Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir teh tawar panas dan nongton pelem Indonesia …

Pelem “Under the tree” a.k.a “Di bawah pohon“-nya Garin dah diputar ya di tanah air? Ah jadi pengen segera pulang dan nonton. ~juga Laskar Pelangi dan pelem-pelem Indo lainnya.

Oh ya, sudah nonton “Medali buat Hamdani“? Ah tadi DosenGila iseng nonton pelem Indonesia ini dengan ditemani secangkir teh tawar panas. Dan hasilnya lumayan, efek samping jurus “dendeng Balado”-nya Chauft agak sedikit berkurang. ~dengar-dengar sih korban jurus maut ini pada bertumbangan menuh-menuhi septic tank Amsterdam he..he..he..

Ho..ho..ho…

Yah, “Medali buat Hamdani” cukup lumayan untuk membunuh waktu di cuaca yang kurang bersahabat ini. Dialog-dialognya klise dan kisahnya pun klise namun kadang menampar-nampar. DosenGila cukup merinding mendengar dialog di babak akhir pelem ini. Mau tahu? Nonton ajah sendiri yah … Cukup asyik untuk bermain-main olah rasa tentang keseimbangan antara mimpi, ego dan kebersamaan.

Sekarang nonton yang ringan-ringan dulu … “Gengsi Dong” dari Warkop DKI.

Bagi yang (akan atau) sudah nonton “Under the Tree”, silakan dibagi-bagi resensinya … DosenGila disini hanya bisa berdoa semoga lancar … ~sambil melirik duo eblis CA yang mau nongton …

11 Januari 2009 Posted by | Secangkir ... | , , , , | 2 Komentar

Secangkir teh tawar panas dan seorang pemimpi …

Teh tawar panas menghangatkan tenggorokan gatal akibat terserang common cold. DosenGila ambil libur hari ini dengan alasan “common cold“, sudah agak mendingan sekarang meskipun hidung masih sering tersumbat.

Di postingan sebelumnya sempat muncul pernyataan kisah mirip laskar pelangi. Ya, memang beberapa kisah yang didengar DosenGila minggu yang lalu beberapa mirip-mirip kisah di Laskar Pelangi. Ada benang merah yang dapat ditarik dari kisah-kisah tersebut: “mimpi” dan usaha mewujudkan “mimpi”.

“Some men see things as they are and say why. I dream things that never were and say why not.”(Tribute to Robert F. Kennedy; June 8, 1968)

Salah satu kisah yang menarik adalah kisah Rob Lane, kolega DosenGila dalam payung proyek TI Pharma. Ini dikisahkan saat DosenGila menhadiri pesta di rumah Andreas Bender hari Sabtu minggu lalu (dengan sekitar 8 gelas red wine jadi korban DosenGila). Masa kecilnya adalah masa kecil di sebuah desa dengan total populasi tidak lebih dari lima puluh orang. Bagi penggemar Paulo Coelho yang pasti sudah membaca “The Devil and Miss Prym” sangat mudah membayangkan suasana desa tempat Rob Lane menghabiskan masa kecilnya. Satu kenangan tidak terlupakan di masa kecilnya adalah ketika orang tuanya mengundang teman-teman sebaya dalam perayaan ulang tahun yang ke-7. Saat itu mereka memainkan petak umpet dengan ada satu hadiah. Pemenangnya adalah yang bisa sembunyi dan ditemukan paling akhir. Secara Rob dibesarkan di rumah itu, dia bisa menemukan tempat persembunyian yang cukup strategis. Hingga setelah cukup lama dia keluar dari persembunyian (sekitar dua jam bersembunyi) dan mendapati semua teman-temannya sudah pulang. Dia dengan bangga mengambil hadiah yang tersedia. Namun, 4 jam berikutnya muncul satu anak lagi dari lemari dan menanyakan hadiah yang dijanjikan. Dan orangtua Rob pun mengambil hadiah dari Rob dan memberikan ke anak tersebut. Sirna sudah harapan Rob untuk bermain dengan hadiahnya. ~padahal mungkin permainan petak umpet direncanakan oran tua Rob supaya anak-anak tidak ribut he..he..he.. Rob juga bercerita, dari desanya dia butuh bersepeda sekitar 10 mil untuk sekolah. Bagi DosenGila ini mengingatkan pada Lintang di Laskar Pelangi. Di UK yang cuacanya jarang bersahabat apalagi saat musim dingin, bersepeda untuk ke sekolah?

However, Rob mampu mengatasi itu. Dia juga bercerita, anak-anak dari desa itu hanya punya dua pilihan: keluar dari desa dan tidak kembali selama-lamanya (kecuali untuk sekedar berkunjung/liburan) atau tinggal di desa itu selama-lamanya melanjutkan tradisi orant tua sebagai petani. Rob bermimpi untuk keluar dari desa tersebut, maka ia memilih pilihan pertama. Dia pergi ke Bristol Uni untuk menyelesaikan S1 dan S2-nya yang dilanjutkan ke Glasgow Uni untuk meraih PhDnya dan sekarang bergabung di Leiden Uni sebagai peneliti post doc dan tahun 2008 ini berhasil mengguncangkan dunia persilatan “penemuan obat” dengan keberhasilan dia dan beberapa kolega mengkristalkan adenosine A2A receptor dengan senyawa ZM241385 di dalamnya.

Penemuan ini dipublikasikan di Science Express 21 November 2008 (IF= 23.372; Merupakan impian seorang peneliti untuk publikasi di Science atau Nature.). Mengapa mengguncangkan? Karena penemuan ini menjadi falsifikasi model-model, hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang telah dipakai puluhan tahun. Penemuan ini pula menerangkan efek kafein secara molekular. Ya, bagi penggemar kopi ini merupakan berita bahagia. Penggemar kopi (secangkir kapucino sehari) memiliki kecenderungan untuk terhindar dari Parkinson. Lengkapnya dapat dibaca di sini.

Oh ya, teman Rob Lane yang berhasil “merebut” hadiah dengan bersembunyi di lemari melanjutkan sekolah di Oxford Uni dan sepertinya juga mengukir prestasi yang tidak kalah dari Rob Lane. DosenGila cukup tertarik dengan cerita masa kecil Rob, yaitu tentang ingatan dia tentang pesta ulang tahunnya yang ke-7. Karena ketika ditanya pesta ulang tahun yang lain dia lupa. Salah satu analisis yang muncul di pesta tersebut adalah bahwa peristiwa kehilangan “hadiah” menjadi luka batin yang masih terbawa sampai sekarang. Wow, betapa dahsyatnya efek “luka batin”.

Dalam postingan sebelumnya ada kisah lain mengenai seorang neglected scientist dan seorang Profesor Gaek. Kali lain mungkin diceritakan. Sudah terlalu panjang postingan kali ini. Dan hidung ini semakin susah bernafas.

~DosenGila lalu menenggak pil berisi parasetamol 500 mg.

18 Desember 2008 Posted by | Secangkir ... | , | 4 Komentar

Secangkir air kran dan kisah seperti laskar pelangi …

Hanya air kran. Ya hanya air kran, karena terlalu banyak alkohol sudah melewati tenggorokan DosenGila sejak akhir pekan yang lalu ~yang membuat delay postingan ini. Menjelang akhir tahun memang banyak undangan party buat poor student yang gak pulang ke tanah air ini ~duduk dan menulis-nulis di tanah dengan ranting.. Hingga saat ini sudah tiga party dihadiri dan setidaknya masih ada 3-7 lagi sampai tahun 2008 ini benar-benar berakhir.

Seiring dengan alkohol yang mengalir lancar ke tenggorokan, semakin lancar pula cerita-cerita dalam setiap pesta yang dihadiri DosenGila. Cerita kolega dari UK yang waktu elementary school harus naik sepeda sekitar 10 mil untuk sekolah, cerita Professor gaek yang dulu fight untuk bisa sekolah karena orang tuanya hanya penjual daging keliling, cerita seorang pemimpin departmen yang bermimpi untuk focus di neglected diseases dan being neglected ~jadi ingat seseorang di Indonesia he..he..he.. dan akhirnya tersingkir, namun masih ada tempat yang menampung skillsnya meski harus meninggalkan mimpi. Banyak cerita tercurah dan banyak diserap dalam setiap party yang dihadiri. Dan kalau dirangkai bisa menjadi Novel seperti Laskar Pelangi.

Pesta memang kadang berkonotasi hura-hura. Namun, asyiknya pesta yang dihadiri DosenGila di negeri kincir angin ini lebih merupakan gathering dengan snack dan minuman yang banyak, serta sedikit musik (kadang-kadang). Ah … efek alkohol masih terasa. Kisah-kisah lain mungkin kali lain diceritakan.

~ditulis setelah DosenGila menghadiri pesta perpisahan MerchaChem (hanya 3 gelas white wine, setelah sabtu lalu 8 gelas red wine di Leiden, dan 7 gelas red wine lagi di pinggiran Leiden hari minggunya)

16 Desember 2008 Posted by | Secangkir ... | , | 6 Komentar