Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir kopi kental dan kisah natal ke-3 (lagi) …

Secangkir kopi hitam kental ada disamping DosenGila saat menuliskan postingan ini. Hmm… agak susah sih disebut kopi secara sebenarnya yang ada di cangkir ini adalah teh tawar yang diberi sesendok kopi instan dan dua blok gula. Campur aduk pahit, manis, dan beberapa rasa lain. Campur aduk seperti rasa yang menghiasi benak dan tubuh DosenGila saat ini. However, satu hal yang pasti: Secangkir ramuan campur aduk ini menghangatkan suasana dan perasaan DosenGila pagi ini saat suhu di Amsterdam mencapai minus 3 derajat celcius.

DosenGila melewatkan minggu ini dengan banyak cerita. Hari-hari awal (Senin, selasa, rabu) masih (sok) rajin datang ke kampus karena masih terobsesi oleh satu problem yang belum solved. Dan pada Rabu malam, DosenGila menyerah dan menyerahkan hal itu pada Sang Kuasa. Saatnya menyambut dan memperingati Natal. Natal ke-3 di Belanda, jauh dari pelukan hangat keluarga dan kecup mesra istri tercinta.

Keluar dari kampus, DosenGila bergerak menuju restoran China di pecinan samping Red Light District. Lalu karena kekenyangan mengurungkan niat untuk ke gereja De Krijtberg dan pulang. Istirahat dan tidur. Keesokan harinya melewatkan hari dengan “keliling dunia” menyapa para sahabat yang juga sedang di depan komputer, sambil mendengarkan radio yang memutar lagu-lagu natal serta tidak lupa pastinya hadir di rumah di Jogja secara virtual dengan bantuan teknologi saat ini. Bercanda dengan Awan dan bercengkerama dengan Emy. Dan ketika malam sudah menyapa di Jogja serta Emy pamit untuk tidur, saatnya DosenGila bergerak ke De Krijtberg untuk berbagi kebahagiaan dan damai bersama mereka yang hadir di gereja tersebut. Sepulang dari gereja menemui satu sosok ayah yang karena mengemban tugas yang mirip dengan DosenGila harus meninggalkan keluarga di belahan bumi yang lain. Mereka berbagi cerita dan mimpi sambil makan malam lalu kembali berpisah mengikuti jalan menuju pondokan masing-masing. Sesampainya di gedung tempat DosenGila tinggal, DosenGila menuju kamar tempat sepasang sahabat tinggal di lantai atas memnuhi undangan makan malam yang mendadak. ~makan lagi …. padahal sudah makan … huahahahahaha kapan kurusnya

Sambil makan, DosenGila berbincang dan juga nonton hiburan yang disajikan di TV: Film Harry Potter ke-3. Ada yang menarik dari film ini: mantra Expecto Patronum yang dipakai untuk menangkal Dementor (makhluk gaib yang menghisap kebahagiaan). Setelah capek dan malam sudah berganti menjadi pagi, DosenGila kembali ke kamar yang terletak di satu lantai di bawah di gedung yang sama. Tidur.

Bergegas setelah bangun kesiangan, DosenGila bersiap dan menuju acara kebaktian Natal Keluarga Katolik Amsterdam. Bergabung dengan komunitas Indonesia merayakan Natal merupakan kebahagiaan tersendiri apalagi saat itu DosenGila berkesempatan menyumbangkan (baca: membuat jadi sumbang) lagu dalam koor anak-anak muda. Sayangnya DosenGila harus meninggalkan acara sebelum usai karena sudah ada janji untuk nonton resital piano Wibi Soerjadi di Grote Zaal Concertgebouw Amsterdam. Dan kegembiaraan dilanjut sambil duduk tenang di tengah resital dan menikmati dentingan piano dari cabikan lembut namun maut dari sang Maestro. Selesai nonton, sebagian gerombolan pun kembali ke markas besar di rumah sahabat, sang tetangga atas kamar. Dilanjut main Wii dan makan tentunya. DosenGila harus pulang cepat karena esok paginya ada janji lain yang menawarkan petualangan yang tak kalah menarik: berkunjung ke Vlissingen, menemui rekan-rekan alumni SMA Taruna Nusantara yang sedang ditugaskan mengambil kapal ke-4 (yang rencananya akan dinamai KRI Frans Kaisiepo) yang dibeli untuk memperkuat armada TNI AL.

(bersambung …)

Iklan

28 Desember 2008 - Posted by | Secangkir ... | ,

7 Komentar »

  1. ~duduk-manis-menunggu-kelanjutannya~

    ~tak-lupa-ditemani-segelas-choco-amaretto~

    Komentar oleh qybolt | 28 Desember 2008 | Balas

  2. Wah lagi di amsterdam ya, saya di perbatasan Zuid-Holland dengan Noord-Brabant, mampir kesini dari wajahjogja. salam kenal ya pak.

    Oh iya apakah qybolt yang komen diatas saya ini adalah seorang teman alumni TN dari Breda? ah dunia ini sempit sekali :p

    Komentar oleh chrisibiastika | 28 Desember 2008 | Balas

  3. dank u well…
    makasih bang atas kunjunganya…
    jangan kapok ya ngeboncengin aku…. ^_^
    kami siap hadir memeriahkan malam tahun baru
    dengan seliter amaretto bersama dosengila ūüėÄ

    Komentar oleh foe | 29 Desember 2008 | Balas

  4. selamat natal bung enade…damai di bumi damai di hati….

    Komentar oleh restlessangel | 29 Desember 2008 | Balas

  5. selamat natal, kang!

    Komentar oleh zam | 30 Desember 2008 | Balas

  6. @ qybolt: Hey.. anak kecil gak boleh minum alkohol! Hua..ha..ha..haa…

    @chrisbiastika: Yup, anda benar. Salam kenal juga!

    @ foe: Siap! Dinanti kedatangannya. Ini tongseng domba sudah siap untuk disantap.

    @ restlessangel: Makasih mba’ Medina. Damai sejahtera senantiasa juga untukmu selalu …

    @ zam: matur nuwun Kang!

    Komentar oleh Enade | 31 Desember 2008 | Balas

  7. […] kisah di postingan sebelumnya, hari ke-3 Natal atau hari Jum’at 27 Desember DosenGila terdampar lagi di Vlissingen tempat […]

    Ping balik oleh Secangkir kopi amareto dan lanjutan kisah Natal ke-3 … « Laan van Kronenburg | 2 Januari 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: