Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir mixed ocha-coklat dan “perjalanan sangat pendek ke barat …”

Yayyyy … blog ini direview di dagdigdug oleh Oom Yahya. *besar kepala

Melanjutkan tulisan minggu lalu di sini, DosGil akhir pekan lalu berkesempatan mengunjungi tanah leluhur (*tsahhh) di Ngulakan, Kulon Progo. Sebuah perjalanan sangat pendek ke Barat. Sepanjang perjalanan, DosGil selalu mendapat konfirmasi dari salah satu kepercayaannya yaitu, “Jogja is the most beautiful city in the world”. Jogja yang dimaksud DosGil dalam hal ini adalah satu entitas Ngayogdjakarta Hadiningrat. Iya, errrr malah terus ndak isa menuliskan dengan kata-kata, silakan check tautan ini dengan tag [pp ke Wates] untuk melihat beberapa foto jepretan perjalanan menuju Wates.

Sesampainya DosGil di tanah leluhur, DosGil semakin terpesona. Dulu ini tempat bermain-main DosGil kalau “berlibur ke desa”. Mencoba menarik memori dan menemukan rumah limasan di tengah kebun yang tumbuh liar beberapa kelapa, beberapa petak kolam, berbagai petak tanaman sayuran dan bumbu, serta sumur yang jernih dan kamar mandi ala desa yang segar. Bagian selatan dibatasi selokan, timur dengan jalan utama (dulu hanya batu krakal), utara dan barat sunga yang sumbernya hanya sepelemparan batu dari tempat itu. Hmmm … masa kecil yang indah, sepertinya. Iya, dulu begitu sampai di sana maka kelapa muda yang segar yang baru saja dipetik dari pohonnya langsung tersedia. Segar sekali rasanya karena dari kota Yogya untuk mencapai tempat itu sangatlah sulit. Entah kapan terakhir kalinya sebelum ini DosGil menginjakkan kaki di tanah seluas 6000an meter persegi itu. Yang pasti saat itu Nenek DosGil yang empunya tempat itu masih ada.

Saat ini, seperti ironi, dengan pembangunan yang cukup pesat, untuk mencapai tempat itu cukup mudah dan nyaman internet pun sudah menjangkau, namun tidak ada lagi limasan, kolam, petak sayur dan bumbu. Hanya tanah ditanami sengon dan jati dan belukar serta kelapa yang menua. Ingin rasanya membangun kembali memori masa kecil dan meninggali tempat itu. Bercocok tanam dan memelihara kambing dan sapi. Let’s see how far DosGil can go for this

*DosGil, bermimpi jadi petani 2.0

Iklan

15 Februari 2012 Posted by | New idea ..., Secangkir ... | , , | 2 Komentar