Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir air putih dingin dan “Perdjoeangan yang panjang (untuk sementara) dihentikan [1] …”

Iya, seiring dengan berakhirnya era gedung hospitium, satu-satuya gedung dengan alamat “Laan van Kronenburg”, perdjoeangan pun sudah mencapai puncak terdekat. Istirahat sebelum lanjutkan ke pos berikutnya dan blog ini akan “ditutup”. Oleh karena itu dalam beberapa hari ini akan diposting seri cerita-cerita yang mengiringi DosGil mencapai “puncak terdekat”. Kisah-kisah selanjutnya belum ditentukan akan diceritakan di situs dengan domain apa. Info lengkap akan disampaikan di postingan terakhir nanti.

“Visa Studi ke Belanda gratis!”

Iyahhh, visa studi atau riset di Belanda di Kedutaan Belanda di Jakarta gratis. Ini hasil pengalaman DosGil saat apply visa untuk ke Belanda (lagi) bulan Mei ini. Baiklah DosGil akan berbagi di sini. Semoga bermanfaat, terutama jika ada yang berkasus serupa.

Jadi DosGil harus ke Belanda lagi untuk ujian akhir. Dokumen yang dibutuhkan adalah: dokumen standard (paspor yang masih berlaku hingga tiga bulan setelah tgl pulang, foto *eittss daripada gak kepake mending foto di kedutaan aja Rp 50.000, formulir yang sudah diisi dan ditandatangani, bukti booking tiket, dan asuransi perjalanan meng-cover selama berpergian minimal “manfaat” 30k Euro (harganya sekitar 700rb IDR), apalagi ya.. sepertinya sudah), dokumen dari pihak pengundang: surat undangan resmi dari institusi tempat akan sekolah/riset (dalam hal ini DosGil dapat surat undangan dari supervisor dengan kop Universitas) yang MENCAMTUMKAN maksud dan tujuan mengundang, TANGGAL pasti kita “dibutuhkan” di sana, dan JIKA MUNGKIN kepastian dan pernyataan bahwa akomodasi kita disupport dan diatur mereka, lalu SEMUA dokumen pendukung baik dari pengundang maupun dari kita meliputi KTP, slip gaji, keterangan kerja, akta kelahiran, akta nikah, kartu keluarga dll yang membuktikan kalau kita pasti pulang. TAPI usahakan jangan sampai ada dokumen yang bertentangan.

DosGil hampir “telat” saat daftar untuk apply visa karena jadwal appointment yang hanya bisa diakses via http://jakarta.embassytools.com/en/index penuhhhhhhh hingga dua minggu setelah DosGil lengkap dokumennya. Alhasil dapat pagi jam 8 tgl 28 Maret. So, mungkin lebih baik sudah booking janjian sembari melengkapi dokumen, terutama jika dokumen utama berupa surat undangan sudah pasti akan di tangan.

Jadi DosGil 26 merapikan dan melengkapi dokumen (mengkopi semua dokumen). Tgl 27 berangkat naik kereta, mencari hotel yang dekat kedutaan. Pagi-pagi sekali tgl 28 jam 6.30 meluncur ke kedutaan. Kedutaan buka jam 7 tapi “saingan” kita adalah travel-2 agen yang bisa jadi membawa lebih dari 5 passport. So lebih cepat lebih baik dan menunggu di depan pintu konsuler kedutaan. Jam 7 dipersilakan masuk dan diberi nomor (Dosgil dapat nomor 5), lalu dipanggil satu-satu skrining awal dokumen di sekuriti depan, saat ini foto yang dibawa DosGil dianggap tidak “layak”, alhasil harus foto ulang di tukang foto yang disediakan kedutaan. Dicek dokumen lengkap dan diminta menunggu. Jam 8 lebih sedikit dipanggil satu persatu (dan DosGil masih menunggu foto karena tukang foto buka jam 8), setelah foto jadi DosGil masuk dan diberi antrian lagi di dalam kantor konsuler. Di sini menanti cukup lama karena satu-persatu diwawancarai. Ketika tiba saat DosGil diwawancarai dan menyerahkan dokumen, dikatakan lengkap (kelebihan malah but better more than less) dan dibilang GRATIS karena untuk studi. 😀 Horreee Lalu diminta datang kembali sore harinya, karena sekarang tidak perlu menunggu 10 hari, melainkan sehari jadi. Jika dokumen masuk sebelum jam 11 am kemungkinan besar bisa diambil hari itu. Kalau di atas itu biasanya diambil hari berikutnya. Eh iya, ini juga kalau dibuatkan visa alias disetujui. DosGil kembali sore harinya sesuai jam yang ditetapkan, dan … ternyata visa DosGil disetujui, puji Tuhan. Tapi belum jadi sehingga masih diminta menunggu sebentar daripada harus balik keesokan harinya. Sebentar itu cuma 90 menitan koq. Heheh, sayang tidak boleh bawa hape ke ruang konsuler.Jadi mati gaya deh …

Begitu sekedar sharing DosGil terkait prosedur memperoleh visa riset/studi di Belanda.

*gerahsangatharini

Iklan

26 Mei 2012 - Posted by | Secangkir ...

4 Komentar »

  1. hahaha.. makanya kang, bawa buku kemana-mana… biar ndak mati gaya pas ndak boleh bawa henpon.

    Komentar oleh ngodod | 26 Mei 2012 | Balas

    • Tapi … tas juga di suruh ninggal di loker ruang tunggu di luar. Dan tangan penuh dengan berkas dan dokumen.

      Komentar oleh Enade | 26 Mei 2012 | Balas

  2. Blognya mau ditutup? Hiks..

    Komentar oleh sandalian | 26 Mei 2012 | Balas

    • Eh maksudnya “ditutup” tuh, postingannya yang akan dihentinkan. 😀 Baru mikir bikin blog DosGil baru dengan semangat baru di luar tema yang diusung Laan van Kronenburg.

      Komentar oleh Enade | 26 Mei 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: