Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir seduhan rosella dan putus …

Pada suatu sore, saat senja mulai menorehkan jingga di sela-sela jemari cahaya …

“Besok jadi say, aku dikenalkan dengan Mamamu?”
“Jadi dong… Dan kata Mama kau diminta pakai kebaya.”
“Owgh, ogah ah … ribet kali …”
“Yahh tapi itu syarat utama Mamaku mau menemui kamu.”
“Kalau aku ndak mau gimana?”
“Ya .. Mamaku ndak mau menemui kamu.”
“Gitu aja koq bikin ribet sih. Belum jadi mertua sudah ngatur-ngatur …”
“Jadi ayo beli kebaya … yang sederhana aja”
“nDak mau. ribet.”
“Say .. please …”
“Kamu juga ikutan sih … belum jadi suami koq dah ngatur-ngatur …”
“…”
“Aku tidak mau pakai kebaya. Titik.”
“Apapun resikonya?”
“Apapun resikonya.”
“Ya sudah kita putus …”
“Lho koq putus?”
“Begini, kamu memang belum jadi istriku. Dan aku ndak berhak ngatur-ngatur kamu. Itu benar. nDak salah. Sama benarnya aku minta putus karena kita ndak ada kecocokan toch? Sifatku yang mengatur dan Mamaku yang dominan jelas tidak kompatibel denganmu. So, kenapa tidak?”

Iklan

17 Februari 2010 - Posted by | New idea ... |

3 Komentar »

  1. Exactly. Putus Aj!

    Komentar oleh dina | 17 Februari 2010 | Balas

  2. Kompleks…

    Komentar oleh mawi wijna | 17 Februari 2010 | Balas

  3. Driver hardware yang nggak kompatibel aja bisa membuat system bermasalah, apalagi dua pikiran yang nggak kompatibel.

    Komentar oleh tikno | 17 Februari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: