Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir kopi panas dan berkreasi …

Hallo … jumpa lagi dengan DosGil *halah

Ternyata pindahan itu kalau ndak biasa, apalagi pindah antar benua, itu melelahkan. Baik fisik mental maupun spiritual. *eh Setelah jet lag, masih pula harus menyesuaikan dengan bakteri setempat, kebiasaan setempat dan juga koneksi setempat. Yang terakhir disebut itu paling menguras mental dan spiritual. Ah sudahlah … masih belum selesai sepertinya proses DosGil beradaptasi. Satu yang pasti, bersama keluarga di Yogya, di rumah, jauh lebih nyaman dibandingkan di manapun di dunia. *lebay

Setelah meninggalkan status penduduk Den Haag dan menetap kembali di Jogja, DosGil berkesampatan untuk mengunjungi JKT, Magelang dan Salatiga. Dan kunjungan ke Salatiga dibanding ke JKT dan magelang terasa paling berkesan. Iyalah, secara ke JKT dan Magelang untuk urusan “dinas” sementara ke Salatiga untuk urusan main-main. Meski perjalanan ke Salatiga macet dan ditempuh lebih dari 4 jam. Kenapa Salatiga? Karena di sana ada Tante Awan. Jadi Tante ndak usah pulang ke Jogja sekalian merayakan ulang tahun Awan yang ke-3.

Catatan khusus dalam perjalanan ke Salatiga ini adalah kesempatan untuk berkunjung ke Joy Art di Jalan Menur no.4. Rumah kreativitas ini dikelola oleh Bu Joyce. Beliau bisa dikatakan “mentor” DosGil dulu kala saat masih jadi mahasiswa. Saat itu Bu Joyce adalah dosen Kimia Organik di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Posisi yang diisi oleh DosGil saat Bu Joyce memilih untuk meninggalkan kampus. Panggilan dari tangan-tangan kreatif Bu Joyce ternyata lebih dominan menembus batas birokrasi dan kekakuan dunia akademik. Setelah melanglang buana di berbagai level dunia akademik, jangkar Bu Joyce diletakkan di “rumah”, di Jalan Menur nomor 4 Salatiga untuk mendirikan dan mengelola Rumah Kreativitas “Joy Art”. Di sana, beliau juga membuka pelatihan untuk umum. Jiwa pendidiknya masih mengobarkan semangat berbagi untuk tidak menyimpan sendiri ilmu yang didapat dari eksperimen kreatifnya. Beliau mengakui latar belakang berkecimpung di dunia farmasi sangat membantu dalam eksekusi ide-ide kreatif. Teknik ekstraksi, compounding dan formulasi dan lain-lain yang biasa dipakai dalam penemuan, pembuatan dan penyiapan obat dipakai dalam obyek dan tujuan yang berbeda.

Selamat dan sukses Bu Joyce, dan juga tangan-tangan dan ide-ide kreatif semuanya!

*jadi teringat www.galeri.sukrasana.com

Iklan

5 April 2011 - Posted by | Secangkir ...

3 Komentar »

  1. tanpa oleh2 adalah hoax…! #eh

    Komentar oleh ngodod | 5 April 2011 | Balas

  2. Oh iyo .. sek masih ada nggak ya kastengel Wonder Sala3?

    Komentar oleh Enade | 6 April 2011 | Balas

  3. […] kaki di Belanda pada tahun 2006 hingga pindah ke 1st Ringdijkstraat lalu pindah ke Den Haag dan pulang ke Indonesia, akhirnya hari ini DosGil melihat kembali gedung “hospitium” Laan van Kronenburg. […]

    Ping balik oleh Secangkir teh soda dan “Laan van Kronenburg 431, nasibmu kini …” « Laan van Kronenburg | 16 Mei 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: