Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Segelas es sokelat dan setahun telah berlalu …

Yup … setahun silam Awan, yang fotonya saat 5 bulan ditampilkan di bawah ini, melihat dunia. Tepatnya 3 April 2008. Setahun sudah juga DosenGila menjadi seorang ayah (yang datang dan pergi hikss.hiks..hikss…).

Awan ~ 5 bulan

Awan yang lahir setahun silam cukup mendebarkan. Sebagai seorang calon Ayah (waktu itu) yang tidak bisa apa-apa selain memberi support sangat berdebar-debar karena proses kelahiran ternyata sangat-sangat unpredictable. Kelahiran Awan mundur 2 minggu dari HPL-nya. Jika tanggal 3 April itu tidak lahir maka keinginan untuk lahir normal akan digantikan dengan operasi Cesar. Dooghhh. Tanggal 2 April 2008 malam sekitar pukul 23.00, DosenGila dibangunkan karena tanda-tanda kelahira sudah nampak. Segera DosenGila dan Nyonya meluncur ke RS Panti Rapih Jogja ditemani calon Eyang dan Tante-nya Awan. Sesampai di RS, masih harus menunggu lama. Malam itu DosenGila hanya bisa mengamati Nyonya yang merintih kesakitan dengan frekuensi yang eratik ~sambil mengisi waktu, DosenGila mencoba membuat catatan frekuensi merintih per menit.

Pagi hari sekitar pukul 7 saat pergantian shift bidan, dicek dan tidak ada tanda-tanda kemajuan. Fiuhh… sudah berpikir ini bakal operasi ~hiks..hiks…hiks… Melihat mukaku yang cemas, Ibu Bidan yang baik itu berkata, “Pak, gak usah khawatir. Berdoa saja, Rencana Tuhan pasti indah pada waktunya. Mukjijat itu tidak matematis koq Pak. Habis bukaan 1 belum tentu bukaan dua, bisa jadi langsung bukaan 10. Berdoa saja ya Pak.”

Berdoa. Kata yang sederhana dan memang mungkin sudah berapa doa hapalan yang dirapal saat itu. Namun jujur, aku kurang percaya dengan kekuatan doa. However, saat itu tidak ada lagi yang bisa DosenGila lakukan, selain berdoa.

Karena tidak ada tanda-tanda perkembangan. Nyonya diminta mandi oleh bidan dan kemudian jalan-jalan. Saat itu sekitar pukul 9 pagi, tiba-tiba Nyonya jongkok seperti menahan sakit amat sangat. Bidan yang melihat langsung tanggap, dan dilakukan pemeriksaan. Puji Tuhan, bukaan 7. Keajaiban itu nyata. Nyonya langsung dipersiapkan ke kamar bersalin.

DosenGila: “Suster, saya boleh menemani di dalam tidak?”
Bidan: “Boleh, asal kuat melihat proses darah-darah ”
DosenGila: “Saya yakin kuat koq suster. Dulu waktu kuliah sering percobaan dengan tikus.”
Bidan: “???!!!”
DosenGila: “Eh salah ya …”

Selama proses persalinan ternyata DosenGIla tidak berani melihat proses persalinannya. Hanya menatap wajah Nyonya, merapal doa, memegang tangannya mencoba memberikan dukungan seoptimal mungkin.

Lagi-lagi Awan kembali membuat Ayahnya uji nyali. Sekitar jam 10 ketuban dipecah karena tidak pecah hingga saat itu. Waktu antara ketuban dipecah hingga dilahirkan maksimal 30 menit, Kalau tidak … operasi. Dan sampai 10.20, Awan (yang belum diberi nama waktu itu) masih kerasan di rahim ibunya. Dan usaha terakhir setelah Ibunya Awan diberi doping segelas teh manis untuk tambahan tenaga, dibantu dorongan bidan dari atas dan tarikan bidan lain dari bawah, lahirlah Awan tepat pukul 10.30. Awan, “the last minute” son.

Banyak kejadian setelah itu. Tiga hari yang lalu, 3 April 2009, Awan ulang tahun. Dengan pesta meriah, dihadiri anggota kabinet Uilenstede, anak-anak CA dan teman-teman dari Farmasi USD, abang dan adek Ikastara, serta handai taulan.

Syukur pada Allah saat ini semua sehat dan lancar. Terima kasih atas doa-doa dan dukungan fisik dari sanak saudara dan rekan-rekan.

Merdeka!

6 April 2009 di kafe AngkringanQ Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

Iklan

6 April 2009 - Posted by | Secangkir ...

5 Komentar »

  1. Wah pantes pulang bang, rupanya ada yang ulang taun 😀

    mo nitip apa ya biar dibawain kesini? hehehehe *dipentung*

    Komentar oleh christin | 6 April 2009 | Balas

  2. ihiy, di AngkringanQ bareng alle!

    Komentar oleh goen | 6 April 2009 | Balas

  3. salah! bareng nixau tauk,. aku kan pulang duluan 😛
    ihiiiy christin *lhoo*

    Komentar oleh alle | 7 April 2009 | Balas

  4. waaa slamat ultah buat awan yak…jgn nakal sama bapakmu. bapakmu cuma satu2nya lho :p

    Komentar oleh arya | 9 April 2009 | Balas

  5. @christin: Memed katanya mau titip jahe tapi gak jadi …

    @goen en Alle: iya tapi Alle pamit duluan setelah Nicow datang ..

    @arya: ho.. ho.. ho.. makacih-makacih …

    Komentar oleh Enade | 2 Mei 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: