Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir seduhan rosella dan amarah …

Minggu ini DosGil sedang sangat sensitif. Sebuah analisis yang diragukan kebenarannya mengatakan kalau DosGil terkena PMS (pengen m* sindrom) kronis stadium akhir … Setelah berbagai “pertengkaran” dengan (beberapa) customer service dan (beberapa) orang yang dicintai, malam ini amarah DosGil kembali meledak karena diingatkan “tragedi” 3 November 2008. “Tragedi” yang menyebabkan DosGil di-ekskomunikasi-kan dari suatu komunitas. Mengapa harus meledak? Simply, ada sebuah email pemberitahuan akan adanya suatu usulan Standard Operating Procedure yang disusun dengan motor seorang Yesuit, yang memang sih masih dibicarakan, tapi ini draft sudah sangat lengkap (dan yang mengusulkan adalah seorang Yesuit …artinya peluang dipakai akan sangat besar). Baiklah, mari kita bahas mengapa harus meledak:
1. Email dari pimpinan tertinggi DosGil di Fakultas tempat DosGil secara formal masih tercatat sebagai staf akademik tertanggal 3 November 2008 yang secara tersirat mengharamkan segala bentuk diskusi via email, karena yang diakui hanya yang disampaikan di rapat rutin hari Selasa. Yang berarti komentar DosGil sejenius apapun dalam SOP ini kemungkinan besar hanya akan berakhir di inbox. Jadi daripada hanya berakhir di inbox, maka DosGil posting di sini he..he..he..
2. Beberapa poin yang so Yesuit yang mengutamakan “kaul ketaatan” dan komunal dimana “hak milik pribadi tidak diakui”. (Bandingkan dengan marxisme!). Poin apa saja, silakan lihat daftar berikut:

1. PEDOMAN KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR SECARA UMUM
1.1. Setiap kesepakatan kerjasama dengan pihak luar harus diketahui dan disetujui pimpinan Fakultas/ Dekan.
1.2. Pelaksanaan kerjasama Fakultas dengan pihak luar harus dapat menguntungakan Fakultas dan tidak merugikan pihak luar
1.3. Pelaksanaan kerjasama dengan pihak luar harus menjaga kredibilitas Fakultas
1.4. Setiap kegiatan dosen yang menggunakan nama atau mengatasnamakan Fakultas ******* *** harus dapat memberikan keuntungan secara finansial atau keuntungan lain kepada Fakultas sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat

2. KERJASAMA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARKAT
2.1. Setiap dosen /kelompok dosen yang melakukan penelitian/ kerjasama dengan pihak luar harus mendapat persetujuan dari Fakultsas
2.2. Kerjasama yang mempunyai nilai finansial, harus diberitahukan kepada Fakultas tentang besarnya dana yang dikelola.
2.3. Kerjasama yang mempunyai nilai finansial, harus memberikan fee kepada Fakultas sesuai dengan aturan yang berlaku/ disepakati di juruan
2.4. Semua bentuk kerjasama. harus dicatat dalam data base kerjasama Fakultas

Meskipun ada beberapa typo, sounds good and normal toch? Baiklah mungkin DosGil me-lebay, tapi ini masalah logika DosGil yang dangkal sehingga tidak bisa menerima bahasa hukum yang berlapis ini. Dari poin-poin tersebut hanya poin 1.4 yang menyebutkan “menggunakan nama atau mengatasnamakan Fakultas ******* ***” dan yang lainnya tidak. Kemudian sejak awal tidak ada definisi kerjasama. Apakah kerjasama yang “menggunakan nama atau mengatasnamakan Fakultas ******* ***” atau segala bentuk kerjasama?

Dan berikut komentar DosGil yang sedang sensi ini …

I totally agree with these points. AND it MUST be FAIR. Kalau digunakan kata ”setiap”, maka ”setiap” penelitian/kerjasama harus mendapat persetujuan termasuk atau dosen yang ”bekerja” sama dengan investor (meskipun itu self-investment) untuk untuk pengabdian masyarakat mengelola apotek, ataupun seorang dosen yang ”bekerja sama” dengan keluarganya untuk pengabdian masyarakat membuat warung soto. Ataupun dosen yang bekerjasama dengan Paroki untuk pengabdian masyarakat berupa melayani misa. Ataupun seorang dosen yang akan bekerja sama dengan pasangannya untuk membantu Tuhan dalam menciptakan manusia baru. SEMUA harus mendapat persetujuan dari Fakultas dan dicatat dalam data base fakultas. :p

~DosGil pikir ini sangat lebay, ah tapi kan hanya akan berakhir di Inbox dan tidak akan dibahas maka … click send … Ooopsss … Als Ik een Jezuïet was

Iklan

13 Desember 2009 Posted by | Secangkir ... | 12 Komentar