Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir seduhan rosella dan “Do you believe in God?”

“I am an academic, and my mind tells me I will never understand God”

Begitulah jawaban Prof. Langdon ketika ditanya Sang Camerlengo dalam film Angels and Demons. Hmm..hm..hm.. bolehlah mendapat 7.1 di imdb, secara ending-nya meleset dari perkiraan penonton yang sudah membaca novel karangan Dan Brown dengan judul yang sama. Ada dua poin utama yang membuat kecewa saat menonton film ini:
1. “Cap” yang digunakan di akhir cerita diganti! Gak seru!
2. Karena terlambat lima menit, gagal menikmati film di Pathe Tuschinski ~kalau ini salah sendiri …he..he..he..

Grote Zaal Tuschinski

Grote Zaal Tuschinski

Untuk hiburan mengawali akhir pekan cukup seru, sama serunya saat menikmati film Wolverine minggu lalu di Pathe Tuschinski. Antimateri menjadi fokus cerita di Angels and Demons, sementara adamantium dan mutant merupakan nafas film Wolverine. Apakah ini yang dinamakan science fiction? Bagaimana dengan kisah “teh botol sosro dan hydroxylic acid“? Apakah ini juga science fiction?

“Dalam batasan wajar memang bisa berguna bagi tubuh kita, dan tubuh kita punya mekanisme untuk menetralisir kelebihan zat ini. Namun begitu melebihi ambang batas, tidak ada satupun manusia yang bisa selamat.”

Kutipan di atas diambil dari “hoax” tersebut. Kalau melihat “fakta-2” yang disajikan di “hoax” tersebut … sepertinya tidak ada yang salah. Silakan refer ke salah satu kasus yang sering dipakai di pembukaan kuliah “ilmu racun”: Woman died from ‘too much waterPemolesan dan pemilihan kata yang “menarik” menjadikan berita yang disampaikan menjadi “menakutkan”. Pendekatan serupa pernah dipakai media ketika heboh makanan berformalin, “Konsumen daging ayam terancam makanan mengandung bahan pengawet mayat“. Ya..ya..ya.. negara kita memang melarang penggunaan formalin sebagai pengawet makanan, dan diskusi sudah di”tutup” lama beberapa tahun silam dan sempat diposting oleh papabonbon dengan judul “Sate Ayam Lebih Berbahaya Dibanding Makanan Berformalin?“. Penjelasan lanjutan diskusi tentang formalin ini juga disambar di sini.

Terbayang kembali sebuah diskusi singkat di bawah pohon kamboja utara rumah:
Aan (bukan nama sebenarnya) bertanya, “Lha, jadi di makanan kita selalu ada racunnya ya?”
“Hm… tergantung sucut pandang melihat racun itu “, jawab Budi (juga bukan nama sebenarnya) diplomatis.
Lha, terus supaya aman kita ndak usah makan gitu?” kembali serang Aan
“We… ya lapar no?”, ujar Budi
“Lebih baik mati keracunan daripada mati kelaparan …” gumam Aan
“Imanmu telah menyelamatkanmu …”, tukas Budi dengan mengambil gaya “bersabda” sambil menyitir Lukas 17:19b.

So, do you believe in God …?

~DosenGila beranjak tidur setelah menghabiskan secangkir seduhan Rosella sambil mendengarkan alunan acappella ….

Iklan

16 Mei 2009 - Posted by | Secangkir ...

8 Komentar »

  1. kecewa pertama karena itu, capnya bukan cap kelima yang seharusnya dipake (apa susah mbuatnya ya?)

    lalu karena adegan terakhir camerlengo ndak se dramatis seharusnya. padahal di novel dramatis banget. mungkin untuk menghindari pertanyaan? :p

    tapi overall film ini bagus ya bang. ndak se mengecewakan DVC

    Komentar oleh christin | 16 Mei 2009 | Balas

    • Akkord!

      Eh iya, selain itu motif kejahatannya jadi hanya klise banget gak seruwet novelnya.

      Komentar oleh Enade | 16 Mei 2009 | Balas

  2. Angel & demons kalau ditonton di tuchinski lain kali rasanya ya.. *kangentuchinskimodeon*

    Komentar oleh adept | 16 Mei 2009 | Balas

    • iya kali ya … kemarin rame sangat … tapi temanku yang dapat duduk di balkon bilang gak enak …

      Komentar oleh Enade | 18 Mei 2009 | Balas

  3. aku juga barusan nonton. marathon wolverine + A&D mayan pake student card $7 dapet 2 pelm mau lanjut gak kuat udah jam 3 pagi haha
    emangnya beda ya? lupaaaaaaa udah luamma bwangett baca novelnyaa..

    Komentar oleh dina | 16 Mei 2009 | Balas

    • Beda tauk … baca lagi deh novelnya …

      Komentar oleh Enade | 18 Mei 2009 | Balas

  4. Eh malah ada teh botol…

    *belum nongton*

    Komentar oleh Gunawan Rudy | 17 Mei 2009 | Balas

    • Iyah .. teh botol .. habis hebat bener … nangkring di advetorial detik.com selama seminggu dan artikel di kompas … mantabs

      Komentar oleh Enade | 18 Mei 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: