Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir teh manis dingin setelah mereka pulang …

Terima kasih Tuhan, telah diberi hembusan nafas hingga lebih dari 29 kali bumi mengelilingi matahari. Terima kasih atas berkat-berkatnya dan penyertaannya setiap saat. I have GOD, I have enough.
Hari ini lembaran baru mulai dibuka, memasuki usia menjelang kepala tiga. Banyak ternyata yang sudah kulewati dan entah apa lagi yang akan kutapaki. Ketika kubuka email, banyak email masuk, beberapa belum kubalas, maaf. Sms juga demikian. Terima kasih semuanya. Tuhan beserta kalian juga.

Di sela-sela pekerjaan rutin memodelkan molekul dan menulis artikel sebelum kutinggal liburan ke Indonesia minggu depan, hari ini ada dua pesta kecil diselenggarakan terkait peristiwa 29 tahun silam. Pertama di lab dengan cake rasa sampanye, jeruk dan strawberry. Dilanjutkan di rumah dengan mie goreng istimewa ala Enade lengkap dengan ayamnya sang Kolonel dan rendang dari warung celebes. Cukup meriah dengan dihadiri tetangga dan handai taulan.
Jujur aku terharu dengan semua ini. Meski jauh dari keluarga tetap serasa memiliki keluarga sendiri. Perjuangan masih panjang, tapi dengan ditopang Tuhan melalui tangan-tangan mereka, serasa tidak berjuang sendiri.

Waktu telah melewati pukul 00.00 ketika teman terakhir pamitan pulang dan kamar baru ini kembali sepi. Secangkir teh manis dingin resep baru yang ingin meniru teh botol S*sr* menemaniku menulis kembali di blog ini.

Merdeka!

Iklan

7 Agustus 2008 - Posted by | Secangkir ... |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: