Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir air putih dingin dan “Perdjoeangan yang panjang (untuk sementara) dihentikan [2] …”

Makan Malam di Amersfoort

Collaboration atau kolaborasi merupakan kata kunci dalam tiap kali DosGil mendapat undangan makan malam dari seorang guru sekaligus seorang sahabat di Amersfoort. Beberapa titik kritis dalam perjalanan DosGil di negeri kincir angin seringkali bermuara di Amersfoort. Setidaknya ada 2 puncak dan dua lembah dilewati DosGil dengan makan malam di Amersfoort. Tidak perlu disebutkan karena hanya menambah curcol dan sentimentil cerita.

Kali ini, jika tidak salah hitung karena menulis ini sambil tipsy setelah sebotol anggur Spanyol, berarti makan malam ke-5 DosGil menyambangi Amersfoort. Dan lagi-lagi pembicaraan sekitar kolaborasi, membuka kesempatan dan be open mind. Secara tidak sengaja DosGil lalu mencoba menghitung berapa tangible product dari sebuah hospitality berupa makan malam, hmmm … uncountable. Ya, mungkin bisa dhitung, tapi DosGil memilih untuk tidak menghitung. Kenapa? Impact factor! Atau boleh dibilang the multiplying effect. DosGil hadir di sini karena selain ada kesempatan juga karena terinspirasi beberapa dosen DosGil yang telah mendahului melakukan riset kolaborasi dengan departmen tempat DosGil menempuh S2 dan S3. Belum lagi jika memperhitungkan fakta bahwa sejak DosGil bergabung di tahun 2006, DosGil menjadi saksi setidaknya 5 orang dari Indonesia mendapat gelar Master di sini (termasuk DosGil) dan 2 orang PhD di departmen ini. Dan mari kita lihat ke depannya … Mungkin tidak secara langsung ada mahasiswa datang ke sini lagi untuk studi tapi mari kita coba lihat ke depan dampak dari para lulusan inidi Indonesia. Hal ini tentu saja tidak dapat dijawab sekarang. Terkait publikasi ilmiah (internasional), hmmm setidaknya sudah tidak cukup jari tangan dan kaki digunakan untuk menghitung artikel ilmiah yang terlahir dari buah kolaborasi ini. Dan, seperti badai (lebay sih …), kata kolaborasi ini seperti berdengung-dengung terus di telinga Dosgil semenjak DosGil merampungkan ujian disertasi hari Rabu tgl 23 yang lalu. Semangat dan roh kerjasama meliputi hampir setiap pembicaraan baik formal (dalam rapat-rapat terbatas) atau sekedar saat bincang-bincang informal sambil minum segelas dua gelas bir dan bertukar kartu nama (beberapa berlanjut dengan diskusi di email).

Hospitality dan collaboration bukan komplemen maupun substitusi, namun collaboration pasti akan sangat pesat dengan katalis hospitality. Seperti malam ini, barbeque-an di taman belakang rumah teman bersama anak dan istrinya ditutup dengan anggur merah dan kopi, banyak sekali perbincangan kolaborasi yang tinggal menunggu waktu untuk disolidkan. Dari rapat terbatas beberapa hari yang lalu (dan didetailkan saat makan malam tadi), DosGil mendapat posisi baru sebagai peneliti tamu di departmen ini. Setidaknya ada satu proyek yang dikerjakan bersama dan DosGil mendapat fasilitas untuk penelitian kurang lebih seperti long distance postdoc. Pasti ini jauh lebih menarik daripada long distance relationship. :p Jadi meski perdjoeangan yang panjang (untuk sementara) dihentikan. Tidak berarti kolaborasi berhenti. Perdjoeangan akan dilanjutkan dengan medan dan strategi yang berbeda, serta tuntutan yang berbeda pula tentunya.

Apakah kolaborasi berlawanan dengan kompetisi? DosGil tidak dapat berpendapat dengan pasti dalam hal ini. Namun secara personal DosGil tidak menyukai kompetisi. Dengan kompetisi, the winner takes it all dan the winner stands alone. Tidak nyaman bukan berada di puncak sendirian meski mendapat segalanya? Kompetisi dan kolaborasi memiliki akar yang sama yaitu kompetensi. Tanpa kompetensi, pasti akan tersingkir dalam awal kompetisi. Tanpa kompetensi, kolaborasi atau kerjasama berarti yang lain kerja dan hasilnya sama-sama dibagi rata. Hal yang tidak adil pastinya. Pengalaman-pengalaman studi dan hidup di Belanda ini membuat DosGil menjadi semakin sadar bahwa kompetensi dikembangkan dan juga berkembang pesat dengan kolaborasi. Kolaborasi yang menyenangkan adalah kolaborasi yang saling melengkapi dan kesadaran akan saling menghargai satu sama lain yang dijiwai dan dibalut hospitality yang tulus dan ikhlas. Kompetensi juga dapat berkembang pesat dengan kompetisi, namun dengan sedikit penyakit hati yang mengambil peran maka dengan sangat mudah akan terjadi sebaliknya, kemunduran dan destruksi.

Semoga bisa menikmati makan malam di Amersfoort lagi kelak …

*meracau sambil tipsy dan ngantuk berat.

Iklan

29 Mei 2012 Posted by | Secangkir ... | 1 Komentar