunyi …

Eh iya, karena menulis “daerah lampu merah” jadi ingat pesan sponsor dari teman-teman CahAndong. Ada lomba blog berhadiah PKBI Award. Informasi lebih lanjut, silakan menuju TeKaPe:

PKBI Award

Seminggu yang lalu sibuk sangat. Seminggu ke depan semoga stamina masih mendukung. Merdeka!

~DosenGila agak mabuk bebek peking sepertinya ….

17 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , , | 7 Komentar

Secangkir sisa cola kemarin dan kisah tentang komunitas …

Fiuhhhh…. akhirnya kembali ke kamar setelah menembus dinginnya suhu Amsterdam yang diperparah dengan angin yang mencoba menusuk tulang.

DosenGila menghabiskan akhir pekan kemarin dengan 2 x 24 jam tidak keluar kamar (dimulai dari Jum’at sore sampai Minggu sore). Mengerjakan tugas? Tentu tidak. Tidur, makan dan blogwalking serta chatting ma handai taulan membuat waktu itu terasa sangat singkat. Tidak terasa tiba-tiba sudah hari Minggu sore dan harus beli persediaan makan untuk bertahan hidup seminggu ke depan. Sekitar pukul 4 sore beranjak dari depan layar komputer untuk menyegarkan badan sebelum menghadapi dunia “nyata”.

Komunitas FA-USD 2003 kelas A bersama dosen wali (si DosenGila yang masih relatif kurus), diambil dari friendsternya Mitha

Komunitas FA-USD 2003 di jenjang profesi apoteker (juga diambil dari friendsternya Mitha)

Banyak yang dipelajari di depan komputer. Postingan rekanita Memed ini, menghantarkan DosenGila ke postingan inspiratif dari Gede Prama ini. Saat membaca itu, DosenGila sempat tercenung. Di dalam postingan itu tertera sebuah quoteThe opposite of injustice is not justice, but compassion.” Saat itu angan DosenGila terbang melayang sebuah diskusi singkat di sore hari di Laan van Kronenburg, sekitar dua tahun silam. Diskusi tentang cinta dan benci. Dalam diskusi itu muncul quote dari seorang Guru, “The opposite of love is not hatred, but ignorance. Hmm…hmmm… logika kacau DosenGila yang biasanya kacau menjadi semakin kacau. Jadi, andai love = compassion, maka ignorance = injustice. Dan cinta sejati sangat erat kaitannya dengan compassion. Artinya cinta sejati akan teruji jika bisa mengatasi ignorance dan injustice. Wow … berat sekali beban yang ditanggung oleh cinta sejati. Ya iyalah … tokoh dengan cinta sejati biasanya berakhir dengan penderitaan di dunia fana. Mungkin sebagian tokoh-tokoh manusia biasa yang mendapat gelar pahlawan merupakan contoh dari pengejawantahan cinta sejati. Mereka menghadapi serta mengatasi injustice dan ignorance secara sempurna dengan berbagai pengorbanan, tidak jarang pengorbanannya adalah nyawa. Tidak usah disebutkan satu per satu, DosenGila yakin setiap kita punya tokoh atau sosok pahlawan bagi diri kita maupun tokoh yang menjadi panutan.

Di Hari Pahlawan, 10 November, yang jatuh tepat pada hari ini, komunitas blogger Surabaya yang lebih dikenal dengan komunitas tugu pahlawan berulang tahun untuk pertama kalinya. CahAndong pun menyampaikan ucapan selamat yang ditulis oleh sang Ketua Kelas lengkap dengan ulasan tentang tahapan tumbuh kembangnya komunitas. Berikut kutipannya:

Lalu bagaimana satu komunitas bisa solid dan yang lain tidak? Dalam buku besutan Scott Peck dijelaskan bahwa sebuah komunitas yang ‘matang’ haruslah melalui empat tahap alami yaitu: Pseudo Community, Kekacauan, Kekosongan, dan True Community.

Tahap pertama, Pseudo Community, terjadi ketika tiap orang di komunitas itu berusaha saling ramah dan main aman. Setiap orang berusaha menunjukkan kepribadiannya yang paling menarik.

Tahap Kekacauan terjadi ketika waktu dan proses telah mengijinkan tiap anggota untuk menampilkan sisi mereka yang lain. Perbedaan-perbedaan yang muncul sering menciptakan konflik dan perseteruan.

Tahap kekacauan akan diikuti dengan tahap Kekosongan, di mana tiap orang mulai berusaha memperbaiki kekacauan dan mengobati luka-luka, karena mereka telah mengakui luka dan kekecewaan yang mereka alami.

Tahap terakhir adalah tahap True Community. Kematangan telah mencapai komunitas ini dan ditandai dengan adanya rasa tepa-selira serta kemauan untuk mendengarkan dan mengerti kebutuhan anggota-anggota yang lain. Komunitas matang akan terbiasa membicarakan perbedaan dengan kearifan. Komunitas yang telah matang, tidaklah dipimpin oleh sejumlah individu, melainkan tiap individu menjadi pemimpin komunitas itu

Dari kutipan di atas, DosenGila melihat masa-masa sulit dan kritis adalah tahap kekacauan dan kekosongan. Hal ini juga berarti ketika suatu komunitas mulai rame oleh konflik dan perseteruan berarti komunitas ini sudah melangkah lebih maju. Lebih maju lagi ketika sudah memasuki tahap mengobati luka dan kekecewaan. Sepertinya mengacu pada paragraf tiga di atas, cinta sejati dan compassion harus dipertahankan staminanya untuk mengimbangi ignorance dan injustice yang akan bermunculan di tahap “kekacauan”. Waktu yang akan menjadi saksi bertahannya sebuah komunitas menjadi True Community. Dan sejarah akan mencatat.

Selamat Hari Pahlawan. Selamat ulang tahun Komunitas Tugu Pahlawan.

Ah … masih ada secangkir cola sisa nonton film W., kemarin. Rencananya sih nonton Quantum of Solace, tapi kehabisan tiket.

10 November 2008 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , | 5 Komentar