Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir air putih dan sebuah cerita tidak penting …

Dalam twit-nya hari ini, gadis manis ini berandai-andai jika ada tombol “undo” dalam hidup ini. Hal ini membawa DosGil ikut berandai-andai dan menghubungkan dengan tombol “undo”-nya film Prince of Persia, DosGil ingin kembali ke 3 tahun yang lalu ketika DosGil mengatakan “Yes, I do.” menjadi “No, I don’t. This is not for me.”

However, hidup terus berlanjut (haruskah dihentikan?) dan karena tombol “undo” itu tidak ada, maka yang paling gampang dilakukan adalah enda (Bahasa Jawa: menghindar) alias escape. How? Loncat dari jendela apartemen … nDak tahu. Dengan cara resign, quit? Apakah itu ndak terlihat seperti tinggal glanggang colong playu? Ah … entahlah. Setidaknya escape bagus cuma dengan kesadaran, bahwa setelah kembali dari escape, yang dihindari dengan “enda” tadi masih ada. Ya..ya..ya.. kadang waktu menyelesaikan masalah. So … berdamai dengan waktu?

Sekali lagi … ah entahlah.

~hore … update …

Iklan

30 Juni 2010 - Posted by | Secangkir ...

2 Komentar »

  1. 😀 pengen juga pengen punya tombol “undo”
    Tapi itulah hidup dengan segala pilihan dan resikonya.

    Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/

    Komentar oleh Mochammad | 30 Juni 2010 | Balas

  2. masih belum ngeh, dengan ‘enda’ itu. waktu baca respon kang enade waktu itu, kening berkerut dan mikir. ah sudahlah, racauan tengah malam ini.

    Komentar oleh restlessangel | 4 Juli 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: