Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir kopi panas dan “perpisahan …”

Pernah seseorang berkata kepada DosGil bahwa dia mengidentifikasi kalau kematian adalah hal yang paling ditakuti oleh DosGil. Hmmm … bisa jadi, dan mungkin memang demikian. Lalu dia melanjutkan bahwa rasa takut (fear) itu akan dengan mudah memicu kemarahan (anger) DosGil, yang dapat berlanjut pada kebencian (hate) dan bermuara pada penderitaan (suffering). Beberapa hari yang lalu, saat masih ramai ucapan Selamat Natal berseliweran baik via sms, tweet maupun fb DosGil membalas beberapa tweet dengan “May the Force be with us, always!“. Tweet tersebut disambar oleh bot Yoda (@yodaism) dengan balasan “@dosengila With you, the force is strong.” Lalu DosGil teringat pada salah satu quote dari Master Yoda “Fear is the path to the dark side. Fear leads to anger. Anger leads to hate. Hate leads to suffering“. Persis komentar rekan DosGil di awal paragraf ini. Kematian adalah perpisahan yang ultimate yang jelas tertulis dalam janji perkawinan, ” … hingga kematian memisahkan kita …/… till death us do part …”.

Jika antonim dari perpisahan adalah perjumpaan, apakah lawan kata dari kematian? Kehidupan atau kebangkitan? Seorang teman lain lagi berkomentar, “Setelah kematian akan ada kebangkitan.” Benar-benar pernyataan penuh iman, meskipun logika DosGil pun tersenyum sinis dan menimpali dalam diam, “Yang pasti, perpisahan adalah negasi dari perjumpaan sementara kematian adalah negasi dari kehidupan. Kebangkitan dan perjumpaan kembali setelah perpisahan bukanlah kepastian, hanya sekedar janji dan harapan belaka.”

Apapun pilihan jawabannya, perjumpaan kembali dengan orang-orang tercinta setelah perpisahan adalah sesuatu banget! Tahun 2011 ini adalah pertama kali DosGil menghabiskan malam Natal dan hari Natal seluruhnya bersama keluarga dan handai taulan di Yogyakarta sejak tahun 2005 silam. Natal tahun 2006 di Amsterdam dan menghadiri undangan makan malam di Utrecht dilanjutkan jalan-jalan ke Madrid, tahun baruan di Roma dan mengawali cerita tahun 2007 di Barcelona. Tahun 2007, sepi sendiri di Amsterdam menyelesaikan thesis program Master dan juga menghabiskan malam tahun baru 2008 ditemani segelas air dari kran dan beberapa potong keripik kentang. Tahun 2008 cukup berwarna dan ditulis di sini. Sempat pada tahun 2009 DosGil bisa pulang dan tepat mendarat di Yogyakarta tgl 25 Desember, tapi ~5 jam berikutnya sudah berganti menjadi 26 Desember dan pohon Natal pun dikemasi. Sementara tahun lalu, DosGil mengunjungi makam mBah Luther di Wittenberg.

Tautan youtube yang DosGil peroleh dari Tweet @kelakuan berikut jelas-jelas menunjukkan bahwa itu adalah sesuatu bangethttp://www.youtube.com/watch?v=x_9fQEqZCWs Salah satu hiburan DosGil di Negara Kincir Angin untuk membunuh waktu dan rasa sepi adalah mencari teman senasib: Nongkrong di terminal keberangkatan Bandara Schiphol melihat orang-orang yang “dipaksa” berpisah. Berkurangnya rasa sakit akibat sepi itu bisa diuji dengan melihat berkurangnya rasa iri saat nongkrong di kafe depan terminal kedatangan melihat adegan-adegan “perjumpaan”.

In case ini postingan terakhir di tahun 2011, DosGil menghaturkan: “Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012! May the Force be with us, always!

*Ini bukan postingan berbayar, bahkan DosGil sudah mengurangi minum softdrink sejak lama sekali semenjak DosGil mengurangi konsumsi gula.

Iklan

28 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | 4 Komentar

Secangkir coklat panas dan “eindelijk … (menanti v.2.0)

Yes … finally (Dutch: Eindelijk), IT was submitted two days ago. Now, waiting for the results.

*lirih merapal … “Ya Bapa … ke dalam tanganMu kuserahkan …”

21 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | Tinggalkan komentar

Secangkir kopi dan “menanti …”

Jadi sekarang DosGil sedang dalam masa penantian. Apakah thesis-nya akan diteruskan oleh para promotor ke reading committee atau dikembalikan untuk direvisi lagi.

Sembari menanti, rasa, pikiran dan kehendak DosGil sulit diajak diam. Seperti layaknya kera yang melompat ke sana dan ke mari. Sepertinya DosGil perlu mengulang ke Vihara Dhammadipa Arama di Batu Malang untuk kembali melatih dan men-defrag rasa, pikiran dan kehendak akibat beban berat kehidupan ini. *halah *lebay

Setelah manuskrip thesis lengkap dikirim minggu lalu dan DosGil melihat kebelakang apa yang dikerjakan dalam kurum waktu setelah submit dan saat ini ternyata banyak ide proyek meliputi menulis buku, membuat user-friendly “peranti lunak” dari protokol yang pernah dikembangkan, membuat pelatihan, main-main dan menikmati hidup … yang tercetus. Sebagian sudah diinisiasi (menulis buku: Metodologi Penelitian Farmasi dan Ilmu Hayat, Penapisan Virtual Berbasis Struktur: Pengembangan Protokol dan Validasi, Pengantar Kimia Medisinal Komputasi, Statistika Dasar dengan Peranti Lunak R-2.14.0 for Windows) dan sebagian sudah accomplished (Proyek OS DesFaktor v0.9 dan i-COX2 v1.0 dan pelatihan DesFaktor v0.9).

Serta proyek menikmati hidup alias memanjakan diri juga beberapa accomplished, antara lain melakukan pengaturan ruang laboratorium virtual, memulai belajar PHP-MySQL, berbagi cinta dan kasih sayang (*tsahhh), dan hari Minggu kemarin dua kopdar makan-makan yang sempurna: pagi hari hingga siang hari dengan CahAndong di Benteng Vredeburg dan malamnya family gathering Kelompok Ngiwut dengan menu spesial Charsiu Panggang olahan @TanteYahya. Live is so beautiful. Terima kasih.

But somehow, ada yang terasa hampa, entah itu apa … Anyhow lagu dari Bro Daniel Sahuleka ini sengaja DosGil letakkan di sini untuk seseorang spesial yang turut mengisi hari penantian ini …

12 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | 4 Komentar

Secangkir mixed kopi-coklat dan “curhat Polsek Depok Timur Sleman Yogyakarta”

Jadi, begini. Untuk kesekian kalinya DosGil menjalani pemeriksaan exactly di tempat dan waktu yang sama berturut-turut ~9.30 WIB (waktu saat biasanya DosGil terburu untuk meeting di kantor) Yaitu di kantor Polsek Depok Timur. Dan tadi pun setelah turut kedua, DosGil melayangkan komplain. Dan bertanya, “Apakah efektif cara seperti ini?” Dan yang menarik adalah jawaban dari Inspektur Deny yang tadi berkenan meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan. Jawaban beliau adalah (which is make sense meskipun agak gimana gitu. Summon Momon ttg fallacy), “Apakah Bapak mau kehilangan motor?” Berikut kurang lebih percakapan singkat lanjutan DosGil (DG) dan Inspektur Deny (ID).

DG: “Saya sudah pernah kehilangan motor.”
ID: “Saya juga sudah.”
DG: “Apakah tidak ada cara lain?”
ID: “Lha yang punya peraturan siapa?
DG: Speechless

Baiklah … Anyway terima kasih Inspektur Deny telah memberikan waktu dan quote yg menarik. So, lesson learned today: Ketika berhadapan dengan yang so-called “yang punya aturan”, just follow the order, don’t ask and don’t tell.

*DosGil menikmati ruang baru sambil melanggar aturan: Bercelana pendek dan berkaus tanpa kerah :p

6 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | 7 Komentar

Secangkir coklat panas dan “hampir …”

Dalam permainan bola entah itu sepak bola ataupun bola basket, ketika komentator maupun penonton dan pemain berteriak “hampir …” artinya bola tidak masuk ke sasarannya meskipun sudah nyaris-nyaris masuk, bisa jadi karena kena tiang atau ring. Artinya tidak ada perubahan skor. Tidak jauh beda dengan ujian saat dievaluasi misal saat sekolah/kuliah maupun untuk mendapatkan surat ijin mengemudi. Misal untuk dapat lulus diperlukan nilai minimal 65, dan nilai yang kita peroleh adalah 64,99999999. Artinya nyaris lulus, artinya tidak lulus. Tidak lulus atau belum lulus? Baiklah di sinilah bedanya, menurut DosGil ketika kita melihat usaha mencetak nilai sebagai satu usaha atau usaha lulus memenangkan pertandingan sebagai proses berkesinambungan dengan peluang yang tidak hanya datang sekali (yang sayangnya dibatasi waktu). So, belum lulus it is!

Ada satu kalimat yang diulang-ulang dan menjadi tema utama buku Sang Alkemis (buku yang menjadi thesis Nawang Wulan) karangan Paulo Coelho yang kurang lebih demikian: “Saat seorang mengejar cita-cita, maka alam semesta akan berkonspirasi untuk membantunya mewujudkan/memperoleh cita-cita itu.” Cool yeah? Maka gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Namun demikian, yang menarik dari kalimat yang diulang-ulang itu, adalah ketika mendekati akhir buku, ada tambahannya “… dan alam semesta juga akan menguji, apakah kita layak memperolehnya atau tidak.” Jadi ketika mendekati akhir, maka ujian yang ditempuh pun akan berat. Namun jangan takut, ketika mulai gentar ingatlah kata Patrick si bintang laut teman dari Sponge Bob Squarepants, “Everything will be okay in the end. If it is not okay, then it is not the end.

*meracau lagi

4 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | Tinggalkan komentar