Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

“Metode Penelitian” dalam Cinta

Sedikit renungan dari hasil penelitian mendalam dangkal tentang aplikasi “metode penelitian” dalam meraih cita cinta.

https://i1.wp.com/www.autograph-math.com/images/Valentine.png

Seringkali ketika orang jatuh cinta maka yang digunakan adalah “rasa” dan kadang “menjadi bodoh”. Hal ini, dibahas cukup tuntas oleh National Geography edisi Indonesia bulan Februari 2006. Pertanyaan yang timbul berikutnya adalah: ketika kita jatuh cinta, mampukah menggunakan sedikit rasio dan “pengamatan empirik” dalam mendapatkan cinta seseorang yang kepadanya, kita “jatuhi cinta”?

Jika jawabannya: mampu, maka langkah yang disarankan berikutnya adalah seperti tahapan-tahapan metode penelitian: dedukto-hipotetiko-verifikatif.

I. Perumusan masalah dalam hal ini adalah sebagai berikut: Apakah dia mau jadi kekasihmu? Lanjutkan dengan sedikit percobaan pendahuluan dan studi literatur. Yang harus bisa dijawab adalah: kesukaan dia, referensi mantan pacar dan mengapa putus, dan sedikit percobaan seperti jalan sebentar, ngajak ngobrol sebentar dll. Tahap ini paling penting dan disarankan cukup lama dan mendalam. Hanya saja, berkenalan saja “sulit” dan sudah menjadi masalah, bagaimana mau “percobaan pendahuluan dan studi literatur”.

II. Berdasarkan langkah pertama tarik hipotesis dari perumusan masalah: “Apakah dia mau jadi kekasihmu?” Menurut petunjuk dari seseorang yang aku lupa namanya jika hipotesisnya adalah “tidak” maka dia “mungkin” jadi kekasihmu, jika “mungkin” maka dia “akan” jadi kekasihmu, jika “ya” maka dia “pasti” jadi kekasihmu. Positive thinking will help!

III. Verifikasi! Ini adalah langkah penting dan butuh keberanian. Apa artinya tahap 1 dan 2 kalau tidak punya nyali disini? Seperti halnya penelitian, verifikasi butuh keberanian untuk menerima hasil verifikasi dan kejujuran untuk mengungkapkannya baik bagi diri sendiri maupun publik. Caranya: Tanyakan aja dan mintalah dia untuk menjadi kekasih dengan tahapan “bertanya dan meminta” sesuai strategi yang disusun berdasarkan analisis pada tahap pertama!

Namun jika ini dianggap tidak masuk akal, berarti betul pernyataan bahwa orang jatuh cinta akan “menjadi bodoh”.

Kopi paste dengan sangat sedikit sekali polesan dari sini atas seijin yang punya blog.

Iklan

25 Oktober 2008 - Posted by | New idea ... | , , ,

11 Komentar »

  1. Sedikit banyak saya melakukan langkah-langkah itu ketika saya jatuh cinta untuk terakhir kalinya…berarti saya “tidak bodoh” kan? Terbukti keputusan yang saya ambil ketika saya jatuh cinta terakhir kali itu (sudah lamaaa sekali, hampir 11 tahun yang lalu) adalah yang terbaik bagi saya.

    Komentar oleh Aris Widayati | 26 Oktober 2008 | Balas

  2. @Bu Aris: Fiuh … hebat. Aku sendiri selalu menjadi bodoh dan mengikuti “kata hati” kala jatuh cinta. Langkah pertama dan kedua sangat jarang dilakukan. Langkah ketiga yang selalu dilakukan dengan gagah berani dan kalau diceritakan bisa jadi kumpulan cerita yang lucu-lucu.

    Komentar oleh Enade | 26 Oktober 2008 | Balas

  3. Walah…kok njlimet banget.
    Dulu aku gak tahu teori itu. Hanya bermula dari bersahabat kemudian memutuskan pacaran, memperjuangkan itu sampai disetujui ortu perlu 8 tahun dan kini kami udah menikah 10 tahun.

    Komentar oleh Yuli | 26 Oktober 2008 | Balas

  4. @ Bu Yuli: He..he..he.. aku juga gak tahu koq. Yang nulis aja yang kurang kerjaan. Tapi benar kan menjadi bodoh: dengan memperjuangkan sampai 8 tahun huahahahahahaahhaahaha.

    ~mlayuuuuuuuuuu

    Komentar oleh enade | 26 Oktober 2008 | Balas

  5. Langkah pertama diteorimu itu kulakukan terus terang karena aku ini minderan and gak pe-de kalau lagi seneng sama cowok (tapi itu dulu, sekarang sudah sangat pe-de, gak minderan, namun gak mungkin jatuh cinta lagi!): mau gak ya dia sama aku?? terus terang berkali-kali pertanyaan itu kuajukan (ke aku sendiri lho!). Go to the next step: aku saat itu positive thinking karena “rasa itu sangat kuat sekali”, so aku jawab sendiri: dia pasti mau (saat itu aku sudah punya strategi agar terwujud he…he). The last step: tanyalah ke suami-ku siapa yang bilang duluan mau pacaran he…he. Ternyata aku bukan si pemalu! (ning ngisin-isini he…he).

    Komentar oleh Aris Widayati | 27 Oktober 2008 | Balas

  6. Mungkin juga N, yang jelas aku senang karena gak pernah sakit hati dan patah hati…jadi hatiku masih bagus….

    Komentar oleh Yuli | 27 Oktober 2008 | Balas

  7. Salam kenal Bung, dan ijin menjelajahi blog yang menarik ini, postingannya sangat ringan namun mempunyai kekuatan dalam content. Sukses di perantauan disana ya.

    Salam

    Komentar oleh David Pangaribuan | 28 Oktober 2008 | Balas

  8. @Bu Aris: Selamat ya …

    @Bu Yuli: Ciee… yang hatinya masih bagus…. Aku sih sudah hancur menjadi serpihan berkali-kali dan disembuhkan terus meski tidak sempurna. Dan cacat di hatiku sering membuat luka di hati orang-orang yang mencintai aku. WASPADALAH … !

    @ Bang David: Salam kenal juga Bang. Dan selamat serta terim kasih berkenan menjelajahi blog gila ini. Terima kasih pula atas doanya.

    Komentar oleh Enade | 28 Oktober 2008 | Balas

  9. hmmmm……
    sempet tertohok,bang bacanya
    pernah aq menjadi gila karena cinta
    pernah aq terjatuh dalam kekelaman karenanya
    pernah pula aq merasa sperti sampah yg dibuang bgitu saja
    argh….!!!!
    tapi emang c,positive thinking itu sangat membantu
    🙂

    Komentar oleh dizizme | 28 Oktober 2008 | Balas

  10. @dizizme: positive thinking di postingan ini mah cenderung ke-pede-an sepertinya …..

    Komentar oleh Enade | 29 Oktober 2008 | Balas

  11. akuuurrrr bang….

    jia you!!!

    Komentar oleh lany | 13 November 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: