Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir mixed kopi-coklat dan “curhat Polsek Depok Timur Sleman Yogyakarta”

Jadi, begini. Untuk kesekian kalinya DosGil menjalani pemeriksaan exactly di tempat dan waktu yang sama berturut-turut ~9.30 WIB (waktu saat biasanya DosGil terburu untuk meeting di kantor) Yaitu di kantor Polsek Depok Timur. Dan tadi pun setelah turut kedua, DosGil melayangkan komplain. Dan bertanya, “Apakah efektif cara seperti ini?” Dan yang menarik adalah jawaban dari Inspektur Deny yang tadi berkenan meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan. Jawaban beliau adalah (which is make sense meskipun agak gimana gitu. Summon Momon ttg fallacy), “Apakah Bapak mau kehilangan motor?” Berikut kurang lebih percakapan singkat lanjutan DosGil (DG) dan Inspektur Deny (ID).

DG: “Saya sudah pernah kehilangan motor.”
ID: “Saya juga sudah.”
DG: “Apakah tidak ada cara lain?”
ID: “Lha yang punya peraturan siapa?
DG: Speechless

Baiklah … Anyway terima kasih Inspektur Deny telah memberikan waktu dan quote yg menarik. So, lesson learned today: Ketika berhadapan dengan yang so-called “yang punya aturan”, just follow the order, don’t ask and don’t tell.

*DosGil menikmati ruang baru sambil melanggar aturan: Bercelana pendek dan berkaus tanpa kerah :p

Iklan

6 Desember 2011 Posted by | Secangkir ... | 7 Komentar