Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir coklat panas dan “perjalanan pendek dan singkat ke barat …”

Badan ini lelah. Itulah kesimpulan setelah perjalanan ke Barat alias ke Ibu Kota NKRI Jakarta. Namun demikian, semangat ini menjadi semakin menyala-nyala untuk … untuk … hmmm … untuk apa yahh? Pokoknya untuk itu, yang penting jadi “menyala-nyala”!

Rencana perjalanan ke barat ini sudah DosGil putuskan hampir sebulan silam (http://dosengila.posterous.com/ke-jakarta-aku-kan-kembali-120110). Dan saat itu DosGil putuskan untuk naik kereta. Kenapa kereta? 1. Karena DosGil tidak terburu-buru, 2. Momen yang tepat untuk compare and contrast dengan moda transportasi yg biasa DosGil gunakan untuk ke Jakarta. 3. DosGil terpuaskan naik Sancaka ke surabaya pp Oktober tahun lalu. Maka kereta jadi pilihan DosGil. Lagipula DosGil akan pergi untuk have fun, jadi kalau dikecewakan oleh moda transportasi ini diharapkan tidak terlalu membuat DosGil gusar. Dan, ternyata DosGil tidak gusar sama sekali. DosGil puas dengan payanan PT. KAI ini. Luar biasa! Bersih, relatif tepat waktu (pp hanya delay 30 menit), toilet gratis dan bersih, tenpat tunggu yang nyaman dan tidak crowded dll. dll. dll. Jika di Gambir dan di Statiun tugu ada jasa lounge lengkap dengan kamar mandi pasti akan laku keras dan pelayanan ini hampir sempurna. Sempurna kalau di kereta ada internet gratis. ūüėÄ

Di Jakarta, DosGil menghadiri reuni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-5. (Gak percaya? Iya betul DosGil alumni SMA itu, tapi kalau gak percaya ya gak papa karena kepercayaan itu didapat karena perbuatan bukan sekadar kata-kata *tsahhh). Kerinduan selama 15 tahun tidak pernah berjumpa pasti tidak cukup ditumpahkan dalam setengah hari dalam acara hahahihihehe di Balai Kartini (yang berbarengan dengan Hellofest) dan main bola di Episentrum lalu makan malam di Bakmi GM. Meski kemudian masih dilanjutkan di Apartemen Casablanca, tapi esok harinya kami sudah harus berpisah. Luar biasa. Melihat prestasi teman-teman, DosGil terpacu untuk berkarya lebih baik lagi. Tidak sabar untuk ketemuan lagi 2014 (20 tahun dari awal perjumpaan) dan 2017 (20 tahun dari awal perjuangan). Mengutip lagu Songsong Masa Depan, ” … nantikan karyaku 20 tahun lagi.” Que sera sera! Terima kasih panitia, terima kasih teman-teman semua.

Dari penginapan DosGil menuju gedung Cawang Kencana, menghadiri pernikahan kolega. Lanjut ke Central Park untuk meet up seorang sahabat. What a productive week end. Yang DosGil tidak habis pikir, Jakarta sudah penuh sesak dengan mall, masih ramai pula mall-mall pusat perbelanjaan ini. Ah tidak usah dipikir seperti tidak usahlah dipikir debat kusir yang membuat DosGil memilih untuk “on leave” dari sebuah grup demi menjaga “pikiran positif”. Iya kan @JerukRumpi?

Selamat hari Senin!

*DosGil akan eksekusi bisnis baru hari ini. Semoga kali ini sukses membawa DosGil menjadi pengusaha yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bangsa, negara dan dunia. May the force be with us, always!

6 Februari 2012 Posted by | Secangkir ... | , , , , , , , , , | 3 Komentar

Secangkir besar coklat dingin dan “The Iron Lady …”

Kemarin, bersama teman-teman CahAndong, DosGil nobar pelem tentang mantan Perdana Menteri UK Margaret Thatcher (MT) berjudul “The Iron Lady” di Empire XXI. Bukan, tulisan ini tidak akan membahas pelem itu. Kalau mau baca ulasan dan bahasan silakan salah satunya bisa menuju ke postingan blognya blogger serius Herman Saksono di tautan ini. Usai menonton pelem itu pun dilanjutkan diskusi di warun ayam goreng Tojoyo di depan gedung bioskop. Diskusi pun mengalir tentang betapa enaknya ayam goreng di restoran tersebut. *lho Iya, ayam gorengnya memang enak dan pengunjungnya pun setelah pengamatan kurang lebih 2 jam juga dapat diklasterkan dan dikategorikan “menarik”. Apa hubungan restoran ini dengan MT? Errrr … mungkin ndak ada, tapi di restoran itu muncul pertanyaan di benak DosGil: Siapakah MT, sebelum dan sesudah menjadi Perdana Menteri?

DosGil cukup “akrab” dengan MT, secara dia menjadi PM sejak DosGil belum lahir dan lengser ketika DosGil masih SD. Koran harian Bernas yang jadi langganan waktu itu cukup membuat DosGil tahu dengan sosok MT. Namun yang membuat DosGil terkejut hari ini adalah ketika tahu MT adalah seorang kimiawan! Iya dia lulusan jurusan Kimia Universitas Oxford dengan TA di bawah bimbingan Dorothy Hodgkin di bidang kristalografi sinar-X. What a lady! Karya besar Dorothy yang dampaknya masih kita rasakan hingga saat ini adalah salah satunya pengembangan teknik kristalografi sinar-X tersebut. Teknik yang memungkinkan struktur makromolekul protein dan lain-lain teridentifikasi (dan mendasari kimia medisinal komputasi dalam mempercepat proses penemuan obat). Silakan meluncur ke situs Protein Data Bank untuk melihat dampak pengembangan teknik ini. Dengan teknik yang dikembangkannya, Dorothy mengkonfirmasi struktur penisilin. Dia juga bisa mengelusidasi struktur vitamin B12 yang membawanya memperoleh Hadiah Nobel pada tahun 1964. Struktur insulin, dia juga yang memecahkannya. Di kalangan sains di Britania Raya, nama Dorothy Hodgkin disejajarkan dengan Benjamin Franklin, Edward Jenner, Joseph Lister, Isaac Newton, Robert Boyle, Ernest Rutherford, Nicholas Shackleton, Charles Babbage, dan Alfred Russel Wallace. What a lady!

DosGil yakin pasti ada pengaruh Dorothy dalam diri MT, entah apapun itu.

*DosGil menyapa para (bio)kimiawan muda Indonesia, “The Force is strong with you!

26 Januari 2012 Posted by | Secangkir ... | , , , | 3 Komentar

Secangkir coklat panas dan “Tahun Baru Imlek …”

Tinggal bersama keluarga Lim di Den Haag selama lebih dari setahun, membuat DosGil juga ikut merasakan berbagai acara terkait budaya Tionghoa terutama Imlek. Jujur, DosGil merindukan suasana itu. Imlek di Den Haag telah menorehkan kenangan tersendiri.

Jadi, di tengah hujan deras yang mengguyur Jogja semalam, DosGil keluar cari makanan dari Sate Madura terminal Concat, Saksang Batak Tapian Nauli, dan beberapa sayuran di Chinese Food. Lalu menyusun meja makan sedemikian rupa dan mengundang keluarga besar di rumah untuk makan bersama mengelilngi meja dan makan bersama. Suasana yang indah nian.

Selamat tahun baru Imlek bagi yang merayakan!

*DosGil olahraga lagi mengantisipasi naiknya kolesterol

23 Januari 2012 Posted by | Secangkir ... | , , , | Tinggalkan komentar

Secangkir coklat panas dan “nilai maksimal …”

Hari ini muncul keinginan untuk melanjutkan penelitian lanjutan disertasi dengan melakukan optimasi protokol penapisan virtual yang sudah dikembangkan dalam disertasi ini. Protokol tersebut hanya memperhitungkan satu residu asam amino penting yang sudah dikenali dari studi mutasi beberapa tahun silam. In fact, hasil penelitian DosGil yang dipublikasi di sini bercerita tentang identifikasi dan verifikasi 4 residu asam amino lain yang juga berperan penting dalam interaksi senyawa dengan reseptor histamin H4. So, total ada 5 faktor yang layak dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas protokol yang sudah dikembangkan. Dengan menggunakan pendekatan total factorial design berarti ada 2^5 percobaan dan masing-masing setidaknya 3 kali replikasi. Fiuhhh … Oke, dengan skrip otomatisasi (memakai istilah yang diperkenalkan Kang @sandalian) kita bisa serahkan ke komputer sepenuhnya.



Lha terus respon yang akan kita optimasi apa? Kebiasaan para kimiawan medisinal dalam penapisan virtual adalah nilai EF1%. Jujur, DosGil rada gak suka pemilihan cutoff itu karena hanya sekedar come out of a clear blue sky. Nilai EF1% diharapkan menggambarkan early enrichment, sehingga diharapkan bisa fokus pada 1% selected data dari keseluruhan database. Dengan cutoff pada EF1% tidak menggambarkan korelasi non parametrik antara true positif dengan true positif dan true negatif dengan true negatif. Kenapa gak sekalian EF0.1%? DosGil lebih suka nilai matthews coefficient correlation (MCC) seperti yang digunakan oleh DosGil di penelitian ini dan ternyata juga digunakan peneliti-peneliti lain di dunia penapisan virtual seperti contoh di sini. So, diputuskan tadi sore respon yang kita lihat untuk menilai kualitas penapisan virtual yang diutamakan adalah MCC.


Lha terus kalau dah dapat model yang signifikan dan “valid”, cari nilai optimal/maksimalnya piye? *munyer **munyer^2 Sehingga kita bisa memberi beban yang pas untuk masing-masing residu asam amino. Dan seperti biasa, DosGil berpaling ke program statistika R dan jawabnya ada di sana hore .. menggunakan modul steppest ascent di package rsm. Misal kita pakai data di https://dosengila.wordpress.com/2011/10/24/secangkir-kopi-dan-mengajar-lagi/

> library(rsm)
> yuli2
exp a b c respon
1 1 -1 -1 -1 0.0150
2 1 -1 -1 -1 0.0210
3 a 1 -1 -1 0.0097
4 a 1 -1 -1 0.0124
5 b -1 1 -1 0.0157
6 b -1 1 -1 0.0185
7 ab 1 1 -1 0.0168
8 ab 1 1 -1 0.0166
9 c -1 -1 1 0.0036
10 c -1 -1 1 0.0039
11 ac 1 -1 1 0.0227
12 ac 1 -1 1 0.0252
13 bc -1 1 1 0.0050
14 bc -1 1 1 0.0049
15 abc 1 1 1 0.0507
16 abc 1 1 1 0.0696

> coba_steepest1=rsm(respon~FO(a,b,c,a*b,a*c,b*c,a*b*c), data =yuli2)
> steepest(coba_steepest1)
Linear path of steepest ascent
dist a b c c(“*”, “a”, “b”) c(“*”, “a”, “c”) c(“*”, “b”, “c”) c(“*”, “a * b”, “c”) | yhat
1 0.0 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 | 0.019
2 0.5 0.255 0.158 0.112 0.156 0.311 0.123 0.107 | 0.023
3 1.0 0.511 0.316 0.225 0.312 0.621 0.245 0.214 | 0.029
4 1.5 0.766 0.475 0.337 0.468 0.932 0.368 0.320 | 0.035
5 2.0 1.021 0.633 0.450 0.624 1.242 0.490 0.427 | 0.043
6 2.5 1.277 0.791 0.562 0.780 1.553 0.613 0.534 | 0.053
7 3.0 1.532 0.949 0.674 0.936 1.863 0.735 0.641 | 0.064
8 3.5 1.788 1.107 0.787 1.091 2.174 0.858 0.747 | 0.077
9 4.0 2.043 1.265 0.899 1.247 2.484 0.980 0.854 | 0.092
10 4.5 2.298 1.424 1.011 1.403 2.795 1.103 0.961 | 0.109
11 5.0 2.554 1.582 1.124 1.559 3.105 1.225 1.068 | 0.128

Dari hasil di atas dapat dilihat kalau global maksimum ada di nilai respon 0,128 yang didapat saat nilai a = 2,554; b = 1,582 dan c = 1,124. Dah ketemu caranya horeeeee …

*DosGil bisa tidur nyenyak malam ini.

10 Januari 2012 Posted by | New idea ... | , , , , , | Tinggalkan komentar

Secangkir coklat panas dan “bombastis …”

Menurut rumor, kata bombastis berasal dari nama asli lengkap Paracelcus yaitu Philippus Theophrastus Aureolus Bombastus von Hohenheim. Karakternya yang angkuh dan arogan serta pemilihan kata yang hiperbolis dan revolusioner membuat pemilihan kata serupa diberi kata sifat “bombastis”, sesuai salah satu dari nama tengah Paracelcus, Bombastus. Tapi, … siapakah Paracelcus? Bagi yang pernah kuliah toksikologi ataupun pembaca blog ini ataupun pengikut @dosengila di Twitter mungkin sudah tahu karena DosGil sering sangat membahas quote beliau yang terkenal, “Dosislah yang membuat sesuatu itu beracun atau tidak.” Iya, Paracelcus adalah salah satu pioner farmakologi/toksikologi modern yang hidup di abad 15, sejaman dengan Martin Luther (salah satu tokoh idola DosGil yang lain). Meskipun jaman itu kimia khususnya kimia organik belum bisa dikatakan maju, Paracelcus lah yang menginisiasi hubungan senyawa aktif dengan aktivitas farmakologi/toksikologi bukan lagi sekedar “tanaman A bisa untuk penyakit hati karena daunnya mirip dengan hati” (meskipun banyak hal seperti ini masih terkonfirmasi “benar”).

Dan lagi …, sebagai penikmat buku-buku karya Paulo Coelho pasti sudah baca Sang Alkemis yang melegenda itu. Dan siapakah the real alkimiawan? Nicolas Flamel! Yup, yang menjawab itu pastilah juga penggemar Harry Potter. Paracelcus adalah penulis buku tentang alkimia dan mungkin dia adalah salah satu alkimiawan itu sendiri.

So, bersiaplah membaca buku-buku karangan Paracelcus jika ingin mengubah sembarang logam jadi emas atau memiliki obat hidup yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Btw, dengan setidaknya Android G1 yang sudah diperbaiki, DosGil sudah bisa (lagi) mengabadikan kejadian sehari-hari dan mengunggah di www.dosengila.posterous.com secara instan dengan syarat si Android G1 tidak habis baterei dan sedang terkoneksi internet.

Have a wonderful monday!
*DosGil, an alchemist wannabe

8 Januari 2012 Posted by | Secangkir ... | , , , | Tinggalkan komentar

Secangkir Ocha panas dan “G-protein coupled receptors (GPCRs) di awal tahun 2012 …”

Menurut tautan ini: http://pubs.acs.org/subscribe/journals/mdd/v07/i11/html/1104feature_filmore.html, sekitar 40%  obat resep (ethical) yang beredar di pasar beraksi pada keluarga reseptor ini, G-protein coupled receptors (GPCRs). Jadi, jika anda tiba-tiba diangkat menjadi direktur penelitian dan pengembangan sebuah perusahaan yang akan mengembangkan obat baru maka peluang anda untuk sukses relatif besar dengan memfokuskan seluruh usaha perusahaan pada keluarga reseptor ini. Setidaknya itu menurut artikel di tautan tersebut di atas. Sebagai contoh, sejarah mencatat anti histamin H1 Fexofenadine (nama dagang: Allegra, Telfast, Fastofen, Tilfur, Vifas, Telfexo, Allerfexo) menjadi blockbuster dengan membukukan 1,87 x 10^9 USD pada tahun 2004 dan anti histamin H2 Cimetidine (nama dagang: Tagamet) menjadi obat pertama yang mencapai penjualan 10^9 USD dalam satu tahun. Reseptor histamin H1 dan H2 merupakan salah dua dari keluarga reseptor GPCRs ini. Dua reseptor tersebut merupakan contoh kisah sukses dalam dunia kimia medisinal. Dan masih banyak lagi. Sebagai informasi, saat ini perusahaan farmasi dan akademia kimia medisinal bahu membahu (sekaligus berkompetisi) dalam menemukan obat anti histamin H3 dan anti histamin H4 yang sekuens asam amino reseptor targetnya ditemukan berurutan pada tahun 1999 dan 2000 (keberadaan histamin H3 sudah dihipotesiskan pada tahun 1993).

Tahun 2011 merupakan tahun keemasan bagi GPCR. Di tahun tersebut beberapa crystal structure baru reseptor-reseptor anggota keluarga GPCR berhasil diketahui dan tersedia untuk umum. Tahun ini pula hasil kompetisi pemodelan molekul dalam memprediksi struktur crystal tersebut diumumkan dan dianalisis. Dibandingkan hasil tahun sebelumnya, hasil tahun 2011 ini menggembirakan. Akurasi hasil prediksi terutama bagaimana ligan berinteraksi dengan reseptornya sudah cukup akurat. Didukung perkembangan kimia medisinal komputasi, tersedianya struktur-struktur tersebut membuka kesempatan baru dalam percepatan penemuan obat baru. Salah satu indikasinya adalah ketika pada bulan Mei diluncurkan kristal struktur histamin H1 terikat pada doxepin, hanya sekitar 4 bulan kemudian telah disubmit ke Journal of Medicinal Chemistry protokol penapisan virtual berbasis struktur yang berhasil menemukan 19 senyawa baru yang masing-masing berbeda secara struktural batang tubuhnya dari 25 senyawa yang diusulkan untuk diverifikasi in vitro. Menemukan satu saja senyawa baru itu sebuah prestasi yang membanggakan, apalagi dengan hanya menguji 25 senyawa setelah dengan berbantukan komputer manapis ~13 juta senyawa dan mendapatkan 19 senyawa baru dalam waktu ~4 bulan, itu sebuah prestasi luar biasa.

Satu hal menarik dan dapat dipelajari dari berbagai kristal struktur GPCRs adalah bahwa keluarga reseptor ini cukup konservatif dalam arti memiliki urutan asam amino pada posisi tertentu yang konservatif dan juga memiliki lokasi sisi aktif yang serupa. Bahkan pada subtipe golongan aminergik, dapat dipastikan ada asam aspartat pada posisi 3.32 yang berfungsi untuk berikatan ionik dengan gugus amin pada ligannya. Sifat ini sangat membantu dalam pemodelan molekul namun menjadi kendala ketika harus berhadapan dengan masalah selektivitas.

Dan yang tidak kalah menarik adalah bahwa reseptor tempat feromon sang senyawa penyebab jatuh cinta (?) beraksi adalah anggota keluarga GPCR. Jadi, dengan memahami reseptor ini bukan tidak mungkin suatu ketika ilmu “pelet” dapat direkayasa dan dijelaskan secara ilmiah. ūüėČ

Menutup racauan tentang GPCRs ini, sambil berharap akan letupan dan kemunculan penemuan-penemuan breaktrough terkait GPCRs di tahun 2012 ini DosGil menyampaikan “Dear GPCRs fans, the force is strong with you!”

Selamat Tahun Baru 2012. Dirgahayu!

3 Januari 2012 Posted by | Secangkir ... | Tinggalkan komentar

Secangkir kopi panas dan “perpisahan …”

Pernah seseorang berkata kepada DosGil bahwa dia mengidentifikasi kalau kematian adalah hal yang paling ditakuti oleh DosGil. Hmmm … bisa jadi, dan mungkin memang demikian. Lalu dia melanjutkan bahwa rasa takut (fear) itu akan dengan mudah memicu kemarahan (anger) DosGil, yang dapat berlanjut pada kebencian (hate) dan bermuara pada penderitaan (suffering). Beberapa hari yang lalu, saat masih ramai ucapan Selamat Natal berseliweran baik via sms, tweet maupun fb DosGil membalas beberapa tweet dengan “May the Force be with us, always!“. Tweet tersebut disambar oleh bot Yoda (@yodaism) dengan balasan “@dosengila With you, the force is strong.” Lalu DosGil teringat pada salah satu quote dari Master Yoda “Fear is the path to the dark side. Fear leads to anger. Anger leads to hate. Hate leads to suffering“. Persis komentar rekan DosGil di awal paragraf ini. Kematian adalah perpisahan yang ultimate¬†yang jelas tertulis dalam janji perkawinan, ” … hingga kematian memisahkan kita …/…¬†till death us do part …”.

Jika antonim dari perpisahan adalah perjumpaan, apakah lawan kata dari kematian? Kehidupan atau kebangkitan? Seorang teman lain lagi berkomentar, “Setelah kematian akan ada kebangkitan.” Benar-benar pernyataan penuh iman, meskipun logika DosGil pun tersenyum sinis dan menimpali dalam diam, “Yang pasti, perpisahan adalah negasi dari perjumpaan sementara kematian adalah negasi dari kehidupan. Kebangkitan dan perjumpaan kembali setelah perpisahan bukanlah kepastian, hanya sekedar janji dan harapan belaka.”

Apapun pilihan jawabannya, perjumpaan kembali dengan orang-orang tercinta setelah perpisahan adalah sesuatu banget! Tahun 2011 ini adalah pertama kali DosGil menghabiskan malam Natal dan hari Natal seluruhnya bersama keluarga dan handai taulan di Yogyakarta sejak tahun 2005 silam. Natal tahun 2006 di Amsterdam dan menghadiri undangan makan malam di Utrecht dilanjutkan jalan-jalan ke Madrid, tahun baruan di Roma dan mengawali cerita tahun 2007 di Barcelona. Tahun 2007, sepi sendiri di Amsterdam menyelesaikan thesis program Master dan juga menghabiskan malam tahun baru 2008 ditemani segelas air dari kran dan beberapa potong keripik kentang. Tahun 2008 cukup berwarna dan ditulis di sini. Sempat pada tahun 2009 DosGil bisa pulang dan tepat mendarat di Yogyakarta tgl 25 Desember, tapi ~5 jam berikutnya sudah berganti menjadi 26 Desember dan pohon Natal pun dikemasi. Sementara tahun lalu, DosGil mengunjungi makam mBah Luther di Wittenberg.

Tautan youtube yang DosGil peroleh dari Tweet @kelakuan berikut jelas-jelas menunjukkan bahwa itu adalah sesuatu banget:¬†http://www.youtube.com/watch?v=x_9fQEqZCWs¬†Salah satu hiburan DosGil di Negara Kincir Angin untuk membunuh waktu dan rasa sepi adalah mencari teman senasib: Nongkrong di terminal keberangkatan¬†Bandara Schiphol melihat orang-orang yang “dipaksa” berpisah. Berkurangnya rasa sakit akibat sepi itu bisa diuji dengan melihat berkurangnya rasa iri saat nongkrong di kafe depan terminal kedatangan melihat adegan-adegan “perjumpaan”.

In case ini postingan terakhir di tahun 2011, DosGil menghaturkan: “Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012! May the Force be with us, always!

*Ini bukan postingan berbayar, bahkan DosGil sudah mengurangi minum softdrink sejak lama sekali semenjak DosGil mengurangi konsumsi gula.

28 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | 4 Komentar

Secangkir coklat panas dan “eindelijk … (menanti v.2.0)

Yes … finally (Dutch: Eindelijk), IT was submitted two days ago. Now, waiting for the results.

*lirih merapal … “Ya Bapa … ke dalam tanganMu kuserahkan …”

21 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | Tinggalkan komentar

Secangkir kopi dan “menanti …”

Jadi sekarang DosGil sedang dalam masa penantian. Apakah thesis-nya akan diteruskan oleh para promotor ke reading committee atau dikembalikan untuk direvisi lagi.

Sembari menanti, rasa, pikiran dan kehendak DosGil sulit diajak diam. Seperti layaknya kera yang melompat ke sana dan ke mari. Sepertinya DosGil perlu mengulang ke Vihara Dhammadipa Arama di Batu Malang untuk kembali melatih dan men-defrag rasa, pikiran dan kehendak akibat beban berat kehidupan ini. *halah *lebay

Setelah manuskrip thesis lengkap dikirim minggu lalu dan DosGil melihat kebelakang apa yang dikerjakan dalam kurum waktu setelah submit dan saat ini ternyata banyak ide proyek meliputi menulis buku, membuat user-friendly “peranti lunak” dari protokol yang pernah dikembangkan, membuat pelatihan, main-main dan menikmati hidup … yang tercetus. Sebagian sudah diinisiasi (menulis buku: Metodologi Penelitian Farmasi dan Ilmu Hayat, Penapisan Virtual Berbasis Struktur: Pengembangan Protokol dan Validasi, Pengantar Kimia Medisinal Komputasi, Statistika Dasar dengan Peranti Lunak R-2.14.0 for Windows) dan sebagian sudah accomplished (Proyek OS DesFaktor v0.9 dan i-COX2 v1.0 dan pelatihan DesFaktor v0.9).

Serta proyek menikmati hidup alias memanjakan diri juga beberapa accomplished, antara lain melakukan pengaturan ruang laboratorium virtual, memulai belajar PHP-MySQL, berbagi cinta dan kasih sayang (*tsahhh), dan hari Minggu kemarin dua kopdar makan-makan yang sempurna: pagi hari hingga siang hari dengan CahAndong di Benteng Vredeburg dan malamnya family gathering Kelompok Ngiwut dengan menu spesial Charsiu Panggang olahan @TanteYahya. Live is so beautiful. Terima kasih.

But somehow, ada yang terasa hampa, entah itu apa … Anyhow lagu dari Bro Daniel Sahuleka ini sengaja DosGil letakkan di sini untuk seseorang spesial yang turut mengisi hari penantian ini …

12 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | 4 Komentar

Secangkir mixed kopi-coklat dan “curhat Polsek Depok Timur Sleman Yogyakarta”

Jadi, begini. Untuk kesekian kalinya DosGil menjalani pemeriksaan exactly di tempat dan waktu yang sama berturut-turut ~9.30 WIB (waktu saat biasanya DosGil terburu untuk meeting di kantor) Yaitu di kantor Polsek Depok Timur. Dan tadi pun setelah turut kedua, DosGil melayangkan komplain. Dan bertanya, “Apakah efektif cara seperti ini?” Dan yang menarik adalah jawaban dari Inspektur Deny yang tadi berkenan meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan. Jawaban beliau adalah (which is make sense meskipun agak gimana gitu. Summon Momon ttg fallacy), “Apakah Bapak mau kehilangan motor?” Berikut kurang lebih percakapan singkat lanjutan DosGil (DG) dan Inspektur Deny (ID).

DG: “Saya sudah pernah kehilangan motor.”
ID: “Saya juga sudah.”
DG: “Apakah tidak ada cara lain?”
ID: “Lha yang punya peraturan siapa?
DG: Speechless

Baiklah … Anyway terima kasih Inspektur Deny telah memberikan waktu dan quote yg menarik. So, lesson learned today: Ketika berhadapan dengan yang so-called “yang punya aturan”, just follow the order, don’t ask and don’t tell.

*DosGil menikmati ruang baru sambil melanggar aturan: Bercelana pendek dan berkaus tanpa kerah :p

6 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | 7 Komentar