Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir air mineral dan menghadapi flu (babi?) …

Cindy, red wine dan antangin JRG

Cindy, red wine dan antangin JRG

Eitss… jangan salah! Ini tips bukan untuk melawan flu babi melainkan beberapa pilihan strategi yang sempat dipikirkan DosGil menghadapi penerbangan lebih dari 11 jam dari Amsterdam ke Yogyakarta (transit di Kuala Lumpur).

Cerita diawali dari rasa ingin tahu DosGil akan keberadaan distrik lampu merah yang lain di Amsterdam selain De Walletjes. Iyahhh ternyata ada tiga distrik lampu merah di Amsterdam: De Walletjes, di De Pijp, dan Singel (DosGil tidak tahu keberadaan dua yang terakhir). Ada tiga sodara-sodara … dan DosGil yang beredar selama tiga tahun di kota yang meng-klaim penuh toleransi ini, hanya tahu satu. Ke Mana Aja Lu Mon! Keingintahuan ini muncul dari cerita seorang kawan tentang de pijp, yang tidak pernah masuk agenda DosGil kala menjadi guide dadakan. So, pada hari itu, hari Sabtu 25 Juli 2009, DosGil mencoba menjelajahi De Pijp dan mencoba menemukan salah satu dari distrik lamp merah yang berada di area tersebut. Setelah jalan kaki hampir seharian dan kebetulan ketemu teman yang ndak mau diajak berpetualang, pencarian berhenti di kandang beruang a.k.a kamar DosGil masak gule dan tongseng kambing. Angin dingin Amsterdam yang menyaru di teriknya matahari sukses melesakkan angin ke tubuh DosGil. Alhasil demam, batuk dan pilek bersarang di tubuh DosGil. Bukan masalah sih kalau hari biasa. Yang menjadikan DosGil kepikiran adalah: masih ada tumpukan kerjaan yang belum selesai sebelum terbang ke Yogya dan terbang ke Yogya itu sendiri. Why? Ya iyalah, gak lucu dong, waktu liburan yang sedikit ini jadi semakin sedikit kalau terpaksa masuk karantina akibat kasus-kasus flu Babi.

Langkah-langkah pencegahan untuk dikarantina pun dimulai: Bolos kerja di hari Senin untuk tidur seharian dan minum obat flu “import” dari Indonesia, yang ber-merk Panadol. Sukses mengurangi gejala demam dan hari Selasa memaksa masuk menyelesaikan tugas-tugas yang harus selesai. Nah, pada hari selasa itu melakukan diskusi intensif dengan beberapa teman antara lain yang memiliki gelar dr dan apt bagaimana cara melewati pemindaian panas. Antibiotik cipro tersedia, obat-obat flu seperti panadol tersedia, makanan sehat tersedia. Ada yang memberikan tips: minum parasetamol sebelum terbang. Ada yang memberikan peringatan: kalau terdeteksi panas dan ternyata ketahuan minum obat setelah test urine maka akan makin menimbulkan masalah. So? Bingung-bingung deh ….

Setelah berpikir sejenak dan bersiap meracik secangkir seduhan rosella, akhirnya ide cemerlang itu muncul: Antangin JRG dari Cindy, si cantik dari Deltomed dan pemilik blog Clara_Cindy. Yups… tanpa pikir panjang digunakanlah Antangin JRG ini untuk mengatasi gejala-gejala demam dan konco-konconya itu. Dan di hari Rabu pun sudah sangat berkurang dan akhirnya penerbangan hari Kamis yang kemudian mendarat di Yogya tanpa menghadapi kendala karantina akibat flu babi.

Thanks to Cindy dan antanginnya. Juga untuk ijin pemasangan foto di sini.

~DosGil di Wisma Dago Bandung untuk menghadiri ICMC 2009 di ITB. Thanks atas ucapan dan doa-doa baik lewat sms, telpon, facebook maupun email dan milist. I love you full, all!

Iklan

6 Agustus 2009 Posted by | Secangkir ... | 4 Komentar