Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir seduhan rosella dan bila esok tiba …

“Kalau bisa besok, maunya besok …”

Begitulah jawaban seorang rekan yang ditanya belahan jiwa DosGil tentang perasaan dalam menanti waktu pernikahannya, bulan depan. Oh iya ini rekan yang sama yang tanya-tanya soal ayat untuk undangan. Entah ayat yang mana yang akhirnya dipilih, DosGil belum melihat undangannya ~to be honest setelah peristiwa runaway groom yang kesekian kali, sebelum pernikahan ini terjadi DosGil masih skeptis huahahahahahhaaaa … — ketawa ala Rahwana — ….

Emy di Schiphol

Emy, belahan jiwa DosGil, di Schiphol

Novel “Bila esok tiba” alias “If tomorrow comes”-nya yang bercerita tentang Tracy itu memang karya Sydney Sheldon, namun kisah esok hari kita tiada seorang pun tahu. Menanti dengan sabar dan ketika curhat akan mendapat jawaban bahwa “segala sesuatu akan indah pada waktunya …” merupakan salah satu kunci damai sejahtera selamanya dipadukan dengan “bersyukur dalam segala hal”. Kalau dalam “Sang Alkemis”-nya Coelho, mungkin kedua hal tersebut yang dimaksud dengan “batu filsuf” dan “obat hidup”. Ho..ho..ho.. DosGil sering mendengar kalimat keluhan seorang yang sedang dalam penantian, “Menunggu merupakan pekerjaan paling tidak menyenangkan”. Is that true? Hmmm… apalagi menanti keajaiban … Dan sekali lagi ketika yang dinanti adalah keajaiban, jawaban “Segala sesuatu indah pada waktunya …” sering muncul … kutipan lagu ” … slalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu, besar setiaMu dispanjang hidupku …” biasa didengar. Iyah … hal-hal dramatis seringkali terjadi: PertolonganNya tidak pernah terlambat! Dan dari banyak kesaksian yang didengar: Pertolongannya selalu tepat waktu! Exactly! Mukjizat itu jadi semakin terasa nyata!

Eh koq jadi los pokus …. Anyway … jawaban rekan tadi kepada belahan jiwa DosGil memicu komentar dari belahan jiwa DosGil, “bagus masih berpikir maunya besok, bukan ‘sekarang’ dan maunya ‘sekarang’…”. Suatu jawaban yang secara tidak langsung menohok telak DosGil yang tidak sengaja melihat percakapan terwsbut di Wall FB mereka. Dan Rahwana kembali tertawa Huahahahahahahaaaa…. Baiklah, mari kembali ke topik dengan menghadirkan percakapan dengan Bos tadi pagi disini:

“En, bisakah kau kirim hasil analisismu?”
“Ya! Untuk kapan?” tukas Dosgil sambil bersiap memulai mengerjakan analisis yang dimaksud.
Yesterday …” jawab si Bos sambil memandang tajam tanpa ada senyum sama sekali.


~ … all my troubles seem so far away …. now it looks as though they’re here to stay, Oh, I believe in yesterday.

Iklan

15 Juni 2009 - Posted by | Secangkir ...

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: