Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir air putih dan “cinta tak bersyarat …”

DosGil teringat sebuah buku, yang jika tidak salah ingat, berjudul “Cinta tanpa syarat”. Dibeli dulu di toko Gardena Jalan Solo Yogyakarta, kala masih duduk di bangku SMP . Apa isinya? DosGil lupa.

Kalau tidak salah tadi sempat sekilas melihat kicauan @memethmeong di linimasa mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan supaya yang bersangkutan segera mendapat seseorang yang mencintai tanpa syarat. “Hmmm … apa salahnya dengan cinta bersyarat?” sekilas muncul di benak DosGil yang tidak dipikirkan lebih lanjut lagi. Kenapa? Karena DosGil jadi teringat konsep cinta yang tidak resiprokal. Apakah cinta itu bersifar resiprokal? DosGil kira tidak. Tapi kenapa banyak orang patah hati ketika cintanya tidak berbalas? Seorang teman sekelas DosGil pada waktu SMA pernah berkata dengan lantang, “Hanya ada satu cinta, cinta tanah air dan bangsa!” Kalau tidak salah sekarang beliau jadi perwira polisi di daerah perbatasan.

Ahh … jadi teringat pada suatu masa:
DosGil: “Aku mencintaimu.”
Gadis Pujaan: “Errrr … Terus kau mau kita pacaran? Aku pikir-pikir dulu ya …”
DosGil: “Pikir-pikir apa? Aku mencintaimu. Aku tidak meminta kau jadi pacarku atau kau mencintai aku juga. Kalau kau begitu, ya baiklah mari kita coba merenda cerita. Kalau tidak pun kau tidak bisa menghentikan rasaku dan fakta bahwa aku mencintaimu.”
DosGil (dalam hati): “… dan aku juga tidak menjamin bahwa rasa ini akan bertahan hingga esok tiba.”

*meracau *galau *hore Indonesia menang lawan Thailand 3-1

Iklan

13 November 2011 Posted by | Secangkir ... | 5 Komentar