Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir air putih dan “I’m invisible” …

https://i0.wp.com/people.ee.duke.edu/~drsmith/cloaking/invisible_man.jpg

I'm invisible

Kejadian ini dialami DosGil tepatnya dua hari yang lalu (9/11).

DosGil sedang antre di tempat ngisi kartu pass untuk naik subway untuk cadangan, kalau mau jalan-jalan week end. Eh tiba-tiba ada seorang bapak-bapak tinggi besar, nyerobot antrean. Sponta DosGil menegur beliau, “Excuse, I’m in the queue Sir”

“What (dengan tampang ngajak kelahi)?!?!?!?! I did not see you. You’ve just come.”

Sementara petugasnya ndak banyak komen apa-apa (ngeri juga kalee sama si Bapak) dan kereta subwayku dah datang (yang apparently subway-nya si Bapak juga)
“Oh, okay, have a nice day” , jawabku sambil loncat ke kereta subway menuju kampus, daripada telat.

Sesampai di halte kampus melenggang dengan santai me-recharge kartu pass subway ndak ada yang ngantri ….

I’m invisible.

~DosGil merenung sambil terkenang kejadian sekitar setahun silam. Hebat ya … baru 3 tahun di Belanda sudah “invisible”.

Iklan

13 September 2009 - Posted by | Secangkir ...

3 Komentar »

  1. jadi inget phd comics

    Komentar oleh wikan | 18 September 2009 | Balas

    • Wah Bang … yang invisible di PHD comics itu yang sudah post doc ūüėÄ

      Komentar oleh Enade | 19 September 2009 | Balas

      • bukannya yang phd gak lulus2?

        Komentar oleh wikan | 19 September 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: