Secangkir seduhan rosella dan “nyontreng” …
Dengan sangat menyesal, tidak seperti pileg April kemarin, DosGil tidak nyotreng di pilpres ini. Ya..ya..ya.. adalah kalau lame excuses, salah satunya adalah DosGil ndak terdaftar di TPS terdekat (which is KBRI) melainkan di Pogung (yang jaraknya melewati 2 benua, antara Amerika dan Australia he..he..he..) dan ada meeting penting di Oos.
Kenapa tidak terdaftar? He..he..he.. DosGil ndak ndaftar. Kan bisa pakai passport? Eh iya ya, tapi aku kan ada meeting. TPS di Den Haag buka sampai jam 8 malam koq? Errr…errr…. iya ya? Riwil banget sih!!!!!!
~DosGil melengos dan menikmati seduhan rosella dengan rasa bersalah.
Secangkir seduhan rosella dan cast out the demon …
DosGil ndak ngerti cara cast out the demon … Tapi ada beberapa cara, katanya, salah satunya adalah menggunakan demon lain yang lebih kuat. Cast out a demon with a demon! Koq jadi mirip “send a maniac to get another maniac” (Quote dari Sly Stallone di Demolition Man)

So, ketika the demon yang ndak diinginkan sudah diusir, how to control the demon yang kita mintain bantuan?
~DosGil menyeruput seduhan rosela, menikmati rasa asam cairan merah itu saat angannya berimajinasi untuk mendengarkan teriakan penuh kuasa pada topan badai, “Diam! Tenanglah!”
Ilustrasi “Surprised! Tiger in a Tropical Storm” karya Henry Rousseau diambil dari http://www.fineartprintsondemand.com/artists/rousseau/surprised_tiger_in_a_tropical_storm.htm
Secangkir air putih dan debat calon presiden ….
nDak nonton jadi gak bisa komentar.
Anyhow, para calon Presiden kita itu yang bisa bikin gule cumi yang enak gak ya? DosGil lagi ngidam gule cumi nih. Cuma kadar kolesterol jahat dalam darah sudah paranormal. Pulang nanti bakal diijinkan gak ya ngelayap di restoran Padang?
Hm … katanya seh, dalam obat alami itu ada teori SEES (side effect eliminating substances). Maksudnya gini, konon penderita diabetes perlu khawatir minum gula, namn tidak dengan air tebu, karena air tebu … bla..bla..bla… sehingga relatif aman bagi penderita diabetes. Contoh lain: Konon cangkang kepiting itu mengandung zat mencegah penyerapan lemak dalam tubuh. Jadi kalau makan kepiting, makan secangkangnya … huahahahahahahaha … Kalau makan gulai cumi, makan sebatok kelapa dan tintanya?
Konon lagi nih, seperti pepatah tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna, maka ketika jatuh cinta dan membina rumah tangga, siap-siap dengan ketidaksempurnaan pasangan yang sudah dipilih. Siapa tahu ketidaksempurnaan itu yang bakal menjadi SEES ketika kesempurnaan pasangan yang membuat kita jatuh cinta sudah berlebihan dan toksik?
~DosGil nyengir setelah membaca tulisan yang baru ditulisnya. Ini maksudnya apa seh, gak dong sendiri … he..he..he.. Selamat aja deh buat yang sedang mempersiapkan pernikahan, semoga semua berjalan lancar.
Foto diambil dari sini.
Secangkir seduhan rosella dan bila esok tiba …
“Kalau bisa besok, maunya besok …”
Begitulah jawaban seorang rekan yang ditanya belahan jiwa DosGil tentang perasaan dalam menanti waktu pernikahannya, bulan depan. Oh iya ini rekan yang sama yang tanya-tanya soal ayat untuk undangan. Entah ayat yang mana yang akhirnya dipilih, DosGil belum melihat undangannya ~to be honest setelah peristiwa runaway groom yang kesekian kali, sebelum pernikahan ini terjadi DosGil masih skeptis huahahahahahhaaaa … — ketawa ala Rahwana — ….

Emy, belahan jiwa DosGil, di Schiphol
Novel “Bila esok tiba” alias “If tomorrow comes”-nya yang bercerita tentang Tracy itu memang karya Sydney Sheldon, namun kisah esok hari kita tiada seorang pun tahu. Menanti dengan sabar dan ketika curhat akan mendapat jawaban bahwa “segala sesuatu akan indah pada waktunya …” merupakan salah satu kunci damai sejahtera selamanya dipadukan dengan “bersyukur dalam segala hal”. Kalau dalam “Sang Alkemis”-nya Coelho, mungkin kedua hal tersebut yang dimaksud dengan “batu filsuf” dan “obat hidup”. Ho..ho..ho.. DosGil sering mendengar kalimat keluhan seorang yang sedang dalam penantian, “Menunggu merupakan pekerjaan paling tidak menyenangkan”. Is that true? Hmmm… apalagi menanti keajaiban … Dan sekali lagi ketika yang dinanti adalah keajaiban, jawaban “Segala sesuatu indah pada waktunya …” sering muncul … kutipan lagu ” … slalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu, besar setiaMu dispanjang hidupku …” biasa didengar. Iyah … hal-hal dramatis seringkali terjadi: PertolonganNya tidak pernah terlambat! Dan dari banyak kesaksian yang didengar: Pertolongannya selalu tepat waktu! Exactly! Mukjizat itu jadi semakin terasa nyata!
Eh koq jadi los pokus …. Anyway … jawaban rekan tadi kepada belahan jiwa DosGil memicu komentar dari belahan jiwa DosGil, “bagus masih berpikir maunya besok, bukan ’sekarang’ dan maunya ’sekarang’…”. Suatu jawaban yang secara tidak langsung menohok telak DosGil yang tidak sengaja melihat percakapan terwsbut di Wall FB mereka. Dan Rahwana kembali tertawa Huahahahahahahaaaa…. Baiklah, mari kembali ke topik dengan menghadirkan percakapan dengan Bos tadi pagi disini:
“En, bisakah kau kirim hasil analisismu?”
“Ya! Untuk kapan?” tukas Dosgil sambil bersiap memulai mengerjakan analisis yang dimaksud.
“Yesterday …” jawab si Bos sambil memandang tajam tanpa ada senyum sama sekali.
~ … all my troubles seem so far away …. now it looks as though they’re here to stay, Oh, I believe in yesterday.
Secangkir red wine dan matahari bersinar cerah …
Matahari bersinar cerah? Iyah .. blog ini lama-lama jadi laporan cuaca di Amsterdam untuk akhir pekan … Biarlah. Red wine? Yupsss… Siang-siang minum red wine? Yah … itu pilihan yang ada di kamar selain air putih dari kran.
Kasus OMNI vs Prita telah menggelindingkan bola salju dari puncak gunung es. Akankah berhenti di permukaan atau sistem ini (entah kesehatan, hukum, atau apapun itu) bisa menjadi lebih baik? Dan media pun kembali menceritakan berita duka: Co-pilot Helikopter Super Puma Lettu (PnB) Wisnu Murti, anggota IKASTARA, Angkatan IX, Anumerta Penerbang TNI AU ke-5 dari SMATN.
Selamat jalan Pahlawan …
[Masih bingung mau pasang foto apa ...]
~ menerawang ke luar jendela melihat burung-burung camar bermain-main di udara
Secangkir seduhan rosella dan matahari bersinar terang …
Yups … matahari bersinar terang akhir-akhir ini. Tapi … karena tertipu olehnya batuk dan pilek jadi teman saat ini. Hiks.. hiks.. hiks… “Say, sakit nih … minta peluk …”
“Say, koq kamu sakit sih … Kamu gak boleh sakit … Kalau kamu sakit, yang ngurusin aku sapa?” ujar DosenGila dengan sangat egois pada belahan jiwanya suatu saat di waktu yang lalu.
Hari ini, iya hari ini 8 Juni, belahan jiwa DosenGila berulang tahun. Selamat ulang tahun Bunda-nya Awan, seperti yang pasti kaupinta pada-Nya, yang terbaik untukmu menurut-Nya. Maaf, aku tiada lagi hadir di sisimu saat ulang tahunmu sejak 2 tahun yang lalu. Maaf, tidak sempat meng-arrange kejutan seperti tahun lalu, namun setidaknya aku tidak lupa seperti 2 tahun yang lalu. Ah, kapan kita bisa seperti mereka lagi ….
Oh ya, CahAndong akan meramaikan Festival Komputer Indonesia 2009 di JEC, Yogyakarta tanggal 12 Juni 2009 jam 18.30 WIB. Info lengkapnya bisa di-klik di gambar.
~menyeruput seduhan rosella sambil berharap cawan ini segera berlalu …
Secangkir air putih dan hari kebangkitan nasional ….
bangkitlah wahai bangsaku … songsong masa depan
kejar ketinggalan entaskan kemiskinan
jalin persatuan kesatuan …
Sepertinya itu penggalan lirik sebuah lagu. Lagu apa ya …?
Anyhow, ayo semangat … bangkit … Bangkit … BANGKIT!!!!
~Memperingati hari Kebangkitan Nasional Indonesia ke 101 … Merdeka! Eh iya, foto diambil dari blognya Binsar dengan semena-mena
Secangkir seduhan rosella dan undangan …
“Bro, ini Mawar (bukan nama sebenarnya) kirim sms, minta masukan kutipan ayat untuk undangan pernikahan. Ada saran?”, tanya seorang teman yang sedang menjalani proses dan prosedur pernikahan secara Katholik.
“Lha biasanya cewek itu sudah ada usulan dan kau tinggal menyetujui aja toch?”
“Usul dia sih ‘Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya’ dari Pengkotbah 13 ayat 11a”
“So? Bagus toch?”
“Bagus gimana? Kesannya pathetic sekali.”
“Pathetic gimana?”
“Kebayang gak sih? Sepertinya pernikahan ini jadi puncak dari segala-galanya kalau pakai ayat itu. Padahal pernikahan ini hanyalah suatu pintu gerbang petualangan baru … Toch?”
“Sentimen amat sih kau pada ayat itu.”
“Iya, karena kesannya pathetic dan fatalistis. Padahal, dalam kasus Yunus, Allah membatalkan rencana menghukum Niniwe setelah mereka bertobat. Jujur untuk pernikahan, aku prefer sesuatu yang menguatkan …”
“Seperti?”
“Ayat yang melarang perceraian tuh apa?”
“Matius 19 ayat 6b? ‘Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia’“
“Kalau nambah boleh dong?”
“Maksudnya?”
“Nikah lagi asal gak menceraikan ..he..he..he..”
“Dasar cah gemblung!”
… hening sesaat … Teman itu sepertinya berpikir keras memilih kutipan ayat yang pas. DosGil sengaja diam karena memang tidak berniat intervensi dalam hal “sakral” ini. Pernikahan (semoga) hanya sekali, semoga ayat yang dipilih cocok buat dia dan belahan jiwanya, dan mampu menjadi mercusuar jika bahtera rumah tangga itu digoyang badai.
Pembicaraan pun beralih ke masa-masa 4-5 tahun ke belakang, ketika darah panas ini mudah bergejolak dan dalam pencarian jati diri itu sering kali menyerempet-nyerempet bahaya dan berkubang “dosa”.
“Eh Bro, aku tahu ayat yang mungkin tepat buat dikau.”
“Mana?”
“Yohanes 8 ayat 11b.”
Lalu teman itu membuka aplikasi alkitab di komputernya dan melihat apa isi ayat tersebut. Sesaat kemudian dia mengambil bantal di sampingnya dan melempar ke arah DosGil sambil tertawa terbahak-bahak.
Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. (Yohanes 8:11B)
ingin rasanya menatap lekat
wajahmu setiap saat
memelukmu erat
dan memintal cinta dalam naungan berkat …
(sedikit untaian kata di halaman belakang liturgi pemberkatan nikah DosGil, 1 Agustus 2006)
Secangkir seduhan rosella dan “Do you believe in God?”
“I am an academic, and my mind tells me I will never understand God”
Begitulah jawaban Prof. Langdon ketika ditanya Sang Camerlengo dalam film Angels and Demons. Hmm..hm..hm.. bolehlah mendapat 7.1 di imdb, secara ending-nya meleset dari perkiraan penonton yang sudah membaca novel karangan Dan Brown dengan judul yang sama. Ada dua poin utama yang membuat kecewa saat menonton film ini:
1. “Cap” yang digunakan di akhir cerita diganti! Gak seru!
2. Karena terlambat lima menit, gagal menikmati film di Pathe Tuschinski ~kalau ini salah sendiri …he..he..he..
Untuk hiburan mengawali akhir pekan cukup seru, sama serunya saat menikmati film Wolverine minggu lalu di Pathe Tuschinski. Antimateri menjadi fokus cerita di Angels and Demons, sementara adamantium dan mutant merupakan nafas film Wolverine. Apakah ini yang dinamakan science fiction? Bagaimana dengan kisah “teh botol sosro dan hydroxylic acid“? Apakah ini juga science fiction?
“Dalam batasan wajar memang bisa berguna bagi tubuh kita, dan tubuh kita punya mekanisme untuk menetralisir kelebihan zat ini. Namun begitu melebihi ambang batas, tidak ada satupun manusia yang bisa selamat.”
Kutipan di atas diambil dari “hoax” tersebut. Kalau melihat “fakta-2″ yang disajikan di “hoax” tersebut … sepertinya tidak ada yang salah. Silakan refer ke salah satu kasus yang sering dipakai di pembukaan kuliah “ilmu racun”: Woman died from ‘too much water‘ Pemolesan dan pemilihan kata yang “menarik” menjadikan berita yang disampaikan menjadi “menakutkan”. Pendekatan serupa pernah dipakai media ketika heboh makanan berformalin, “Konsumen daging ayam terancam makanan mengandung bahan pengawet mayat“. Ya..ya..ya.. negara kita memang melarang penggunaan formalin sebagai pengawet makanan, dan diskusi sudah di”tutup” lama beberapa tahun silam dan sempat diposting oleh papabonbon dengan judul “Sate Ayam Lebih Berbahaya Dibanding Makanan Berformalin?“. Penjelasan lanjutan diskusi tentang formalin ini juga disambar di sini.
Terbayang kembali sebuah diskusi singkat di bawah pohon kamboja utara rumah:
Aan (bukan nama sebenarnya) bertanya, “Lha, jadi di makanan kita selalu ada racunnya ya?”
“Hm… tergantung sucut pandang melihat racun itu “, jawab Budi (juga bukan nama sebenarnya) diplomatis.
“Lha, terus supaya aman kita ndak usah makan gitu?” kembali serang Aan
“We… ya lapar no?”, ujar Budi
“Lebih baik mati keracunan daripada mati kelaparan …” gumam Aan
“Imanmu telah menyelamatkanmu …”, tukas Budi dengan mengambil gaya “bersabda” sambil menyitir Lukas 17:19b.
So, do you believe in God …?
~DosenGila beranjak tidur setelah menghabiskan secangkir seduhan Rosella sambil mendengarkan alunan acappella ….
Secangkir teh rosella dan hari libur …
Ho.. ho.. ho..
Sesampainya di tempat Wahyuningrat dkk. mengambil Master seperti diceritakan di Negeri van Oranje, DosenGila merasa hampa. Setelah tiga minggu menikmati kehangatan Jogja (wogh Jogja panas E …), dengan keluarga, sanak saudara dan handai taulan. Sepi … di kamar … sendiri …
Sepertinya ini nada (sumbang?) yang sering didengungkan oleh pelajar yang sendirian di luar negeri, ketika keluarga dan belahan jiwa ada di belahan bumi yang lain. Mau berontak? Maunya sih … Apalagi dua minggu berpisah dengan Awan (yang lagi lucu-lucunya) menambah kehampaan yang ada semakin hampa (sek..sek … lebay banget gak sih … hampa semakin hampa .. ah biarkeun.). Dan hari libur pun tiba. Kerjaan yang menggunung sudah berkurang banyak setelah segenap energi dicurahkan untuk menguranginya. Hari Ratu dilanjut Hari Buruh ini benar-benar sangat cerah. Setelah jalan-jalan melihat hampir seluruh kota berwarna Oranje (dan botol-kaleng bir berserakan dimana-mana), hari ini hibernasi di kamar dan blogwalking.

(foto diambil semenea-mena dari facebook-nya Mas Lukman)
“Tapi suatu saat ada aja fase dalam hidup di mana kita kecerdikan kita udah mentok dan satu-satunya jalan adalah feel the pain and deal with it everyday.”(diambil dari http://www.suamigila.com/; http://suamigila.com/2009/03/krismon-dan-kerjaan-baru.html)
Adalah tulisan dari Adhitya Mulya diatas yang sepertinya mempercepat datangnya “jiwa” yang serasa tertinggal di Jogja. Dan juga kekagetan atas berita-berita heboh yang menyangkut pimpinan KPK. Seperti hebohnya Hari Ratu Belanda yang diwarnai usaha bunuh diri orang stress akibat PHK dengan menabrakkan mobil ke rombongan ratu (berita bisa dibaca di sini).
~Secangkir teh rosella menghangatkan perut di malam hari ini. Sambil menunggu Awan bangun untuk didengar celotehnya, DosenGila merenung … apakah ada yang salah dengan berharap sehingga harapan sering menjadi sumber kekecewaan?



.jpg)


