Laan van Kronenburg

dan perdjoeangan masih panjang

Secangkir kopi dan St. Maarten …

St. Maarten ternyata tidak lahir di bulan Maret melainkan November. Tepatnya pada tanggal 11, sama dengan Ulang tahun Mas-nya Paman mBilung dan juga om Tukang Kopi. Di Belanda selatan, tanggal 11 November dirayakan besar-besaran dengan karnaval yang memiliki ciri berbeda dan khas di tiap kota.

St. Maarten ini merupakan nama Santo yang paling sering dipakai oleh orang protestant. Yaaahhh ..anda benar, salah satu alasannya karena Martin Luther, pemicu reformasi (atau revolusi) gereja yang jadi awal munculnya Protestan memakai nama Santo ini sebagai nama baptis. St. Maarten yang hermit jelas bukan tokoh idola dari Martin Luther yang pemberontak. Awan, putra DosGil yang masih berusia 19 bulan dulu hampir dinamai Maarten Kurnia Istyastono karena HPL-nya adalah akhir bulan Maret 2008. Namun karena merasa betah di dalam rahim ibunya, akhirnya Awan lahir di bulan April, sehingga nama Maarten ndak lagi relevan. Apakah Awan akan jadi hermit seperti St. Maarten, pemberontak seperti Martin Luther, atau gabungan keduanya. Ah .. yang jelas DosGil hanya berdoa yang terbaik buat Awan, buat kita dan buat alam semesta. Sabbe satta bhavantu Sukhi tata.

Dampak terbesar dengan kejadian tanggal 11 ini bagi saya pribadi adalah, ternyata satu hari setelah itu (yaitu hari ini) orang terdekat saya sehari-hari (literally), yang kurang lebih berjarak 2 meter dari tempat duduk saya saat ini alias si Bos, juga berulang tahun dan ada email masuk ke Inbox dengan subyek “Friday 13th”. Isinya undangan pesta (baca: minum-minum) merayakan ulang tahun dia yang ke-31, pengangkatan menjadi UD (kalau di Indonesia setara dengan Lektor, kalau istilah internasionalnya adalah Assistant Professor), dan juga karena memperoleh prestigious grant VENI. Eh apa hubungannya dengan tanggal 11 ya …??? nDak penting itu, yang penting adalah: party!!!

~Trambule Dab!

12 November 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | No Comments Yet

Secangkir teh dan Martin Luther …

Sebelum menyampaikan sedikit uneg-uneg yang sekarang berputar di kepala, DosGil perlu menyampaikan disclaimer bahwa Dosgil bukan ahli sejarah, filsafat, politik, apalagi theologi. Jadi tulisan berikut hanyalah sesuatu yang sekedar lewat dan butuh penyaluran dalam bentuk tulisan yang debatable atau bahkan ignorable.

Hari ini adalah hari Ulang Tahun Mas Gage sang Sevenova. Selamat Bos! Dan, 3 hari lagi, tepatnya pada tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan dan juga Hari Ulang Tahunnya Martin Luther (lahir di tahun 1483). Secara kebetulan DosGil menonton film (yang katanya teman ndak masuk di bioskop mainstream Indonesia) Luther akhir pekan minggu lalu karena diputar di salah satu statiun TV Belanda. DosGil dengan mengandalkan Google kemudian mencari tahu lebih banyak tentang tokoh satu ini. Komentar Dosgil tentang film ini sendiri adalah: awesome!

Dari menonton film dan mencari tahu di belantara teks di internet, DosGil menyederhanakan kisah Luther sebagai kisah seorang kader muda potensial dan kritis yang merasa perlu ada perbaikan organisasi/institusi dan memperoleh tekanan dari pihak berkuasa karena dianggap sebagai ancaman dan “melawan”. Beruntung “perlawanan”nya mendapat wadah dan dukungan dari pihak lain yang merasa seide dan juga cukup berkuasa (dalam hal ini Pangeran Frederick the Wise). Jadilah bara itu berkobar dan menjadi api yang menyala-nyala, membakar dan secara signifikan merubah wajah Eropa dan Dunia.

Di lain pihak, di jaman yang sama “lawan” Luther beruntung memiliki St. Ignatius (Pendiri ordo Serikat Yesus) yang menjadi salah satu tokoh penting dari gerakan Kontra Reformasi. Dari nama gerakan ini maka dapat diambil kesimpulan kasar bahwa gerakan ini menjadi antagonis gerakan reformasi yang dimotori Luther. Namun jika dicermati lebih lanjut, gerakan ini merupakan gerakan cerdas dengan cara melakukan reformasi dari dalam. Perbaikan-perbaikan sistem dan penguatan organisasi menjadi hal utama sehingga institusi mampu menjadi penyeimbang gerakan reformasi dari pihak Luther.

Baiklah, hasil perenungan ngawur DosGil membawa pada suatu kesimpulan: Ignatius dan Luther memiliki pemikiran yang sama, yaitu ada yang salah dalam suatu organisasi dan perlu ada perbaikan. Namun, Luther dan Ignatius mengambil jalan yang berbeda. Luther memilih frontal dan keras dengan resiko dikeluarkan dan butuh energi lebih banyak untuk membangun (serta korban jiwa yang tidak sedikit) meski hasilnya bisa dilihat lebih cepat, sementara Ignatius memilih lebih sabar untuk memperbaiki dari dalam dengan cara yang lebih strategis dan institusional. Alhasil, bisa dilihat dari biasnya tulisan di ensiklopedia Katolik tentang Martin Luther dan St. Ignatius Loyola.

Salah satu perbedaan mendasar dari kedua tokoh itu adalah prinsip yang mereka pegang. Kaul keempat ordo Yesuit adalah ketaatan kepada Paus. Dari kaul itu, secara gamblang mudah dicerna kenapa Ignatius tidak melakukan perlawanan frontal. Sementara prinsip yang dipegang Luther adalah sebagai berikut:

Unless I am convinced by Scripture and by plain reason and not by Popes and councils who have so often contradicted themselves, my conscience is captive to the word of God. To go against conscience is neither right nor safe. I cannot and I will not recant. Here I stand. I can do no other. God help me.

Jika berada dalam satu insitusi dan merasa perlu ada perbaikan dan bisa melakukan perbaikan, kira-kira apa yang DosGil pilih? Cara Luther atau cara Ignatius atau diam saja dan runtuh bersama runtuhnya institusi?

~DosGil sambil menyeruput teh menanti datangnya pesanan DVD Luther untuk ditonton lagi.

7 November 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | & Komentar

Secangkir kopi pahit dan pelatihan …

Sembari menata kamar yang baru, numpang promosi yach …

3 November 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | & Komentar

Secangkir kopi dan ’s-gravenhage …

Apartemen baru, lingkungan baru dan semangat baru.

Photobucket

Foto di atas diambil dari ruang tamu apartemen baru.

1 November 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | & Komentar

Secangkir seduhan rosella dan de eenhoorn …

De Eenhoorn

De Eenhoorn alias Si Kuda Bertanduk Satu atau lebih dikenal dengan Unicorn juga merupakan julukan bagi apartemen baru (dibuka sejak ~September 2007) yang dikelola DUWO, semacam yayasan yang mengurusi short stay housing untuk pelajar di negeri kincir angin.

Duwo_01

Setelah berkesempatan menikmati fasilitas baru ini selama kurang lebih 1 tahun 3 bulan 15 hari, DosGil akan meninggalkan tempat ini. Hari ini.

duwo_2

Bye-bye kamar merah putih-”ku” …

Gambar unicorn diambil dari sini, gambar apartemen diam dari sini.

30 Oktober 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | No Comments Yet

Secangkir seduhan rosella dan de pijp …

Akhirnya sudah berapa kali DosGil menjelajahi de pijp. Sekaligus menikmati dan mencoba beberapa warung Indosuriname di tempat itu. Albina, nieuw albina, …, … ~lupa namanya Porsinya? nDak sebanding ma harganya. Mantabsssss ….

Photobucket

28 Oktober 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | & Komentar

Secangkir seduhan rosella dan duit …

Money is not everything. But, everything needs money.

Quote itu dalam suatu rapat anggaran yang diikuti DosGil sekian tahun silam pernah dijadikan pembukaan dan header oleh pejabat yang menyampaikan rencana anggaran institusi yang dipimpinnya, sementara saat itu DosGil menyampaikan rencana anggaran dengan wallpaper Britney Spears pakai pakaian seksi sekaleee. Dan DosGil cukup tersentak membaca itu. Nice try, however, dalam konteksnya hal itu jadi kontraproduktif ketika keberadaan money jadi constraint untuk maju. So … how about this following quote:

“Money is not everything since everything can be changed into money.”

Errrr… terlalu arogan kah? Kalau kebablasan bisa jadi Raja Midas dong? Ah, sudahlah. Tidak ada habisnya kalau membahas soal duit. Apakah milih quote yang pertama atau yang kedua, semua ada konsekuensinya seperti juga kalau punya prinsip di luar dua quote ini, misal: “Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan”.

Anyhow, ngomong-ngomong soal duit, DosGil yang beberapa saat yang lalu mencoba menjadi seniman, sekarang mencoba jualan hasil karyanya. Apakah akan menghasilkan duit? Atau hanya sekedar hobi untuk kesehatan? Silakan klik banner di atas untuk melihat galeri seni jadi-jadian DosGil.

24 Oktober 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | No Comments Yet

Secangkir coklat panas dan pesta …

Pesta blogger chapter Jogja sudah usai. Salah satu berita bisa dibaca di sini. DosGil tidak ikut menikmati kemeriahan pesta tapi cukup terhibur bisa menikmati riuhnya polah tingkah CahAndong dalam mempersiapkannya maupun paska pesta usai. Selamat teman-teman! Bravo!

Puncak pesta masih akan digelar di Jakarta nanti … dan DosGil hanya bisa menikmati dari jauh. Salam buat semua blogger Indonesia. Sukses selalu!

~Setelah menyeruput coklat panas yang terasa hambar, DosGil berpikir untuk menghentikan menulis di blog ini. Sejarah sepertinya berulang, pindah dari Laan van Kronenburg ke 1st ringdijkstraat ditandai dengan pindah dari blogspot ke wordpress. Akankah kepindahan dari Amsterdam juga ditandai dengan meninggalkan wordpress???

19 Oktober 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | & Komentar

Secangkir air putih dan pindah …

Bye-bye …

Setelah lebih dari 3 kali bumi mengitari matahari, DosGil akhirnya memilih untuk meninggalkan Amsterdam.

5 Oktober 2009 Ditulis oleh Enade | Secangkir ... | | & Komentar

Secangkir air putih dan melukis …

DosGil lagi ketagihan melukis. Setelah di dua postingan sebelum ini, berpikir jadi seniman dan mencoba bikin “lukisan” (yang sampai sekarang belum laku), sekarang masih latihan memoles hasil karya dengan GIMP plus bikin animasi (dulu dah bisa kemarin lupa lagi, dan sekarang dah bisa lagi … hore …). Klik di sini untuk melihat gambar yang sama dalam bentuk animasi sederhana.

26 September 2009 Ditulis oleh Enade | New idea ..., Secangkir ... | | & Komentar